Teleport System

Teleport System
Episode 157 ikatan suci telah di buat


__ADS_3

Terlihat sesosok wanita yang mengenakan pakaian serba putih dengan wajah yang di tutupi oleh cadar turun dari atas tangga dengan sangat anggun, seketika semua orang menatap ke arah wanita itu seolah terhipnotis akan keanggunannya.


Mata tak berkedip saat menatap sesosok wanita yang menuruni tangga, tak lama turun seorang pria dengan pakaian gagah dan juga mewah dengan wajah yang terlihat begitu berkarisma serta sangat menggoda hati para wanita terkesan?, tentu saja para wanita di ruangan mulai berteriak seakan kehilangan kendali akan diri mereka.


Faisal berjalan menuruni tangga tanpa mengungkap ekspresi wajah datar terlihat begitu maco.


"Dia sangat tampan"


"Wah lihat tubuhnya sangat bugar dan tegap terlihat sangat berwibawa"


"Lihatlah cara ia berjalan jejaknya meninggalkan sebuah aura yang begitu karismatik"


Terlihat pula raja Darsa dan ketiga adiknya muncul di kursi mereka masing-masing, sontak seluruh tamu undangan membungkuk dan memberikan penghormatan.


Raja Darsa mengangkat tangan kemudian semua orang kembali bangkit.


"Hari ini kita akan melakukan sebuah upacara pernikahan antara putri Saras dan juga tuan Alexander selaku murid langsung dari yang terhormat yang mulia raja Darsa" ucap seorang penghulu yang telah berdiri di mimbar di hadapan seluruh orang.


Faisal dan putri Saras berjalan menaiki panggung.


"Upacara yang sakral yang mana hanya di lakukan sekali seumur hidup untuk suku Arya, ikatan ini hanya bisa di buat sekali seumur hidup oleh anggota kerajaan, pengantin silahkan berlutut" ucap sang pendeta.


"Atas nama Aleka surga bagi para iblis di dunia, aku mengutus dua orang ini untuk meneruskan garis keturunan suku Arya dengan menyerahkan nyawa yang ku punya buatlah mereka bahagia hingga menghasilkan banyak keturunan Arya yang hebat di masa depan" ucap penghulu itu sembari menyayat urat nadi di tangan kirinya.


"Upacara ini di buat dengan tambahan kontrak darah yang mana mengharuskan kedua mempelai untuk tetap bersama hingga salah satu dari mereka mati, aku khawatir di masa depan hal ini akan menjadi sebuah masalah mengingat yang mulia belum membuat ikatan pernikahan dengan nyonya Nadia" gumam Deviatan yang tengah berdiri bersandar di ujung ruangan .


Penghulu itu menuangkan darahnya yang mengalir ke atas kepala Faisal dan putri Saras, setelah itu ia berkeliling membentuk sebuah pola misterius.


****************


Pernikahan telah di laksanakan.


(Sengaja gak di terusin karena adegan terlalu sadis)


Para pengantin mulai dikerumuni oleh para tamu undangan, Faisal dan Saras keliatan kewalahan karena banyaknya pertanyaan yang di lontarkan kepada mereka.


Ada sesuatu yang menarik di dalam ruangan tersebut yaitu raja Darsa dan ketiga adiknya yang berkumpul bersama Deviatan.


"Kerja sama apa yang ingin kau ajukan wahai raja Deviatan?" tanya raja Daras penuh hormat.

__ADS_1


"Kami memiliki produk yang banyak dan cukup laku di pasaran, aku ingin membangun cabang di kerajaan anda tak hanya itu saya juga ingin membangun persahabatan di antara kerajaan kita" jawab Deviatan.


"Apakah anda yakin ingin membangun hubungan dengan kerajaan iblis yang menjadi musuh utama organisasi pagoda surgawi?" tanya raja Darsa.


"Aku bukan bagian dari pagoda surgawi, dan tentang latar belakang kalian yang merupakan iblis aku tak keberatan karena aku juga seorang iblis. Aku ingin membangun hubungan dengan kerajaan yang melakukan banyak kebaikan yang benar-benar terlihat tidak seperti kebanyakan kerajaan yang hanya menyebarkan rumor tanpa mempertunjukan aksi" jawab raja Deviatan.


