Teleport System

Teleport System
Episode 79 sebuah misteri


__ADS_3

"Aku sempat khawatir dengan keadaannya yang terlihat seperti robot yang tak berperasaan tapi,'ya syukurlah sekarang ia telah baik-baik saja" ucap Adrianto sembari menatap bintang-bintang di langit.


"Apa kau penasaran dengan wanita yang menghancurkan hati Faisal?" tanya kakek Pur sembari mengambil sebatang rokok di dalam kotak.


Aku pernah menemuinya, wanita itu cukup cantik namun memiliki masalah psikologis yang parah akibat trauma yang ia alami sejak kecil" jawab Adrianto.


"Apakah itu alasan kau membiarkan wanita itu hidup damai meski telah menghancurkan adikmu?" tanya kakek Pur.


"Apa yang di alami Faisal saat itu adalah hasil dari pilihannya, seharusnya ia dapat memperkirakan apa yang akan terjadi ketika siap membangun hubungan dengan wanita seperti itu" jawab Adrianto sembari mengambil sebatang rokok.


****************


Keesokan harinya.


Di rumah kakek Pur.


"Apa yang kau dapatkan sal?" tanya Adrianto kepada Faisal yang tengah berjalan menuju rumah kakek Pur.


"Nanti saja saat di rumah akan ku tunjukkan" jawab Faisal.


"Apa kau mendapatkan kontraktor ampas hingga kau malu untuk menunjukkannya?" tanya ayah yang tengah berjalan di belakang Faisal dan Adrianto.


"Tidak, aku hanya ingin pulang ke rumah terlebih dahulu aku sangat lapar" jawab Faisal sembari memegang perutnya.


"Kakek pergi ke ladang untuk mengontrol para pekerja, ayah akan pergi menemuinya" ucap ayah sembari berjalan ke kanan.


"Aku ingin membeli beberapa bir kau pulang saja duluan" ucap Adrianto sembari berjalan ke kiri.


"Sial mereka meninggal diri ku" gumam Faisal sembari memandang Adrianto yang tengah berjalan dengan tangan di dalam kantong celana terlihat sangat gagah dari belakang.


Faisal lanjut berjalan ke rumah kakek Pur.


"Aku harus segera kembali ke benua Dump, system telah meningkat dengan pesat karena diriku menyelesaikan banyak misi dalam satu waktu yang sama. Aku dapat membeli banyak peralatan dunia di toko serta beberapa tanaman obat dan juga teknik yang lebih kuat" gumam Faisal sembari berjalan sembari menikmati pemandangan sawah berundak yang memanjakan mata di mana padi-padi mulai menguning menandakan panen akan segera tiba.


Faisal menarik nafas panjang penuh nikmat.


"Bau embun pagi yang memanjakan hidung serta paru-paru" ucap Faisal sembari menghembuskan nafas.


Terlihat rumah kakek Pur sudah terlihat tak jauh dari Faisal.


"Mobil siapa itu?" gumam Faisal sembari memperhatikan beberapa mobil sedan hitam yang berhenti di depan gerbang rumah kakek Pur.


"Faisal..!" teriak Nicho lewat jendela mobil yang terbuka.


"Loh Nicho?" gumam Faisal terlihat kebingungan.


Nicho pun keluar dan berjalan mendekati Faisal.


"Ada perlu apa?" tanya Faisal.

__ADS_1


"Lebih baik kau bertanya kepada tante mu dan juga om mu, aku saja di ajak ke sini" jawab Nicho.


"Hmm, bagaimana keadaanmu saat break terjadi?" tanya Faisal.


"Tentu saja aku baik-baik saja buktinya aku berada di samping mu" jawab Nicho.


"Ku pikir kau telah mati di makan monster, baru saja aku berpikir untuk membuat upacara kematian mu" ucap Faisal.


Nicho mendorong Faisal"bajingan kau" ucap nya dengan kesal.


"Ya.. tapi kau hebat karena dapat selamat dengan keadaan utuh" ucap Faisal sembari masuk ke dalam gerbang yang di bukakan oleh penjaga.


Terlihat om Hendra tengah menerima telepon di tengah jalan menyita perhatian Faisal.


