Teleport System

Teleport System
Episode 141 hingga titik darah penghabisan


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu tak ada titik terang dari masalah ini para monster terus berdatangan bagaikan badai yang tak berhenti.


Semua pejuang telah kehabisan tenaga tak terkecuali Faisal yang kini tengah terjebak di tengah lautan monster di gurun pasir.


Hanya seorang diri ia bertahan melawan pasukan monster itu yang mana mereka memiliki kekuatan setara seorang kesatria level Grand master.


Keringat bercucuran darah menetes membasahi tubuh Faisal yang kelihatan sangat lelah.


[Semua orang yang selamat telah berada di titik evakuasi, teleportasi dapat dilakukan host harus mengingat jikalau konsekuensi yang akan anda dapatkan sangatlah berat untuk melakukan teleportasi ini.]


Dengan berat Faisal menarik nafas panjang meskipun ia terengah-engah akibat kelelahan.


Perlahan ia mengangkat pedangnya ke langit dan mengeluarkan serangan yang memiliki sekala besar yang dapat mencakup seluruh wilayah gurun hingga mengenai seluruh monster yang ada.


"Petir pemusnah..!" teriak sembari menebas pedangnya ke bawah penuh dengan tenaga.


Seketika seluruh monster tersambar oleh petir yang muncul tiba-tiba dari langit kekuatan itu mampu menghancurkan tubuh para monster hingga menjadi bubur.


"Bruk.." Faisal terjatuh kehilangan kesadaran.


...****************...


Di dalam alam bawah sadar Faisal.


"Akhirnya kita dapat bertemu" muncul sebuah suara dari dalam kegelapan.


Faisal terbangun dan mencari arah asal suara tersebut.


Seketika muncul sesosok bayangan berwarna emas dengan bentuk tubuh seorang pria dewasa tak memiliki rambut, mata, ataupun mulut hanya sebuah bayangan.


"Siapa kau?" tanya Faisal.


"Aku adalah system"


Faisal terkejut, dengan penuh amarah dan kebencian ia berusaha untuk memukul bayangan tersebut namun gagal karena tangannya langsung menembus bayangan seolah sedang memukul sebuah hologram.


"Tenangkan dirimu aku mengetahui kau marah dan kesal. Aku tak memiliki waktu lama kesadaran ku akan hilang sebentar lagi"


Sontak mendengar hal itu Faisal berhenti memukul"apa yang ingin kau katakan?" tanya Faisal.


"Aku adalah kamu"


...****************...


Faisal terbangun ia menarik nafas panjang.


"Apa itu tadi?" gumam Faisal kebingungan.


"Orang itu mengatakan jikalau aku adalah dia" gumam Faisal.

__ADS_1


Faisal berdiri lalu ia menutup mata dan menenangkan diri"untuk saat ini yang paling penting adalah keselamatan semua orang untuk apa yang terjadi sebelumnya aku akan memikirkannya setelah ini berlalu" gumam Faisal.


Kemudian ia terbang menuju tempat pengungsian.


"Para singa telah membuat dinding pertahanan untuk menyembunyikan tempat pengungsian dari para iblis hanya kami yang mampu masuk ke sana" gumam Faisal.


"Tai ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang bersatu denganku termasuk Lucifer dan bawahannya" gumam Faisal.


[Host apakah anda yakin ingin melakukan ini, konsekuensinya tak hanya kematian untuk anda tetapi yang yang lebih buruk lagi.]


"Selagi itu mampu menyelamatkan ibu dan ayah serta yang lainya maka aku bersedia, aku tak peduli meskipun aku harus di sisa di neraka atau aku harus menjadi budak dari seorang iblis selagi kekuatanku selamat aku rela" jawab Faisal.


[System telah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk host tetapi semua sia-sia. Anda harus mengorbankan 10 jari anda serta setengah kekuatan anda bahkan nyawa serta yang lebih buruk yaitu jiwa anda.]


...****************...


Di tempat pengungsian.


Terlihat semua orang telah berbaris berkumpul di tengah tempat pengungsian.


Mereka menunggu kabar dari Faisal.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya ayah kepada Deviatan.


