
"Aduh.." ucap seorang pemuda yang terjatuh di belakang Faisal.
Faisal berbalik lalu menatap pemuda itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Faisal sembari mengulurkan tangannya.
"Ah aku baik-baik saja" jawab pemuda itu sembari perlahan menoleh ke arah Faisal sambil ia mengelus kepalanya.
"Gila.. orang ini sangat tampan, apa dia malaikat" gumam pemuda itu yang terlihat amat terkejut dan kagum oleh ketampanan yang di miliki Faisal.
"Aku.." ucap pemuda itu yang tiba-tiba terhenti karena ia di tendang oleh pria yang lainya.
"Duak..!" suara tubuh pemuda itu yang di tendang dengan keras.
Sontak Faisal menatap tajam ke arah pria yang menendang pemuda tadi.
"Apa..! beraninya kau menatap bos kami seperti itu" teriak teman pria itu secara tiba-tiba tepat di hadapan wajah Faisal.
Dalam sekejap Faisal dan pemuda yang sebelumnya telah di kepung.
"Tahan amarah mu Faisal, ini bukan dunia yang bebas hukum lebih baik bawa pemuda ini agar aman" gumam Faisal sembari mengangkat pemuda yang sebelumnya ke bahu nya dengan satu tangan.
Pemuda itu terlihat kebingungan karena tubuh nya di angkat seperti kapas.
Para pria yang melihat hal itu tiba-tiba mundur dan memberi jalan untuk Faisal mereka terlihat syok dan takut.
"Tenang, aku tak ingin mencari masalah di hari pertama sekolah ku. Ku harap kalian juga memiliki pikiran yang sama dengan ku" ucap Faisal sembari berjalan keluar dari kerumunan.
"Hahaha... jangan kau kira karena bisa mengangkat budak itu dirimu merasa hebat, aku akan mencari mu dan membuat mu tak bisa berjalan lagi" ucap pria yang menendang pemuda tadi yang terlihat angkuh dan sombong.
Pria itu mengenakan pakaian yang sama dengan Faisal, ia memiliki rambut yang panjang dan kriting berwarna kuning. Kulitnya sawo matang. Mata nya berwarna biru.
"Wah anak baru itu berada di dalam masalah"
"Dia akan habis di sekolah ini"ucap para murid berbisik.
"Kita lihat saja siapa yang akan habis" gumam Faisal tersenyum kecil.
...****************...
Di lapangan tengah sekolah yang berada tepat di tengah antara empat bangunan yang berdiri di sana.
Terlihat para murid baru telah berbaris dengan rapi.
"Hei maaf karena sudah membuatmu repot untuk menolong ku" ucap pemuda yang sebelumnya di selamatkan Faisal ia berdiri tepat di samping kanan Faisal yang tengah berdiri sembari memperhatikan guru yang tengah berbicara di panggung menggunakan bahasa Inggris.
"Oh,'tidak masalah nama ku Faisal siapa nama mu" jawab Faisal tanpa memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Nama ku Nicholas Hoult" ucap Nicho sembari menunduk.
"Ia terlihat seperti murid yang pintar dan ambisius, bahkan ia tidak menoleh ke arah ku karena fokus mendengar guru yang berbicara. Memang sempurna" gumam Nicho.
"Guru ini ngomong apa, pura-pura memperhatikan saja lah" gumam Faisal yang terlihat serius.
Terlihat Nabila datang menghampiri Faisal.
"Faisal.. ini uangmu tadi" bisik Nabila dengan keras sembari memberikan uang yang tadi.
Faisal menoleh" loh Nabila," melihat ke arah uang 50 ribu di tanah Nabila" ambil saja aku masih ada uang" ucap Faisal sembari tersenyum ke arah Nabila.
"Cieeeee.!" ucap beberapa murid di sekitar barisan Faisal dan Nabila.
Nabila tersipu malu"sial..! ucap Nabila sembari melempar uang itu ke arah Faisal.
Faisal menangkap uang itu"Dia kenapa..?" gumam Faisal yang terlihat kebingungan melihat Nabila yang tiba-tiba pergi sembari menunduk.
