
"Maaf nyonya" ucap Boru sembari menunduk.
Terlihat dokter keluar sembari melepas sarung tangan penuh darah.
Dengan sigap Nadia berjalan ke arah dokter.
"Bagaimana keadaan keluarga saya dok?" tanya Nadia penuh khawatir.
"Untuk saat ini mereka aman, orang tua mu sedang koma aku tak tau berapa lama lagi mereka bisa hidup" jawab dokter dengan serius.
"Dok tolong selamatkan orang tua saya, saya akan melakukan apapun" ucap Nadia sembari jatuh berlutut di bawah kaki sang dokter.
Dokter itu menatap tubuh Nadia kemudian memegang pundaknya"aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan mereka, kau bisa datang ke kantorku nanti malam hanya dirimu" bisik sang dokter kemudian pergi.
Nadia terdiam sejenak"aku tak boleh meminta bantuan lagi kepada keluarga Faisal aku sudah terlalu banyak meminta kepada mereka, untuk kali ini aku harus melakukannya sendiri" gumam Nadia sembari berdiri.
"Bagaimana Nadia?" tanya ibu.
"Adik ku baik-baik saja ia hanya mengalami sedikit trauma sedangkan orang tua ku mereka koma dan tak dapat di pastikan kapan mereka bisa sadar" jawab Nadia dengan sedih.
Ibu memeluk Nadia"kamu jangan sedih ibu ada di sini ibu akan selalu mendukungmu" ucap ibu.
Nadia memeluk ibu dengan erat.
"Sampai kapan aku harus melihat hal menjijikan ini, rasa simpati yang begitu menjijikan" gumam Boru menatap ibu dengan kesal.
...****************...
Di rumah keluarga Handoko saat malam hari.
Di kamar Faisal.
Terlihat Faisal masih terbaring tak sadarkan diri.
"Bang kau tidak bangun?" ucap adik Faisal yang bernama zahirul.
Nama:zahirul Lana Handoko
Umur: 10 tahun
Level:----
Note: ia merupakan adik pertama Faisal merupakan anak yang sangat cerdas serta mandiri.
"Jangan ganggu dia" ucap seorang balita kecil memarahi zahirul.
Balita itu adalah adik bungsu Faisal yang bernama dara.
"Tubuhnya banyak tato aku juga menginginkannya saat dewasa" ucap Zahirul sembari menyentuh tato matahari di bahu Faisal.
Seketika Faisal membuka mata lalu duduk, hal tersebut membuat zahirul dan Dara terkejut hingga terjatuh.
"Rasanya sungguh tidak nyaman" ucap Faisal sembari meregangkan tubuhnya.
"System apa yang terjadi?" tanya Faisal sembari memegang pundaknya yang berdenyut.
[Raja singa atau dewa singa telah masuk ke dalam dunia ini dan ia membantu untuk membunuh pasukan iblis. Dewa singa yang di maksud adalah ayah dari Lioan dan Lioin oleh karena itu mereka berusaha ingin keluar.]
__ADS_1
Seketika Lioan dan Lioin keluar dengan wujud singa kecil.
"Boneka singa..!" teriak Dara sembari melompat ke atas kasur.
Faisal terkejut hingga jatuh ke bawah.
"Dara?" gumam Faisal menatap adiknya yang sedang memeluk Lioan sangat keras.
Lioin kelihatan kesal dan mengeluarkan aura yang sangat kuat hingga membuat Faisal tertekan.
Anehnya Dara dan juga zahirul kelihatan santai dan bermain dengan Lioan.
"Hei jangan sentuh saudaraku seperti itu dia adalah dewa" ucap Lioin penuh amarah.
Seketika dewa singa dan juga kakek sen muncul di belakang zahirul dan Dara.
"Ayah..!" ucap Lioin sembari melompat ke pelukan dewa singa atau Lion.
...****************...
Beberapa saat kemudian di ruang tamu.
"Jadi bagaimana bisa kalian menghilang?" tanya Lion kepada kedua anaknya.
"Ayahanda kami di kirim ke sebuah ruangan yang begitu gelap dan sangat menyiksa selama ribuan tahun, kami tak tau siapa yang melakukan ini tetapi dapat di pastikan ia memiliki kekuatan di atas kita semua bahkan jika kita bersatu kita akan tetap kalah" ucap Lioan.
