Teleport System

Teleport System
Episode 127 penyerangan negara tercinta


__ADS_3

"Ibu" ucap Faisal dengan tegas dan malu.


Nadia terdiam wajahnya benar-benar memerah.


"Loh ada apa?, bukanya kalian pacaran" tanya ibu kebingungan.


"Kau masih terlalu muda untuk menikah nak, setidaknya kau harus mencoba 100 atau 200 wanita dulu sebelum memutuskan menikah" bisik ayah.


Faisal terkejut.


"Ayah tak takut kena HIV?" bisik Faisal terkejut.


"Ayah adalah seorang master virus itu tak berpengaruh kepada ayah, dan jangan berpikir ayah memiliki anak haram kau tau ada teknologi yang namanya ******" bisik ayah.


"Ibu Nadia sedang kuliah ia harus menyelesaikan, dan lagi pula aku masih terlalu muda untuk menikah aku takut aku tak mampu menanggung beban yang besar di usia muda ini" ucap Faisal sembari berdiri.


"Nadia berhak mendapat yang lebih baik dariku aku bukan seseorang yang baik" ucap Faisal sembari mengeluarkan rokok.


"Kriiing..!" telfon ayah dan Faisal berbunyi bersamaan.


"Indonesia di serang" teriak kakek Pur dari telpon Faisal dan ayah.


Seketika Faisal dan ayah menghilang.


Seketika ruangan menjadi hening.


Nicho menyalakan televisi.


"Berita terkini jutaan pasukan dari negara barat menyerang negara Indonesia di akibatkan sebuah dugaan jikalau Indonesia melakukan jual beli manusia, pemerintah Amerika Serikat menyikapi hal ini dengan tegas dan mengirimkan satu juta tentara serta beberatus pesawat dan juga kapal, di bantu dengan negara lainya seperti Prancis, Italia, Belgia, Spanyol, Brazil, dan juga Jerman"


Seketika air mata Nadia jatuh dan segera mengambil ponselnya untuk menelpon orang tuanya.


"Jaringan Indonesia di matikan"


Nadia menjatuhkan ponselnya lalu ia terjatuh dan menangis ia menatap televisi dengan tatapan kosong bibirnya gentar air mata terus keluar.


Dengan sigap ibu datang dan memeluk Nadia sembari menenangkannya"kamu jangan khawatir Faisal akan menyelamatkan keluargamu" ucap ibu sembari meneteskan air mata.


"Nicho kelihatan cemas ia menonton berita dengan serius.


"Tuhan bencana apa lagi yang ingin kau kirim, kesalahan apa yang telah kami lakukan selama ini hingga kau sangat membenci kami" gumam ibu sembari memeluk Nadia dengan erat.


...****************...


Sementara itu di sebelah tenggara Indonesia.


Terlihat ribuan orang telah berbaris di bibir pantai dengan senjata yang bermacam-macam dari senjata berat hingga golok dan pisau serta bambu runcing.


Tak hanya itu terlihat pula ratusan kapan dan juga pesawat menunggu kedatangan musuh.

__ADS_1


"Musuh membawa banyak sekali monster kelelawar" ucap kakek Pur.


"Aku akan ikut bertarung" ucap presiden Indonesia.


"Jangan tuan anda harus tetap aman, kami akan menahan kata bajingan itu" ucap mentri pertahanan yang mana ia telah mengenakan peralatan tempur.


"Apa yang di katakan mentri pertahanan benar, pasukan akan melakukan yang terbaik anda jangan khawatir" ucap laksamana dengan tegas.


"Kami juga akan ikut memperjuangkan hak negara kita" ucap mayor jenderal.


"Kami juga akan ikut" ucap marsekal.


"Ini adalah tugas ku sebagai pemimpin di mana aku harus menjaga seluruh rakyatku dengan aman, aku juga seorang master" ucap presiden Indonesia.


Terlihat pasukan yang begitu mengerikan datang dari arah Australia banyak sekali monster yang berbeda-beda tak hanya monster kelelawar.


Tak hanya itu banyak sekali kapal yang berjejer bergerak bersamaan serta ada ratusan bahkan ribuan helikopter dan juga pesawat tempur.