"Kenapa ada om Hendra?" gumam Faisal sembari menatap om Hendra.


Om Hendra membalas tatapan Faisal lalu mematikan telpon.


"Apa yang terjadi om?" tanya Faisal.


"Di mana ayah dan Adrianto?" tanya om Hendra kepada Faisal.


"Mereka sedang keluar" jawab Faisal.


"Terdapat beberapa warga yang mati dengan keadaan mengenaskan di cam pengungsian, aku membawa Nita dan Nabila dan juga teman mu agar mereka aman selagi aku dan uang lain menyelidiki kasus ini" ucap om Hendra menggunakan telepati pada Faisal.


"Ada apa?" tanya Nicho yang kebingungan karena Faisal yang tiba-tiba berhenti.


"Ah,' tidak ada apa-apa ayo masuk" jawab Faisal sembari lanjut berjalan.


"Bagaimana keadaan mayat mereka?" tanya Faisal menggunakan telepati.


"Tubuh mereka kering, kulit mereka berubah menjadi putih pucat mereka terlihat seperti habis di panggang karena tubuh mereka yang kering" jawab om Hendra menggunakan telepati sembari berjalan menuju gerbang.


"Sepertinya ini ulah iblis darah jikalau menurut informasi dari ingatan yang di berikan kakek Sen padaku" gumam Faisal sembari masuk ke dalam rumah.


Terlihat ibu, tante Nita, Nabila, dan juga nenek tengah duduk di ruang tamu.


"Nah itu Faisal" ucap ibu ketika melihat Faisal datang.


Seketika semua melihat ke arah Faisal.


"Apa kabar kalian semua?" tanya Faisal sembari mengambil buah apel yang berada di keranjang buah di atas meja di dekat Faisal.


"Nicho kau tidur di kamarku saja, di sana ada dua ranjang" ucap Faisal sembari duduk di sofa di ikuti oleh Nicho.


"Seharusnya kami yang bertanya tentang kabarmu yang melompat ke arah monster" ucap tante Nita dengan wajah kesal.


****************

__ADS_1


Saat malam hari.


Terlihat Faisal tengah berjalan di taman bersama Nicho.


"Apa orangtua mu menelpon atau mereka mencoba menghubungi mu?" tanya Faisal.


"Ya tidak bisa di harap" jawab Nicho.


"Tenanglah anggap saja keluargaku juga keluargamu, ibuku sepertinya menyukaimu terlihat dari betapa perhatiannya padamu" ucap Faisal.


"Ku harap begitu aku takut menjadi beban untukmu dan keluargamu" ucap Nicho.


"Kau jangan khawatir" jawab Faisal.


"Sampai kapanpun kau akan menjadi beban ku dan keluargaku karena keselamatan mu adalah tanggung jawab kami" gumam Faisal.


"Aku harus ke benua Dump untuk mengambil beberapa barang sebagai alat penangkap iblis darah" gumam Faisal sembari menatap bulan purnama yang bersinar terang.


"Bukannya indah" ucap Nicho.


"Ya,'lalu apa kau akan berubah menjadi serigala karena bulan itu?" tanya Faisal.


"Tentu saja tidak, aku ibu real manusia bukan sepertimu manusia jadi-jadian yang bisa terbang dan membunuh monster" ucap Nicho.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Faisal terlihat curiga.


"Nabila yang menceritakannya selama kami di cam pengungsian" jawab Nicho.


"Apa lagi yang ia ceritakan, apa dia menceritakan ketampanan ku?" tanya Faisal dengan wajah meledek.


"Tidak" jawab Nicho


"Nicho kau harus mengerti dan memahami akan ada banyak orang yang kau temui di dalam perjalananmu dan kau tak dapat memaksa semuanya untuk ikut berjalan bersamamu" ucap Faisal.


Nicho terlihat kebingungan.


"Apa yang kau bicarakan aku tak mengerti?" tanya Nicho kebingungan.


"Suatu saat kau akan mengerti" jawab Faisal.


"Untuk saat ini sekolah akan di liburkan dan kita akan di pindah ke sekolah lain, kakek akan mengurus surat pindah sekolah mu" ucap Faisal.


"Kita akan pindah kemana?" tanya Nicho.


"Amerika"


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2