"Kemudian ada sesosok bayangan putih yang menunjukan kepada kami keadaan dunia kita yang hancur dan berantakan ia mengatakan akan menyelamatkan dunia jikalau bersedia untuk membantunya sebagai pendamping sang penyelamat" ucap Lioin.
"Penyelamat yang kau maksud adalah Faisal?" tanya Lion.
"Benar" jawab mereka berdua bersamaan.
"Aku bukan penyelamat" ucap Faisal sembari berjalan pergi.
"Setelah apa yang terjadi aku merasa tidak layak untuk di sebut sebagai penyelamat" gumam Faisal.
Faisal membuka pintu keluar yang mana pintu itu mengarah ke rumah sakit tempat Nadia dan yang lainya berada.
Semua orang terkejut kecuali Lioan dan Lioin.
"Kekuatan teleportasi hanya di miliki oleh dewa dimensi yang mana merupakan maha dewa" gumam kakek Sen terkejut.
Lion menatap kakek sen"sepertinya dia memikirkan hal yang sama sepertiku" gumam Lioan.
"Bang aku ikut!" teriak Dara sembari berlari ke arah Faisal.
Nama:Dara Handoko
Umur: 5 tahun
Level:---
note:Adik bungsu Faisal ia lahir layaknya keajaiban peri kecil yang jahil membawa kebahagiaan untuk semua orang ia mandiri dan juga penurut kepada ibu.
Dara berlari mengejar Faisal.
"Dara tunggu..!" teriak Zahirul mengejar Dara dengan khawatir.
__ADS_1
Faisal tak bereaksi ia terus berjalan masuk.
Terlihat ibu dan Boru tengah duduk di dekat ruang ICU.
Faisal berjalan ke arahnya.
"Ibu..!" teriak Dara sangat keras hingga membuat ibu terkejut dan menoleh ke arahnya.
"Dara..!" jawab ibu sembari berjalan ke arah Dara dengan tersenyum.
"Kenapa Faisal datang tanpa mengenakan baju?" gumam ibu sembari menatap Faisal kebingungan.
"Tubuhnya penuh luka" gumam ibu sembari memeluk Dara.
"Bang pakai bajumu!" teriak Zahirul menyusul mereka.
...****************...
Beberapa saat kemudian.
"Bagaimana keadaan orang yang ku kirim?" tanya Faisal.
"Maksudmu orang tua Nadia?" jawab ibu sembari membuka camilan untuk Dara.
"Kedua orang tuanya sedang koma dan sekarang ia sedang datang ke ruangan dokter" jawab ibu.
Faisal menatap Boru ia membalas dengan anggukan.
Seketika Boru menghilang.
"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya ibu.
"Ibu tidak merasakannya gempa yang terjadi serta suara ledakan yang keras?" tanya Faisal.
"Ibu merasakannya, ibu tak merasa takut karena ibu yakin selagi ada kalian ibu pasti akan selalu aman" jawab ibu.
"Semoga" gumam Faisal.
"Di mana ayah dan abang mu?" tanya ibu.
"Mereka sedang membantu evakuasi korban akibat penyerangan total ada 24 ribu korban jiwa akibat insiden ini" jawab Faisal sembari menunduk seakan menyesal.
"Sayang kamu jangan merasa sedih, kematian memang tak dapat di hindari jangan salahkan dirimu atas kematian para korban" ucap ibu menasehati Faisal.
"Ibu aku hampir membuat semua orang mati termasuk ayah, abang, dan juga kakek ini semua adalah salahku karena ketidakmampuanku dalam berlatih aku terlalu terlena selama ini" ucap Faisal.
"Sayang kamu adalah anak yang paling jenius kamu itu hebat, ibu yakin kamu tidak berhenti berlatih selama ini semua telah di takdirkan jangan bersedih" ucap ibu sembari mengelus rambut Faisal.
Faisal menatap ibu.
"Semuanya" ucap Faisal dalam pikiran.
Seketika muncul Goku, Leviathan, Deviatan, serta Cyrus mereka berlutut dengan tampilan manusia yang tampan.
Kemunculan mereka mengakibatkan bencana di beberapa tempat.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1