Teleport System

Teleport System
Episode 61 sejarah


__ADS_3

"Namun tiba-tiba muncul empat orang yang di sebut dengan Great lord, mereka memiliki kekuatan yang sangat mengerikan mereka mampu melawan ratusan orc sendiri" ucap Cedric.


Faisal dan Bella terlihat sangat antusias dengan cerita yang di bawakan oleh Cedric.


"Great lord bertarung bersama selama puluhan tahun mempertahankan wilayah manusia, great lord mulai melatih orang-orang hingga mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan para orc setelah seratus tahun berlalu umat manusia berhasil melewati bencana yang mengerikan dan great lord membangun empat kekaisaran" ucap Cedric.


"Wah cerita yang anda bawakan sangat menghibur" ucap Bella.


"Nona ini bukan cerita tapi sejarah" ucap Cedric.


"Jika memang itu adalah sejarah mengapa tidak di temukan jejak orc atau mayatnya?" tanya Bella.


"Bella adalah seorang wanita yang pintar" gumam Faisal memperhatikan Bella dan Cedric sembari memakan buah.


"Memang tidak ada bukti keberadaan orc yang tertinggal saat ini namun, kisah ini telah di setujui kebenarannya oleh empat kekaisaran" jawab Cedric.


"Ya walaupun seperti itu seharusnya ada bukti yang menyatakan keberadaan orc seperti peninggalan" ucap Bella.


"Nona pengakuan dari keturunan great lord itu juga merupakan bukti yang mana dapat menduduki cerita ini sebagai sejarah yang faktual" jawab Cedric.


"Berhenti berdebat lebih baik kita makan, aku harus pergi ke istana malam ini untuk jamuan" ucap Faisal sembari berdiri.


"Ayo Bella kau juga di undang kita harus bersiap-siap" ucap Faisal kemudian ia berjalan pergi.


"System apa yang di katakan Cedric adalah kebenaran?" gumam Faisal.


[Benar namun tidak sepenuhnya benar, orc memang menyerang namun yang menyelamatkan umat manusia bukan great lord, great lord hanyalah murid dari seorang lord yang sebenarnya.]


"Lord dan lord sial penamaannya membuatku pusing" gumam Faisal.


"Lalu apa yang benar cepat ceritakan pada ku" gumam Faisal.


[Benua Dump di panda kehancuran selama 150 tahun sebelum munculnya para pengembangan beladiri seperti yang kita lihat yaitu para kesatria, oleh karena itu manusia kalah dan di bantai selama 150 tahun hingga muncul sesosok manusia yang dapat membunuh ribuan orc dalam sekali serangan, ia melatih empat orang manusia biasa yang menjadi cikal-bakal empat kekaisaran.]


"Jadi begitu selanjutnya apa?" gumam Faisal.


[Level system terlalu rendah untuk memberitahu sisanya.]


"Sial" gumam Faisal.


...****************...


Singkat cerita saat sore hari.


Faisal dan yang lainya tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara jamuan kerajaan yang di hadiri oleh raja dan para pangeran serta petinggi kerajaan seperti Duke dan juga jenderal satu.


"Pesat akan di lakukan dua hari lagi" gumam Faisal sembari mengancing bajunya sembari melihat cermin.


"Aku tak tau apa yang harus ku perbuat saat bertemu dengan sepupu-sepupuku nanti, ku harap tak ada hal buruk yang terjadi hingga aku tak perlu repot" gumam Faisal sembari mengambil jubah.


"Bella di undang karena ia memiliki darah kerajaan yang mana ia mendapatkan gelar putri" gumam Faisal.


Setelah selesai Faisal pun keluar kamarnya.


...****************...


Istana kerajaan.


Ruang makan.


Terlihat beberapa orang telah duduk dan masih ada juga beberapa kursi yang masih kosong terutama kursi raja.


"Kita datang terlalu awal" ucap seorang pemuda yang mengenakan baju zirah berwarna emas ia memiliki rambut panjang sedikit keriting berwarna pirang pria itu memiliki wajah yang tampan ia bernama Albert Graham yang merupakan pangeran ke enam kerajaan Kroas.


"Bersabarlah mereka masih dalam perjalanan" jawab seorang wanita ia terlihat sangat cantik dengan wajah imut bulat dan rambut lurus berwarna pirang tatapannya lembut namun alisnya tegas seperti sedang marah, ia merupakan putri Elisabeth Graham putri ke lima.


"Adik-adik kalian jangan berdebat lebih baik sabar dan menunggu" ucap pemuda bertubuh tegap dengan rambut panjang belah tengah serta wajah yang memiliki brewok pendek, ia adalah Dalbert Graham putra sulung raja.


Mendengar ucapan Dalbert Elisabeth dan Albert terdiam.


