
"Dia tidak berubah sama sekali" gumam Pieter sembari tersenyum.
"Dia memakai cadar bahkan tidak melepasnya ketika makan" gumam Faisal.
"Dia baik terhadap pemilik tubuh ini, dia seperti sosok kakak bagi Alex ketika di istana" gumam Faisal sembari memperhatikan putri.
...****************...
8 tahun yang lalu.
Di istana kerajaan Kroas.
"Dasar anak haram, kau itu lebih hina dari babi" teriak segerombolan anak-anak yang berkumpul mengeliling seorang anak lainya yang berlindung sembari menangis.
"Dasar anak pelacur..!" teriak segerombolan anak tersebut di sertai injakan dan pukulan terhadap anak yang di bawah.
"Hei berhenti..!" teriak seorang anak perempuan sembari berlari dengan membawa sapu ke arah gerombolan anak tersebut.
Mendengar teriakan tersebut segerombolan anak itupun berlari sambil tertawa" lari... kekasih anak babi ini datang cepat lari" ucap mereka sembari tertawa dengan bahagia.
Perempuan kecil itupun duduk dan mengelus kepala anak lelaki yang sebelumnya di pukuli.
"Alex kamu tidak apa-apa?" tanya perempuan kecil itu sembari mengusap air mata Alex kecil.
Tiba-tiba Alex memeluk perempuan kecil itu dan menangis" mereka jahat, aku tidak salah apa-apa" ucap Alex kecil sembari menangis.
"Jangan khawatir ada aku di sini, aku akan menjaga mu" ucap wanita kecil sembari mengelus kepala Alex.
...****************...
"Dia baik selalu menjadi sosok pelindung bagi Alex, namun ketika umur 10 tahun ia pergi ke sekolah selama 6 tahun dan ia lebih memilih kembali menemui ku" gumam Faisal sembari menatap terus kepada putri.
"Paman kau tau aku mengalahkan ribuan musuh sendirian, aku hanya memerlukan satu tebasan saja untuk membunuh mereka" ucap Faisal sembari memperagakan tebasan pedang dengan garpu di tangannya, ia terlihat seperti anak kecil yang tengah bercerita.
"Akting yang mulia sangat bagus, ia terlihat seperti dulu" gumam Cedric.
"Apa-apaan ini" gumam Harold yang diam termenung dengan wajah aneh melihat aksi Faisal.
"Ahahaha..!" tawa Pieter begitu lepas.
"Kau memang hebat yang mulia" ucap Pieter yang terlihat bahagia.
"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Cedric.
"Perjalanan kami cukup lancar walaupun ada beberapa halangan di jalan seperti ban kereta yang rusak, kuda yang terluka, dan juga beberapa perampok yang tidak tau diri" jawab Pieter.
"Jarak dari sekolah dan kerajaan cukup jauh letaknya di ibukota kekaisaran, kalian pasti lelah telah melakukan perjalanan selama dua bulan" ucap Cedric.
"Tidak begitu lelah karena kami duduk di kereta tidak ada yang berjalan, namun terkadang terasa membosankan ketika di perjalanan dan kebosanan itu hilang ketika datangnya perampok dan bandit" jawab Pieter.
__ADS_1
"System pindai status Pieter" gumam Faisal.
[Nama: Pieter booth
Umur: 48 tahun
Level: elit menengah
spirit: api]
(Note. Mulai episode ini status hanya akan menunjuk nama, level, umur, dan juga jenis spirit tidak terdapat lagi kalkulasi kekuatan dan yang lainya. Untuk kedepannya akan bertambah seiring berjalannya waktu.)
"Dia berada di level elit menengah, cukup baik jika di lihat dari bakat kerajaan ini. Aku penasaran seperti apa wajah putri" gumam Faisal.
"Paman, kalian akan tinggal berapa lama di sini?" tanya Faisal.
"Aku akan pergi besok untuk melapor kepada jenderal mengenai putri, putri akan tinggal di sini mulai saat ini" jawab Pieter.
"Gawat, perang akan terjadi dan juga aku tak ingin ia mengetahui mengenai diri ku yang sebenarnya" gumam Faisal.
"Wah syukurlah aku akan memiliki teman mulai sekarang" ucap Faisal sembari tersenyum.
"Bella ayo ku ajak berkeliling kota ku" ucap Faisal.
