
Di taman tempat biasa Faisal datang untuk joging.
Terlihat Faisal dan Nadia tengah duduk berdua di bangku taman yang menghadap danau, mereka sedang makan roti bersama.
"Jadi begitu, kau di ancam oleh bajingan itu untuk menuruti semua keinginannya seharusnya kau bercerita kepadaku aku dapat menyelamatkan kedua orang tuamu" ucap Faisal.
"Aku merasa memiliki terlalu banyak hutang budi kepadamu, kau telah memberikan gaji yang besar serta banyak fasilitas yang begitu mewah aku merasa tak enak jika harus meminta hal ini dan, Boru mengatakan jikalau dirimu sedang terluka akibat perang saat itu" ucap Nadia.
"Membantumu bukan sesuatu yang sulit untukku, kau juga telah menemani diriku dan juga Nicho selama di Amerika, kau memasak makanan yang enak bahkan aku belum menemukan makanan seenak itu seumur hidupku. Kau adalah orang yang penting bagiku" ucap Faisal sembari memegang kepala Nadia.
Nadia tersipu malu"aku berharap ia tak mengetahui masalah tadi pagi" gumam Nadia.
"Ayo kita harus pergi ke Indonesia, Amerika adalah musuh kita berdiam diri di sarang musuh adalah tindakan bunuh diri" ucap Faisal sembari menyelimuti tubuh Nadia dengan jaket.
Nadia memegang tangan Faisal saat ia berdiri.
"Faisal apa kau mengingatnya?" tanya Nadia.
"Mengingat apa?" ucap Faisal.
Nadia menunduk dan melepas tangannya"sepetinya Faisal tidak mengingatnya" gumam Nadia.
"Apa masalah tadi pagi, sayang rasanya aku tidak dapat menikmati sensasi itu karena obat bius yang sangat kuat" ucap Faisal mengejek Nadia.
Wajah Nadia seketika berubah menjadi merah kemudian ia memukul tangan Faisal.
"Lucu ya, ingatan itu adalah sesuatu yang lucu" ucap Faisal.
"Mengapa?" tanya Nadia.
"Kau memerlukan seumur hidupmu untuk melupakan satu hal tapi berujung gagal, tetapi saat kau ingin mengingat hal kecil kau tak bisa" jawab Faisal.
Nadia terdiam menatap Faisal yang tertawa.
"Ayo kita pulang ke tanah air kita" ucap Faisal sembari memegang tangan Nadia.
"Ayok, memang ada penerbangan di jam ini?" tanya Nadia.
"Untuk apa kita memakai pesawat, aku bisa jadi pesawat itu sendiri" jawab Faisal sembari menggenggam kedua tangan Nadia.
Nadia kebingungan"bagaimana caranya?" ucapnya.
Faisal menarik tubuh Nadia lebih dekat ia tersenyum kemudian perlahan terbang.
Nadia terdiam menatap mata Faisal yang begitu indah hingga tak sadar kakinya tidak menyentuh tanah.
__ADS_1
Mereka terbang semakin tinggi.
Faisal mengedipkan mata"lihat kd bawah" ucap Faisal Nadia mengikutinya.
"Aaaa..!" teriak Nadia sembari memeluk Faisal dengan erat penuh ketakutan.
"Faisal aku takut kita berada di langit" ucap Nadia sembari menutup mata.
"Faisal kita akan jatuh" ucap Nadia.
Faisal memeluk Nadia lalu berbisik di telinganya"kau percaya kepadaku, kita akan selamat aku tak akan mencelakai mu"
"Tarik nafas yang dalam kemudian perlahan buka matamu" ucap Faisal.
Nadia menarik nafas panjang kemudian perlahan membuka mata.
"Apa mimpimu saat masih kecil?" tanya Faisal.
Dengan perlahan Nadia menatap ke bawah di mana di sajikan pemandangan kota New York yang sangat indah dan berkilau saat malam hari.
Nadia terpukau melihat pemandangan yang begitu indah matanya seakan bercahaya.
"Mari kita buat lebih nyaman" ucap Faisal sembari menunjuk gumpalan awan di depannya.
"Coba kau injak" ucap Faisal.