Singkat cerita hampir semua kursi telah terisi kecuali dua kursi yaitu kursi raja dan juga kursi paling ujung yang tak lain adalah kursi pangeran Alexander.

__ADS_1


"Si idiot itu terlambat" ucap Albert dengan kesal sembari melipat tangan.


"Sudah biasa dia terlalu bodoh untuk mengetahui jalan istana" ucap Elisabeth terlihat emosi.


"Maklumi saja dia masih muda dan bodoh kemungkinan besar ia tersesat di istana yang besar ini karena ia belum pernah ke sini sebelumnya" ucap seorang pria yang memiliki wajah paling tampan dari pada yang lain suaranya lembut hampir mirip seperti wanita rambutnya pirang menyala ia adalah Richard Graham pangeran kedua kerajaan Kroas.


Semua pun tertawa kecuali Dalbert yang hanya diam memperhatikan yang lain.


"Aku mendengar jika Alex memenangkan pertempuran di timur melawan kerajaan Esia" ucap pria yang memiliki tinggi lebih pendek dari yang lain dengan rambut merah kecoklatan namanya adalah Max Graham pangeran ketiga kerajaan Kroas.


"Aku mendengar tentang berita itu kak, dan juga ada berita jika ia berhasil selamat dari serangan kerajaan Esia ke kota salju" ucap pria yang memiliki wajah mirip seperti pangeran Richard ia adalah Arthur Graham yang merupakan pangeran keempat kerajaan Kroas.


"Apa kalian percaya?" ucap Albert dengan keras meledek.


"Ahahaha..!" tawa yang lainya.


"Bahkan monyet lebih pintar dalam memegang pedang di bandingkan dirinya" ucap Arthur tertawa lepas.


"Sudah pasti ia lari sambil teriak ibu ketika di medan perang" ucap Elisabeth.


"Ahahaha..! itu sangat lucu"


Serentak semua orang berhenti tertawa dan menatap ke arah asal suara.


Perlahan Faisal muncul sembari tertawa.


"Aku penyimpanan kenangan saat perang terjadi" ucap Faisal sembari melempar sebuah bola ke atas meja sembari berjalan ke arah kursinya.


"Duk" bola tersebut menggelinding.


Tatapan semua orang tertuju ke bola tersebut.


"Ini kelihatan familiar" gumam Richard terkejut.


Ternyata bola itu adalah bola mata jenderal yang di bunuh Faisal saat penyerangan terjadi.


"Tidak banyak, jadi aku hanya memiliki kenang-kenang itu" ucap Faisal sembari duduk.


"Hei babi berhenti membual" ucap pangeran Albert yang berada di samping Faisal dengan wajah kesal.


Semua orang menyaksikan mereka berdua.


"Apa kau kesal diri ku lebih baik dari mu" ucap Faisal meledek.


"Dasar anak haram!" teriak Albert dengan keras sembari memukul ke arah Faisal.


Semua orang terlihat menikmati kecuali Dalbert ia diam dengan tatapan marah melihat ke arah Albert.


"Aduh kak sakit" ucap Faisal sembari menahan tangan Albert dengan satu jari.


Semua orang terkejut.


"Pukulan seorang kesatria di level warrior menengah dapat ia tahan dengan dengan satu jari" gumam Richard kesal.


"Yang mulia raja yang perkasa dan yang paling tinggi di kerajaan Kroas Bravogar Graham memasuki ruangan"


Mendengar itu para pangeran dan putri diam dan memperbaiki duduknya.


Terlihat seorang pria bertubuh besar berambut keriting, panjangnya hingga ke perut, rambutnya berwarna pirang, wajah nya sangat serius setiap langkahnya mengandung aura yang kuat dan nafas yang begitu mengancam seakan sedang melihat harimau yang berjalan.


Pria itu yang tak lain adalah raja Bravogar Graham duduk di kursinya.


...****************...



Nama: Bravogar Graham


Umur:49 tahun


Ranah: Grand master puncak

__ADS_1


Spirit: api dan cahaya


Telent: Bersek dan swordsman



Nama: Dalbert Graham


Umur:33 tahun


level: master


spirit: cahaya


Telent: witch



Nama: Richard Graham


Umur: 29 tahun


Level: Alite menengah


spirit: api


talent: swordsman



Nama: Max Graham


umur: 26 tahun


level: warrior puncak


spirit: air


telent: herbalist/aklemis



Nama: Arthur Graham


umur: 24 tahun


level: Warrior menengah


spirit: api


telent: swordsman



Nama: Elisabeth Graham


umur: 22 tahun


Level: warrior puncak


spirit: api dan cahaya


telent: swordsman



Nama: Dalbert Graham


Umur: 20 tahun


Level: warrior awal

__ADS_1


spirit: angin


telent: Spearman


__ADS_2