
"Bella bagaimana dengan sekolah mu?" tanya Faisal sembari terus berjalan mengabaikan kejadian di aula makan.
Bella terdiam sejenak dengan ekspresi sedih"semuanya baik, aku melalui tahun-tahun dengan sangat gembira dan juga tenang, sekolah di sana sangat nyaman orang-orang di sana juga ramah terutama guru, guru di sana sangatlah hebat dan luar biasa" jawab Bella yang tiba-tiba tersenyum.
"Wah terdengar sangat menyenangkan, aku di sini juga merasa sangat bahagia karena tempat tinggal yang nyaman walau terkadang akan menjadi dingin, orang-orang di sini juga sangat baik terutama paman Cedric. Namun, terkadang aku merasa sedih karena merindukanmu" ucap Faisal dengan wajah bahagia perlahan sedih.
Bella memegang pipi Faisal dan membuat ia menatap wajah Bella" Kamu jangan khawatir, sekarang aku ada di sini kau jangan bersedih lagi aku akan selalu ada di sisi mu" ucap Bella dengan lembut.
"Bajing*n aku belum pernah berada di posisi ini, sial sial sial jantung ku berdebar sangat cepat" gumam Faisal.
"Terimakasih Bella" ucap Faisal sembari tersenyum.
"Tetaplah menjadi orang yang berpikir seperti anak-anak, dunia ini terlalu kejam untuk ku Alex, kau harus tetap seperti ini" gumam Bella sembari mengelus kepala Faisal.
...****************...
Singkat cerita malam pun tiba.
Di kamar Bella yang telah di siapkan sedemikian rupa oleh Faisal.
"Bella aku telah mempersiapkan kamar ini khusu untuk mu, karena kau menyukai warna kuning aku memasang banyak barang dengan warna kuning agar kau betah tinggal di sini" ucap Faisal sembari menunjukkan kamar milik Bella.
"Hahah.. terimakasih Alex kau baik sekali" ucap Bella tertawa kecil sembari tersenyum.
"Bella ini sudah malam aku pergi ke kamar dulu aku sedikit mengantuk" ucap Faisal sembari berjalan mundur ke arah pintu.
"Baiklah kau tidur dengan nyenyak agar bermimpi indah" jawab Bella.
"Kau juga, selamat malam" ucap Faisal sembari melambai ke arah Bella dengan senyuman.
"Malam juga" jawab Bella sembari melambai dan tersenyum membalas Faisal.
"Huuuf.." Bella menghela nafas.
"Faisal kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, bahkan sekarang aku hanya setinggi pundaknya saja" gumam Bella sembari berjalan ke arah meja di dekat jendela.
"Malam di sini begitu dingin berbeda dengan di sana" gumam Bella sembari duduk di kursi menatap langit yang di penuhi bintang.
"Kita menatap bulan yang sama" gumam Bella sembari menulis di sebuah buku.
...****************...
Di lorong istana.
Terlihat Faisal tengah berjalan dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Duak.. dush..!" suara pertempuran yang terdengar samar dari luar.
"Sial ada pertarungan, ku harap Bella tidak melihat atau mendengar pertarungan itu" gumam Faisal.
Faisal pun berlari.
...****************...
Di halaman istana.
Terlihat seorang pria tengah berdiri sembari merentangkan kedua tangannya seraya berkata" Serang diri ku, serang..!"
"Dia memiliki kekuatan di atas kita semua, kalian harus berhati-hati jangan sampai terprovokasi" ucap Harold yang tengah berdiri memasang kuda-kuda di depan Danieal dan juga Pieter.
"Tuan apa yang harus kita lakukan, lebih baik anda pergi membawa yang mulia pangeran Alex dan juga putri Bella pergi aku akan menahan dia" ucap Pieter.
"Bodoh..! hanya dalam sekali gerakan ia dapat membunuh mu, kau pikir kau dapat menahan dirinya berapa lama, bahkan jikalau itu aku aku tak dapat menjamin diri ku bisa menang melawannya" ucap Harold memotong ucapan Pieter dengan emosi.