"Hahahaha.. Kau orang yang menarik aku menyukaimu, baiklah setelah acara ini kita dapat menerus masalah ini untuk sekarang mari kita berpesta bahagia" ucap raja Darsa sembari mengambil dua gelas wine kemudian memberikannya kepada raja Daras.


"Tentu saja yang mulia" jawab Deviatan.


****************


Terlihat Faisal dan Saras tengah duduk di meja yang telah di sediakan khusus untuk mereka.


"Sialan aku sangat jengkel dengan pertanyaan mereka, aku telah menjawab semuanya dengan jawaban yang sama tapi mereka tetap bertanya" bisik Faisal sembari memotong daging.


"Jika tau akan seperti ini lebih baik aku tetap kabur" bisik Saras.


"Jadi apa kalian telah memikirkan ingin punya anak berapa?" tanya pangeran Raksha sembari duduk di hadapan mereka.


Seketika wajah putri Saras memerah.


"Ayah..!" teriak putri Saras sembari melempar meja.


"Brak..!" semua orang menatap ke arah Saras yang mengamuk.


****************


Saat malam hari pesta pernikahan masih tetap di lakukan selama 7 hari penuh lampu tak pernah padam menerangi kerajaan Aloka.


****************


7 hari kemudian.


Di kamar Faisal.


Terlihat ia tengah berbaring menatap langit-langit dengan tubuh yang kelihatan lemas.


"Aku tidak merasa lelah namun aku merasa tertekan, para bajingan itu tak membiarkan aku sendirian selalu saja menanyakan pertanyaan aneh" ucap Faisal.

__ADS_1


"Aku sedikit terkejut ternyata ayahku memiliki hubungan dengan raja Darsa" gumam Faisal sembari mengeluarkan sebuah foto yang begitu mirip dengan wajahnya.


"Aku tak mengetahui bagaimana keadaan ayahku bahkan aku tak mengetahui keadaan ayahku, perasaan ini membuatku ingin mengeluarkan air mata namun otakku menolaknya" ucap Faisal.


"Menjadi sebuah dilema di dalam dirimu tentang perasaan yang sedang ku rasakan, saat ini aku hanya ingin tidur dan menikmati hari esok" gumam Faisal sembari menutup mata.


Terlihat Deviatan muncul di kamar Faisal.


"Yang mulia aku pamit untuk pergi" bisik Deviatan.


Seketika Faisal bangun dan menatap ke arah Deviatan yang ternyata telah menghilang"aku merasakan ada seseorang yang berbisik di sana" gumam Faisal.


Sementara itu di atas atap.


"Insting yang mulia sangatlah tajam aku hampir ketahuan" gumam Deviatan setelah itu ia menghilang.


...****************...


Keesokan harinya.


Di pagi hari yang begitu cerah penuh dengan semangat Faisal berjalan ke arah taman membawa pedang seberat 20 ton yang telah di siapkan raja Darsa untuk Faisal berlatih.


"Tak ada waktu untuk memikirkan masa lalu yang harus ku lakukan saat ini adalah berlatih dan menjadi lebih baik lagi di masa depan, aku memilih banyak tujuan tak hanya satu" ucap Faisal sembari ia mulai mengayunkan pedang tersebut.


"Duts..! Dust..!" suara yang di hasilkan dari tebasan pedang tersebut.


Terlihat putri Saras berjalan ke arah Faisal.


"Hei kau sangat suka berlatih hah?" ucap Saras setelah ia menaruh makanan untuk Faisal.


"Dunia ini hanya mengakui kekuatan, aku harus melindungi mu meskipun kita membangun hubungan tanpa adanya perasaan tapi sudah menjadi tanggung jawab ku untuk melindungi mu" jawab Faisal sembari terus mengayunkan pedang.


Tanpa sadar putri Saras tersenyum.


"Itu sudah tugas ayahku kau jangan berlagak kuat" ucap putri Saras dengan angkuh.


...****************...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2