"Kita menunggu kabar dari yang mulia" jawab Deviatan.


Terlihat Nabila dan Nicho berdiri berdampingan.


Nabila menggenggam tangan Nicho lalu menatapnya"aku akan tetap berada di sisimu" jawabnya.


Terlihat Faisal muncul dari langit dan perlahan mendarat di hadapan keluarganya dan bawahannya.


Melihat kondisi Faisal yang begitu mengerikan di mana tubuhnya di penuhi oleh luka serta pakaian yang telah robek tak karuan seketika ibu berlari dan memeluk Faisal.


"Apa kau baik-baik saja, tubuhmu terluka cepat ambilkan peralatan medis cepat..!" teriak ibu dengan panik sembari meraba tubuh Faisal berusaha untuk melepas pakaiannya.


Faisal memeluk ibunya"ibu aku baik-baik saja, kita akan pergi ke dunia yang lebih baik kau jangan khawatir" ucap Faisal.


Seketika air mata ibu menetes"bagaimana ibu tidak panik melihat seorang putra yang ibu lahirlah kembali dengan tubuh penuh dengan luka" ucap ibu terbata-bata akibat menangis.


"Ibu kau harus percaya dengan putramu aku pasti akan baik-baik saja" ucap Faisal sembari menghapus air mata ibunya.


"Ayah bawa ibu pergi, semuanya menyingkir dari tempat ini berikan aku lahan kosong untuk membuat portal" ucap Faisal.


"Siap tuan" jawab Deviatan.


Mendengar hal tersebut semua orang mundur sejauh 15 meter.


Di tengah tanah kosong Faisal duduk bersila di saksikan oleh semua orang.

__ADS_1


Terlihat Nadia memeluk adiknya dengan erat sembari menatap Faisal dengan khawatir.


Faisal menatap ayah"tahan ibu" ucapnya.


Dengan sigap ayah segera memeluk ibu dengan erat.


Tak ketinggalan Faisal tersenyum ke arah Nadia, dengan mata yang berair Nadia membalas senyuman Faisal.


[Host apa anda yakin ingin melakukan ini?]


"Tentu aku yakin" gumam Faisal sembari berdiri lalu mengeluarkan sebuah belati.


Dengan belati itu ia memotong jari telunjuknya sembari membaca sebuah mantra.


Darah mengalir dengan deras.


"Faisal..!" teriak ibu sangat keras sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan ayah.


Nadia menutup mulut menahan suara yang keluar ia menangis sesaat melihat Faisal.


Dengan darah yang mengalir Faida mulia bergerak menggambarkan pola sihir.


"Seharusnya ayah yang berada di sana, maafkan ayah" gumam ayah sembari menangis.


Satu jari kembali ia potong hingga tersisa jari terakhir.


Semua orang menunduk dengan air mata yang menetes seolah mereka tak tega melihat apa yang di lakukan oleh Faisal.


Bahkan orang yang tak mengenal dirinya juga ikut menangis karena memahami betapa besar pengorbanan yang di lakukan Faisal.


Adrianto yang di kenal sebagai seorang yang sangat dingin menangis bersama kedua adiknya mereka berpelukan dan menutup mata karena tak kuasa melihat apa yang di lakukan oleh Faisal.


Sesaat pola sihir berhasil di buat Faisal berjalan keluar dari pola sihir lalu duduk bersila di depan pola tersebut.


Perlahan muncul sebuah gerbang portal berbentuk seperti kaca berwarna biru.


"Deviatan" ucap Faisal.


"Siap yang mulia" jawab Deviatan yang seketika muncul dengan berlutut di samping Faisal.


"Jaga mereka semua" ucap Faisal.


"Apa yang anda maksud?" tanya Deviatan kebingungan.


"Panggil saudaramu kemari" ucap Faisal.


Deviatan menatap ke arah saudaranya dan mereka bergegas datang.


"Kalian memiliki masalalu yang begitu buruk aku memahami penderitaan yang kalian alami selama ini, kalian harus mengubur itu semua. Saat ini semua orang di sini adalah keluarga kalian"

__ADS_1


...****************...


Bersambung..


__ADS_2