"Aku tak tau akan melakukan apa karena aku di sini yang terlemah" ucap Daniela yang terlihat pasrah.
Terlihat pria itu mengelus jenggotnya yang panjang berwarna putih sembari tersenyum"apa sekarang giliran ku untuk menyerang..?" tanya pria itu sembari tersenyum lebar terlihat seperti monster yang akan memangsa buruannya.
"Bersiap aku tak tau siapa yang akan ia serang jadi kalian persiapkan diri untuk bertahan" bisik Harold sembari mengeluarkan kuda-kuda bertahan.
Harold terkejut namun ia tak sempat bereaksi.
"Stum..!" suara pukulan yang sangat keras hingga mengakibatkan ledakan yang menggetarkan kota salju hingga mengagetkan warga.
Terlihat asap mengepung tempat pertarungan dengan sangat tebal hingga menutupi pria yang sebelumnya bersama Harold dan yang lainya.
"Baru ku tinggal bersama Bella beberapa saat, kalian sudah membuat masalah lagi" terdengar suara Faisal dari dalam kepungan asap.
Tiba-tiba Pieter melotot melihat punggung Faisal di depan Harold ia tengah menahan pukulan pria yang sebelumnya dengan kaki kanan.
"Apa kau tak ingin berhenti floki?" tanya Faisal .
Asap pun memudar terlihat pria tersebut telah berlutut di hadapan Faisal seraya berkata" maafkan kesalahan hamba yang mulia" ucap pria tersebut penuh sesal.
[Karakter telah di tiba.
Nama: Floki
umur:129 tahun
level: grand master puncak
__ADS_1
spirit: tumbuhan
Note: Floki merupakan ahli kapal suku viking yang berjuang bersama Ragnar untuk menguasai Eropa, ia memiliki kekuatan yang besar karena merupakan berseker dan juga wawasan yang luas mengenai kapal dan pembuatan senjata ia mati karena usia tua di saat kejayaannya.]
Terlihat Harold, Pieter, dan juga Daniela terkejut hingga membuat mereka ternganga karena hal tersebut.
"Perkenalkan dia adalah Floki, dia akan menjadi salah satu bagian dari kita mulai sekarang" ucap Faisal sembari memegang pundak Floki.
"Ini benar yang mulia?, bukankah sebelumnya ia tak seperti ini. Dia sekarang lebih kuat di bandingkan diri ku dan juga tuan Harold yang berada di level master puncak. Apa ini nyata.?" gumam Pieter yang terlihat benar-benar terkejut atas apa yang terjadi sebelumnya.
"Apa yang terjadi paman..!" teriak Bella sembari membuka pintu istana secara tiba-tiba.
"Tidak ada apa-apa Bella" jawab Pieter yang tengah duduk mengelilingi api unggun bersama yang lainya.
"Halo Bella..!" ucap Faisal melambai ke arah Bella.
"Ledakan apa tadi?" tanya Bella sembari berjalan ke arah mereka.
"Tadi paman Floki menunjukkan ilmu sihir maaf jika mengganggu mu" jawab Faisal sembari berdiri.
"Syukurlah tidak ada yang terjadi kepada kalian, aku merasa sangat khawatir" ucap Bella sembari mengelus kepala Faisal.
"Ayo putri kembali ke kamar, mari ku antar" ucap Pieter
"Baiklah kalau di sini baik-baik saja" jawab Bella sembari berjalan kembali masuk ke dalam istana.
"Mengapa kau datang membawa keributan" ucap Faisal yang terlihat kesal.
"Maaf yang mulia ini kesalahan hamba, mereka menantang ku terlebih dahulu dengan mengatakan kata-kata yang tidak pantas" jawab Floki yang terlihat menyesal.
Faisal melirik ke arah Harold.
"Yang mulia, kami menanyakan alasan ia datang tapi tiba-tiba ia mengeluarkan aura kami tak ada cara lain jadi kami menyerangnya" ucap Harold.
...****************...
Bersambung...
Nama: Floki
umur: 129 tahun
level: grand master puncak
__ADS_1