
Serentak semuanya berdiri"salam yang mulia raja" ucap semuanya serentak sembari menunduk dengan hormat.
Raja Bravogar pun duduk"duduklah" ucap raja Bravogar suaranya sangat berat dan bulat terdengar sangat berwibawa dan juga menakutkan.
Para pangeran dan putri pun duduk.
"Ia memiliki kekuatan yang besar namun lebih kuat Floki" gumam Faisal memperhatikan raja.
Seketika raja Bravogar menatap tajam ke arah Faisal sontak Faisal menunduk karena terkejut.
"Sial nalurinya sangat tajam" gumam Faisal gugup.
Hidangan mulai di sajikan oleh para pelayan, dalam waktu singkat meja telah di penuhi oleh makanan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
"Apa kalian sudah mengetahui alasan mengapa aku mengundang kalian makan di sini?" tanya raja Bravogar sembari membalik piring.
Semuanya terdiam.
"Yang mulia kami belum mengetahuinya" jawab Dalbert.
"Jangan tegang anggap ini adalah makan malam keluarga" ucap raja Bravogar sembari mengambil makanan.
"Jika memang ini adalah makan malam keluarga kenapa anak haram dari bibi di undang" bisik Albert pada Faisal.
"Dia adalah keponakan ku dan sudah tanggung jawab ku merawatnya karena ibunya telah tiada, tidak ada hubungannya ia adalah anak haram atau bukan sampai kapanpun ia akan tetap menjadi kepoka ku. Albert kau masih muda namun diri mu telah di penuhi oleh kesombongan" ucap raja Bravogar.
"Maaf ayah" ucap Albert sembari menunduk ketakutan.
"Menarik" gumam Faisal tersenyum.
"Alex aku telah mendengar berita tentang kemenangan mu atas perang di timur dan juga keberhasilan mu mempertahankan kota salju dari penyerangan" ucap raja Bravogar.
Semua orang terdiam.
"Aku merasa senang dan bangga atas keberhasilan mu dan aku akan memberikan mu satu permintaan" ucap raja Bravogar.
"Tunggu ayah, apa itu pantas?" tanya Richard kesal.
"Benar ayah apa ia pantas menerima hadiah ini?" tanya Albert.
"Richard Albert kalian sudah dewasa mengapa kalian selalu memojokkan Alex, tentu ia pantas mendapatkan hadiah" ucap Albert menasehati kedua adiknya.
"Apa yang di katakan kak Richard dan adik Albert ada benarnya ayah, bahkan aku yang merupakan orang paling jenius di kerajaan ini tidak mendapatkan hadiah itu" ucap Elisabeth dengan kesal.
__ADS_1
"Raja Bravogar terkenal sangat keras dan tak berperasaan saat di pertempuran, namun itu berbeda saat berada di lingkungan keluarga" gumam Faisal sembari meminum air.
"Ku taruh kau di medan perang melawan sepuluh ribu pasukan kerajaan Kroas yang di pimpin oleh seorang kolonel yang hebat, dan kau hanya ku berikan lima ribu pasukan dengan satu kesatria pemula apa kau berani?" tanya raja Bravogar dengan nada tinggi.
Semuanya terdiam.
"Bagaimana dengan mu Richard apa kau berani?, bagaimana dengan mu Albert, atau diri mu Elisabeth yang paling jenius" tanya raja Bravogar dengan emosi.
"Ayah itu mustahil untuk di lakukan sama saja bunuh diri" ucap Richard.
"Lihat Alex, apa ia mati?" tanya raja.
Semua mata tertuju pada Faisal.
"Ia mampu memenangkan pertempuran hanya dengan 5000 pasukan dan bahkan ia hanya kekhilangan 3000 lebih pasukan saja apa ia tidak pantas menerima hadiah. Bahkan dirinya belum mendapatkan upacara kedewasaan" ucap raja Bravogar.
Faisal hanya fokus makan.
"Ayah Alex memang berhak mendapatkan hadiah yang sepadan" ucap Dalbert menenangkan raja Bravogar yang emosi.
"Tap!" Faisal menangkap sebuah anak panah yang mengarah pada raja.