"Semuanya ambil posisi bertahan..!" teriak laksamana.


"Semuanya siapkan meriam dan juga roket!" teriak mayor jenderal.


"Ambil posisi" ucap marsekal dengan radio.


Tanpa aba-aba pihak musuh melancarkan serangan dari roket kapal menuju para pejuang di bibir pantai.


Kakek Pur menjilat bibir kemudian terbang dan menebas puluhan roket hingga membuatnya meledak di tempat.


"Aku akan kesulitan menahan ini" ucap kakek Pur.


"Kau tidak sendirian" ucap salah satu kepala keluarga bangsawan yang bernama Cokro.


"Pelindung..!" teriak Cokro membentuk perisai yang terbentuk dari air laut.


Perisai itu berhasil menahan seluruh peluru hingga tak tersisa.


Kakek Pur tersenyum.


"Jangan diam saja mari kita serang" ucap Bejo salah satu kepala keluarga bangsawan.


Bejo mengangkat tangan lalu mengayunkan nya ke arah musuh menciptakan sebuah busur panah dari udara membuat puluhan kapal karam hingga meledak.


Tak tinggal diam para iblis mulai terbang untuk membunuh para pejuang yang berada di bibir pantai.


"Semuanya kalian harus bersatu untuk membunuh satu monster" teriak presiden Indonesia sembari memenggal satu kepala iblis kelelawar.


"Untung saja ibu ada di Amerika" ucap Adrianto sembari menebas kepala monster dengan santai sembari merokok.


"Dia adalah anak orang itu"

__ADS_1


"Dia sangat mengerikan sama seperti ayahnya"


"Kita harus serius jangan bergosip..!"


Ternyata Lucifer tak hanya menyerang dari sisi itu ia mengirim ratusan monster ke penjuru Indonesia tak terkecuali rumah orang tua Nadia.


Rumah orang tua Nadia.


Rumah kayu yang usang.


"Aaaa!" teriak para warga ketakutan melihat monster yang berterbangan di langit.


"Ibu aku takut..!" teriak adik Nadia sembari memeluk ibunya yang tengah duduk di suruh kamar dengan ketakutan.


"Dek kamu jaga lilia aku akan menahan monster yang masuk" ucap ayah Nadia sembari menutup pintu.


"Tua-tua begini aku juga veteran perang dulu, dasar monster sialan" ucap ayah Nadia sembari keluar dari rumah dengan membawa golok besar.


Terlihat monster kelelawar tengah mamakam kepala seorang pria, monster itu menoleh ke arah ayah Nadia dengan perlahan kemudian ia tersenyum.


"Sini dasar iblis..!" teriak ayah Nadia sembari berlari ke arah monster tersebut.


"Stank..!" serangannya di tahan kemudian di tolak.


Tak meherah ayah Nadia terus menyerang penuh dengan amarah namun semua serangannya di tangkis dengan santai oleh monster tersebut.


"Aku dulu juga merupakan seorang tentara yang berbakat aku tak boleh kalah oleh iblis" ucap ayah Nadia.


...****************...


Di ibu kota terlihat ratusan monster tengah terbang bersiap memangsa para penduduk yang ketakutan.


Sesaat sebelum para monster turun Faisal telah muncul di hadapan monster-monster tersebut sembari merokok.


"Ternyata kalian lagi" ucap Faisal sembari mengayunkan jarinya menebas ratusan monster itu secara bersamaan.


"System kota mana lagi yang di serang oleh monster?" tanya Faisal.


[Seluruh kota di Indonesia di serang oleh para monster di sarankan untuk host menggunakan jurus cengkeraman penghancur surga.]


"Ide bagus tapi itu terlalu cepat, aku akan menunggu beberapa saat siapa tau aku menemukan sesuatu yang menyenangkan" ucap Faisal sembari terbang mengelilingi Indonesia sembari membunuh monster yang ia temui.


...****************...


Terlihat ayah Nadia telah kelelahan untuk melawan sang monster terlihat santai sembari tertawa.


Tiba-tiba tubuh ayah Nadia berputar dan menebas tangan monster tersebut hingga putus.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2