Bella alias putri menatap ke arah Faisal" matanya indah" gumam Faisal.
"Yang mulia, tuan putri pasti lelah setelah melakukan perjalanan yang jauh lebih baik biarkan putri beristirahat dulu" ucap Cedric.
"Tidak mau, aku mau berkeliling dengan Bella" ucap Faisal sembari berlari ke arah Bella dan menarik tangannya kemudian berlari.
"Yang mulia..! berhenti" teriak Cedric berusaha menghentikan Faisal yang berlari.
"Biarkan saja mereka bermain, hanya sebentar saja" ucap Pieter.
"Alex berhenti, jangan berlari" ucap Bella berusaha menghentikan Faisal.
Faisal menoleh ke belakang sembari berhenti, tiba-tiba Faisal diam terpaku sembari menatap wajah Bella.
"Mata berwarna kuning kecoklatan dan bentuk yang indah, hidung mancung kecil, bibir tipis berwarna merah jambu, alis yang tegas serta pipi yang tirus. Aku belum pernah menemukan kecantikan seperti ini di bumi benar-benar berkah Tuhan" gumam Faisal sembari tersenyum menatap wajah Bella tanpa ia sadari wajahnya memerah.
"Ayo kita berjalan saja" ucap Bella sembari menggandeng tangan Faisal sembari berjalan, Faisal berjalan mengikutinya namun tatapannya tak dapat lepas dari wajah Bella.
"Heheh.. apa kau terkejut dengan wajah ku yang berubah derastis Alex?" tanya Bella sembari tersenyum ke arah Faisal.
"Benar Bella kau terlihat sangat cantik sekarang" jawab Faisal sembari tersenyum.
Bella memalingkan wajah dengan kesal" jadi dulu aku tidak cantik?" ucap Bella sembari melepas tangan Faisal.
"Kau dulu seperti nenek sihir yang suka berteriak dan marah" ucap Faisal.
__ADS_1
"Hmm" Bella berjalan lebih cepat sembari menghentakkan kaki ia terlihat kesal.
"Saat ia marah ia benar-benar terlihat imut" guamam Faisal sembari mempercepat langkahnya.
...****************...
Di ruang makan.
"Tuan Pieter mohon untuk anda meminta yang mulia raja mengirimkan pasukan bantuan untuk kota ini ketika anda kembali ke ibu kota" ucap Cedric.
"Benar tuan, dari personil yang saya bawa yang awalnya ada 5000 kini hanya tersisa 1800 saja" ucap Danieal menambahkan Cedric.
"Kalian jangan khawatir aku pasti akan memberitahukan hal ini kepada yang mulia raja, kota ini benar-benar rawan akan kehancuran selain suhu yang ekstrim serta hewan buas yang banyak kota ini juga merupakan perbatasan yang mana menjadi sasaran kerajaan musuh" jawab Pieter sembari menaruh alat makanya di meja.
"Akupun khawatir tentang keselamatan tuan putri jika di taruh di kota ini, namun ini adalah perintah yang mulia raja" ucap Pieter.
"Untuk keselamatan putri Bella kau jangan khawatir aku akan menjaganya" ucap Harold.
Pieter menatap ke arah Harold" Maaf sebelumnya siapa diri mu?" tanya Pieter sembari mengeluarkan aura miliknya.
"Nama ku Harold aku merupakan penjaga kota yang di tunjuk oleh yang mulia pangeran Alex" jawab Harold sembari mengeluarkan aura yang sangat mengerikan berwarna merah membentuk tengkorak kepala yang menumpuk.
"Kekuatannya di atas ku" guamam Pieter yang ketakutan dan juga tertekan oleh aura milik Harold yang begitu mengerikan.
"Aura yang ia miliki hampir sama seperti aura milik jendral" gumam Pieter yang terlihat panik seakan ingin mati.
...****************...
Di jalan kota terlihat Faisal dan Bella tengah berjalan berdua.
Tiba-tiba Faisal menoleh ke arah istana sembari tersenyum" pria itu ingin bermain-main dengan Harold" gumam Faisal tertawa kecil sembari terus berjalan.
...****************...
Bersambung....
Nama: Pieter booth
Umur: 48
level: elit menengah
Nama: Brianna Arabella Alesya Mufid
Umur: 16 tahun
__ADS_1