"Bagaimana jika aku jatuh" jawab Nadia sembari memegang tangan Faisal dengan erat.
"Percayalah kepadaku aku tak akan mencelakai mu" ucap Faisal.
Perlahan Nadia menurunkan kakinya, betapa ajaibnya gumpalan awan itu menjadi padat rasanya empuk seperti duduk di atas kasur busa.
"Bagaimana apa sekarang kau percaya kepadaku?" tanya Faisal.
Setelah itu mereka duduk bersama menikmati pemandangan langit yang begitu indah karena mereka dapat melihat secara langsung langit yang di taburi oleh bintang-bintang bersinar serta bulan yang terlihat begitu jelas dan besar.
...****************...
Sementara itu di benua utama.
Terlihat Elias, Akin dan juga Donal tengah berjalan di jalan kota yang ramai.
"Aku masih tidak menyangka yang mulia meninggalkan kita di tengah hutan, aku merasa kecewa" ucap Elias dengan kesal.
"Kecewa karena apa?, yang mulia telah memberikan tugas dan juga apa yang di perintahkan itu demi kebaikan kita jangan mengeluh yang mulia lebih mengerti" ucap Donal.
__ADS_1
"Mulai saat ini kita adalah saudara jangan bertengkar" ucap Akin.
"Wow kau juga bisa menasehati orang ya, ku pikir kau hanya bisa mengomel" ucap Elias meledek Akin.
"Sini kau..!" ucap Akin dengan tegas sembari menarik kerah Elias.
"Kak Don tolong aku" ucap Elias.
Donal menghembuskan nafas seakan pasrah.
"Aku harus di hadapkan oleh dua orang ini setiap hari di masa depan sialan sialan" gumam Donal sembari menggeleng dan perlahan meninggalkan mereka berdua yang tengah berkelahi.
...****************...
Sementara itu di Benua Dump.
Terlihat seluruh pimpinan di benua Dump dengan melakukan rapat yang di pimpin oleh Harold dan juga Cedric.
"Sepertinya kalian telah mengetahui alasan aku mengumpulkan kalian semua di sini" ucap Harold sembari mempersiapkan kertas.
Semua hadirin mengangguk seakan paham.
"Yang mulia mengirimkan surat yang berisi salam perpisahan untuk kita, yang mulia Faisal meminta kita untuk mengembangkan daerah kita hingga menyamai bahkan melampaui kekuatan di benua utama" ucap Harold.
"Dan juga yang mulia mengatakan untuk kita tetap bersatu dan menemui beliau di benua utama di saat kekuatan kita telah cukup. Ada beberapa teknik beladiri tingkat suci dan juga beberapa resep ramuan serta obat tingkat suci juga untuk membantu perkembangan kekuatan prajurit serta anak muda di daerah kita" ucap Harold.
"Kaisar Alfonso di tunjuk sebagai jenderal utama benua Dump, yang mulai memberikan tugas untuk melatih prajurit khusu secara langsung, kaisar Thor menjadi wakil dan memiliki tugas sama seperti kaisar Alfonso. Dan untuk kaisar Olaf anda di angkat menjadi perdana menteri yang mengurus administrasi serta menunjuk mentri-mentri di bawahnya yang bertugas mengurus masalah di setiap bidang yang di tunjuk" ucap Harold.
"Dan beberapa aturan baru di tegakan seperti larangan menjual miras ke anak di bawah umur, di wajibkan anak bersekolah selama 12 tahun" ucap Harold.
Harold berdiri"rapat cukup sampai dir sini kita lanjutkan di lain hari" ucap Harold kemudian ia pergi meninggalkan ruangan.
"Olaf apa kau yakin pemerintahan ini akan berjalan lancar?" tanya Alfonso.
"Tentu selagi kita tidak menjadi orang yang komunis semua akan berjalan lancar" jawab Olaf sembari membersihkan meja.
"Ku harap begitu" ucap Alfonso.
Mulai hari itu benua Dump menjadi negara yang memiliki pusat pemerintahan di daerah Trassen.
Harold menjadi pemimpin pengganti Faisal selama pergi di bantu oleh Cedric, Alfonso, Olaf, dan juga Thor.
...****************...
Bersambung..
__ADS_1