
Tiba-tiba Faisal menatap tajam ke arah pohon yang berada jauh dari mereka.
Terlihat Danieal berlari dengan cepat ke arah Faisal.
"Bella" teriak Salsa sembari turun dari kuda.
Tiba-tiba Faisal berdiri dengan menggendong Bella yang tak sadarkan diri.
"Yang mulia apa anda baik-baik saja?" tanya Danieal.
"Aku baik, panggil tabib" jawab Faisal terburu-buru kemudian ia melompat sangat jauh.
Salsa terkejut melihat hal itu ia ternganga seakan tak percaya Faisal dapat melompat hingga ratusan kilometer dalam sekali gerakan.
Danieal berlari kemudian menunjuk Salsa"rahasiakan apa yang terjadi" ucapnya kemudian ia berlari dan melompat ke atap warga.
...****************...
Terlihat Faisal melompat dengan cepat dari satu rumah ke rumah yang lain.
"Detak jantung Bella melemah, aku takut ia memiliki penyakit yang cukup parah" gumam Faisal yang terlihat khawatir.
"System dapatkan kau memeriksa apa yang terjadi pada Bella?" gumam Faisal.
[Bella memiliki trauma berat yang membuatnya tak sadarkan diri ketika mengalami benturan yang keras terhadap tubuhnya di bagian apapun, selain itu Bella memiliki penyakit jantung yaitu lemah jantung dan di perkirakan umurnya tersisa 5 tahun lagi.]
Faisal terlihat terkejut membaca hal tersebut"mengapa di dalam ingatan Alex tak ada informasi mengenai penyakit Bella" gumam Faisal.
[Saat ini Bella mengalami serangan jantung akibat kurangnya asupan darah untuk jantung di karenakan syok yang parah, Bella dapat bertahan hidup karena kalung sihir yang ia pakai namun kalung tersebut hanya dapat membantunya tetap hidup selama 1 bulan.]
Faisal pun tiba di istana ia bergegas masuk ke dalam dan berlari ke kamar Bella.
"Sial masalah datang bergantian, aku perlu istirahat" gumam Faisal sembari mendobrak pintu kamar Bella yang terkunci.
[System dapat membantu host mengamankan Bella dengan waktu 5 hari agar Bella tak mengalami kelumpuhan atau struk saat bangun. Di sarankan host mempelajari keahlian bedah dan melakukan operasi terhadap Bella secepat mungkin.]
"Apa kau menjualnya?" tanya Faisal sembari membaringkan Bella ke atas kasur.
[Tentu mempelajari teknik bedah tingkat tinggi memotong 1000 koin emas.]
"Sial harganya tidak masuk akal" gumam Faisal.
[Harga ini telah termasuk dengan peralatan dan juga alat bantu hidup seperti infus dan yang lainya untuk pasien.]
"Baiklah aku akan melakukan yang terbaik untuk Bella" ucap Faisal.
...****************...
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
Danieal, Cedric, Harold,Floki, Salsa, tetua Brox, dan juga seorang tabib datang dan langsung masuk ke dalam kamar Bella.
Seketika langkah mereka terhenti ketika melihat peralatan operasi yang aneh di mata mereka telah terpasang penuh di sekeliling Faisal yang tengah melakukan operasi.
"Hei apa yang kau lakukan..!" teriak Salsa sembari berlari ke arah Faisal.
Tiba-tiba Faisal mengarahkan tangan kanannya ke arah Salsa dengan mata yang masih fokus dengan operasi.
"Duaks..!" suara tenaga dalam yang mengenai perut Salsa membuatnya terpental ke tembok luar kamar.
"Bajingan" teriak tetua Brox dengan marah sembari mengeluarkan senjata dan juga aura yang begitu kuat.
"Jangan bunuh dia" ucap Faisal.
Tiba-tiba Floki menggenggam pundak Brox dengan satu tangan, gejolak aura keluar dengan ganas dari tubuh Floki dan juga Harold membuat tabib terjatuh karena tekanan yang di keluarkan oleh mereka.
Harold membuat penghalang untuk Cedric dan juga tabib serta Danieal.