Semua orang terkejut.
"Ia dapat menangkap anak panah dengan tangan kosong" gumam raja Bravogar tersenyum.
Faisal memberikan anak panah itu pada raja Bravogar.
"Yang mulia saya ingin menggunakan permintaan saya sekarang" ucap Faisal.
"Baiklah apa yang kau inginkan?" tanya raja Bravogar.
"Saya ingin kembali ke istana saya sekarang dan saya mohon undur diri lebih awal" jawab Faisal.
Semua terdiam mendengar permintaan Faisal.
"Apa dia bodoh, ia dapat meminta apapun namun ia hanya meminta izin untuk kembali lebih awal" gumam Albert kesal.
"Dasar sialan ia mengambil perhatian ayah yang seharusnya menjadi milikku" gumam Elisabeth sembari memandang Faisal penuh kebencian.
"Aku merasakan niat pembunuh yang kuat dari tatapan beberapa pangeran dan juga putri" gumam Faisal.
"Hanya itu?, pergilah tapi ku anggap itu tidak termasuk permintaan" jawab raja Bravogar.
__ADS_1
"Baiklah yang mulia dan terimakasih atas hadiah yang anda berikan saya pamit undur diri" ucap Faisal sembari berlutut.
"Bangunlah kau itu keponakan ku jangan rusak harga diri mu dengan berlutut pada orang lain" ucap raja Bravogar sembari membangunkan Faisal.
"Yang mulia saya melihat anda sebagai paman bukan seorang raja, saya berlutut karena menghormati anda sebagai paman dan juga ayah saya" jawab Faisal.
"Jangan terlalu formal kita ini keluarga" ucap raja Bravogar.
"Maaf yang mulia" jawab Faisal.
"Saya mohon undur diri" ucap Faisal sembari berjalan mundur.
"Adik ia mirip dengan mu maaf kan aku Alex karena membiarkan mu menderita selama ini, aku telah kembali dari medan perang dan aku akan membalas semua kesalahan ku padamu dan ibu mu" gumam raja Bravogar.
"Misi pertama membuat kesan yang bagus pada raja, berhasil" gumam Faisal sembari meninggalkan istana.
...****************...
Di istana ibu Faisal.
"Yang mulia saya telah mengirimkan pesan kepada Floki tentang persiapan perang" ucap Harold sembari berlutut pada Faisal yang tengah berdiri di teras.
"Apa balasannya?" tanya Faisal dengan mata yang tertuju pada bulan yang bersinar nan terlihat besar.
"Floki telah mempersiapkan armor, senjata, serta senjata berat seperti yang anda inginkan, empat suku telah setuju membantu anda dan mereka mengatakan akan ikut perang dan memberikan semua laki-laki dewasa di suku" jawab Harold.
"Jika di tambah pasukan empat suku maka berapa banyak prajurit yang kita miliki?" tanya Faisal.
"Kita memiliki 6000 pasukan terlatih terdiri dari 5000 pasukan yang hampir naik ke level warrior, 500 kesatria awal yang di dominasi oleh pemuda dari empat suku, 200 di level warrior menengah pasukan ini juga di dominasi oleh empat suku, lalu 250 di level warrior puncak seluruh pasukan ini merupakan orang-orang dari empat suku, 50 prajurit berada di level alite prajurit ini merupakan binaan Floki sendiri" jawab Harold.
"Sial tanpa ku sadari kekuatan militer kita sangat kuat bahkan hampir menyamai kekuatan militer kekaisaran" gumam Faisal sembari tersenyum.
"Harold kumpulan data mengenai kota yang akan kita serang, kau tanyakan pada Cedric" ucap Faisal.
"Kota apa yang akan kita serang yang mulia?" tanya Harold.
"Dristia yang akan kita serang adalah kota Distria" jawab Faisal.
"Siap yang mulia" ucap Harold kemudian ia menghilang.
"Ku harap aku berhasil mendapatkan kota itu tanpa korban sipil atau kematian pasukan ku" gumam Faisal sembari meminum anggur.
...****************...
__ADS_1
Bersambung...