"Aneh, kau tau kenapa dia jadi seperti itu?" tanya Faisal kepada Nicho.
Nicho menatap Faisal dengan wajah bingung" Loh kok tanya aku?" ucap Nicho kebingungan.
...****************...
Singkat cerita upacara pembukaan acara telah selesai.
"Kita satu kelompok?" tanah Nicho.
"Ya" jawab Faisal singkat.
"Baiklah ayo kita pergi ke pembimbing kelompok kita" ucap Nicho yang terlihat kecewa dan pasrah.
"Nicho" ucap Faisal.
"Ada apa?" tanya Nicho.
"Aku tidak mengerti bahasa Inggris" jawab Faisal.
"Apa...!" Nicho tiba-tiba berteriak karena terkejut dengan ucapan Faisal, sontak semua orang menoleh ke arah Nicho.
"Ya aku dulu dari desa, jadi aku tidak mengerti bahasa Inggris" ucap Faisal.
"Bukanya kau itu pacarnya Nabila..? bunga sekolah di SMP ku dulu" ucap Nicho.
"Cuih.. kami tidak pacaran dia itu adik sepupu ku" jawab Faisal yang terlihat kesal.
"Loh, malah lebih tidak masuk akal keluarga Nabila adalah keluarga konglomerat seharusnya kau ada di kelas yang sama dengan Nabila" ucap Nicho.
__ADS_1
"Aku hidup di desa sedari kecil jadi sulit untuk ku menerima pendidikan yang sama dengan Nabila" jawab Faisal.
"Duh,'baiklah aku akan menterjemahkan ucapan pembimbing nanti saat di kelompok" ucap Nicho.
"Terimakasih" ucap Faisal sembari tersenyum ke arah Nicho.
...****************...
Singkat cerita sampailah mereka di tempat kelompok berkumpul.
"Nama kelompok kita adalah harimau" ucap Nicho memberitahu Faisal.
"Kekanak-kanakan" ucap Faisal.
"Halo selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Jhon Luis saya merupakan pembimbing yang akan memandu tur sekolah kali ini" ucap seorang pria yang memiliki tubuh besar terlihat atletis wajah nya seperti orang timur alias Arab namun memiliki kulit yang coklat, matanya berwarna hijau rambutnya berwarna hitam.
"Dia memiliki kekuatan di atas rata-rata" gumam Faisal sembari memperhatikan aura milik Jhon yang keluar berwarna hijau samar dan juga redup.
Jhon melirik ke arah Faisal yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata, rata-rata murid di sekitarnya hanya setinggi bahunya saja"Dia merupakan seniman beladiri, namun aku tak dapat menentukan kekuatan yang ia miliki aku harus waspada" gumam Jhon.
Faisal dan Jhon bertatapan.
Terlihat Jhon gemetar saat Faisal menatapnya.
"Aura hitam yang sangat pekat" gumam Jhon ketakutan dan merasa tertekan melihat aura pembunuh Faisal yang bocor sedikit.
Faisal tersenyum dan Jhon pun terlihat lega.
"Baiklah mari kita mulai tur kali ini" ucap Jhon sembari berjalan mengikuti kelompok lainya yang sudah pergi duluan.
"Dia ingin mengetes ku, aku hanya mengeluarkan sedikit aura pembunuh" guamm Faisal tersenyum sedikit.
Dadi kejauhan Nabila menatap Faisal yang tengah berjalan bersama kelompoknya"Itu Faisal, lihat saja nanti saat di rumah akan ku beri pelajaran karena membuatku malu" gumam Nabila yang terlihat marah.
"Faisal boleh minta nomor hp mu?" tanah Nicho.
"Ohw tentu saja" jawab Faisal sembari mengeluarkan hp miliknya dadi kantong.
"Hp merek apa itu..!" teriak seorang murid yang berada di belakang Faisal.
"Ini merek xiomo" jawab Faisal.
"Ahahaha..! ada orang miskin di sini, dia memakai hp mereka China hei" teriak murid itu sangat keras hingga membuat semua orang menatap kepadanya.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1