"Tuan apa yang di lakukan pangeran?" tanya tabib setelah ia merasa baikan.
Cedric menatap tabib"jangan khawatir aku yakin yang di lakukan yang mulia itu demi kebaikan Bella" jawab Cedric.
Tetua Brox Berlutut dengan tubuh yang gemetar dan mata yang memutih akibat tekanan yang di berikan secara langsung oleh Floki dan juga Harold.
Floki tersenyum melihat wajah tetua Brox"di mana sikap sombong mu itu, kau menganggap kami rendah bukan" ucap Floki.
...****************...
Beberapa saat kemudian Faisal pun telah selesai melakukan operasi.
Terlihat ia berjalan ke arah Harold dan yang lainya di depan pintu, Faisal berjalan sembari melepas sarung tangan.
"Jangan bertanya tentang hal ini" ucap Faisal dengan ekspresi datar.
"Bawa tetua Brox dan juga Salsa ke kamar mereka dan berikan perawatan agar mereka tetap hidup" ucap Faisal menatap ke arah Salsa yang tak sadarkan diri terbaring tengkurap di dekat dinding.
"Aku ingin beristirahat tolong jaga Bella dan bangunkan aku jika ia telah sadar" ucap Faisal sembari ia berjalan pergi.
"Aku harus kembali ke bumi untuk membeli beberapa obat dan juga peralatannya, system tidak menjual obat-obatan kapsul dan juga sirup, system hanya menjual ramuan dan juga Pill walau ada beberapa obat moderen namun kurang lengkap" gumam Faisal.
...****************...
Sementara itu di bumi.
Di kamar Faisal terlihat ia tengah tidur dengan pulas.
__ADS_1
Tante Nita berjalan perlahan dengan wajah kesal mendekati kasur Faisal.
"Anak ini sudah hampir jam enam namun belum bangun" bisik tante Nita dengan kesal, kemudian tante Nita mengambil guling dan memukul wajah Faisal sembari berkata"bangun"
Seketika Faisal bangun dan menghirup nafas panjang lalu ia menatap tante Nita.
"Aku kembali ke bumi" gumam Faisal.
"Bruk" tante Nita memukul wajah Faisal dengan guling.
"Cepat mandi kau akan terlambat" ucap tante Nita sembari berjalan keluar.
"Aku harus membeli beberapa obat dan juga beberapa bahan untuk membuat senjata" gumam Faisal sembari ia turun dari ranjang.
...****************...
Saat di sekolah.
Terlihat Faisal duduk di kursi miliknya yang berada di belakang ujung dekat jendela, ia duduk termenung sembari melihat pemandangan para siswa berjalan.
"Apa aku harus menghubungi Jarot untuk membantu mencarikan bahan dan juga mencari ahli agar aku dapat belajar" gumam Faisal.
Terlihat Nicho berjalan perlahan ke arah Faisal, spontan Faisal melihat ke arah Nicho.
Nicho tersenyum dan melambai"selamat pagi" ucap nya.
"Berhenti bersikap seperti perempuan" ucap Faisal kemudian ia kembali melihat jendela.
Nicho tertawa kecil lalu ia duduk di bangku depan Faisal.
"Bagaimana hari mu kemarin?" tanya Nicho.
"Hanya makan kemudian tidur" jawab Faisal.
"Sepertinya Faisal memiliki banyak masalah" gumam Nicho.
"Orang tua mu bekerja apa?" tanya Faisal.
"Ayah ku bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan, ia sebenarnya merupakan direktur pelabuhan tersebut jadi ayah ku mengurus pelabuhan dan sekaligus membantu buruh angkut" jawab Nicho.
"Jadi ayah mu tau dari mana barang-barang di kirim dan dari siapa" tanya Faisal.
"Benar ayah ku mengetahuinya, ayah ku sebenarnya merupakan mantan veteran perang" jawab Nicho kemudian ia mendekat.
"Barang yang di terima di pelabuhan adalah bahan-bahan untuk keperluan militer seperti senjata, dan juga beberapa bom" bisik Nicho.
...****************...
__ADS_1
Bersambung..