Teleport System

Teleport System
Episode 53 perjalanan


__ADS_3

Faisal dan yang lainya memulai perjalanan.


Keberangkatan mereka di sertai dengan lemparan buah pinus dan tangisan beberapa orang yang merasa sedih ketika Faisal meninggalkan kota dalam jangka waktu yang lama.


Floki dan Akin mengantar kepergian Faisal hingga ke depan gerbang bersama warga desa, prajurit, dan juga para budak yang kini berstatus bebas.


Faisal melambai dari kejauhan, ia menaiki kuda hitam.


...****************...


Singkat cerita beberapa jam kemudian.


Faisal masih melakukan perjalanan, Faisal memimpin rombongannya ia berada di paling depan dengan pakaian tebal berbulu karena suhu yang dingin.


Mereka melaju dengan kecepatan sedang karena medan yang di lewati cukup sulit karena banyak terdapat ranting pohon besar serta batu bahkan beberapa kali ada pohon yang tumbang.


"Aku membawa 100 pasukan yang berada di level warrior menengah" gumam Faisal sembari memperhatikan sekitar.


Harold maju mendekat Faisal dengan kuda.


"Yang mulia sebentar lagi kita akan tiba di sebuah desa kurang lebih lima jam lagi kita akan tiba di sana. Kita berhenti dan beristirahat di sana atau kita lanjut perjalanan?" tanya Harold.


"Kita istirahat di sana, kita membawa beberapa wanita dan juga ada Cedric mereka perlu istirahat" jawab Faisal.


"Baiklah yang mulia" ucap Harold memperlambat laju kudanya.


"Aku harus mencari orang-orang berbakat untuk menambah kekuatan tempur ku di masa depan" gumam Faisal.


...****************...


Di dalam kereta kuda.


Terlihat Bella tengah berbaring di kursi dengan selimut tebal menutupinya.


"Kemana Alex pergi?" tanya Bella sembari menatap Cedric yang duduk di kursi sebrang.


Cedric berjalan mendekati Bella lalu duduk di bawah"Yang mulia memimpin perjalanan ia berada di depan barisan" jawab Cedric.


"Mengapa ia tak masuk di luar pasti dingin nanti dia sakit" ucap Bella.


"Jangan khawatir yang mulia memakai baju yang tebal dan juga jubah bulu beruang yang membuat hangat. Anda beristirahat saja" jawab Cedric.


Bella berusaha duduk di bantu Cedric.


"Apa yang anda perlukan?" tanya Cedric.


"Aku ingin melihat pemandangan dari jendela" jawab Bella sembari bergeser mendekat ke arah jendela.


"Berhati-hatilah anda masih belum sehat perjalanan kita masih jauh" ucap Cedric.


"Kau jangan khawatir aku baik-baik saja" jawab Bella.


Bella menatap pepohonan yang di tutupi salju selama perjalanan ia diam termenung"Alex aku tak memahami diri mu, aku merasa kau bukan Alex yang ku kenal" gumam Bella terlihat sedih.

__ADS_1


...****************...


Tak terasa langit yang awalnya biru mulai berubah menjadi oren suhu mulai menurun drastis hal tersebut membuat pergerakan rombong Faisal melambat akibat dingin yang menusuk para kuda.


"Harold berapa lama lagi kita akan tiba di desa jika masih lama kita berhenti saja untuk mendirikan tenda" tanya Faisal berteriak.


Harold mendekati Faisal"yang mulia sebentar lagi kita akan tiba di desa kurang lebih lima belas menit lagi" jawab Harold.


"Baiklah" ucap Faisal sembari menatap langit yang mulia mendung.


"Sebentar lagi akan hujan aku haru cepat menuju desa" gumam Faisal.


"Kecepatan penuh..!" teriak Faisal sembari menambah kecepatan.


...****************...


Singkat cerita sampailah mereka di sebuah desa yang kecil.


"Desa ini terlihat cukup nyaman dan juga aman" gumam Faisal memperhatikan desa saat masuk.


Terlihat beberapa orang berdiri menghadang Faisal.


Faisal menghentikan kuda di ikuti yang lainya.


Harold turun dari kuda bersama dengan Danieal mereka berjalan ke arah sekumpulan orang itu.


"Maaf sebelumnya kamu datang tanpa memberikan kabar" ucap Danieal dengan sopan.


"Kalian siapa?" tanya seorang pria sembari maju.


Seketika tubuh mereka gemetar sekejap mereka berlutut.


"Maaf karena kami lancang menghadang kalian mohon ampuni kami" ucap pria itu memohon belas kasih.


Terlihat Faisal berjalan ke arah mereka, Harold dan Danieal membuka jalan untuk Faisal.


"Ada apa ini?" tanya Faisal.


"Yang mulia tidak ada masalah hanya salah paham saja" jawab Danieal.


Mendengar ucapan Danieal sekelompok orang itu tiba-tiba bersujud sembari berkata"yang mulia" dengan keras.


Mendengar hal itu warga desa yang tersisa berkumpul dan bersujud ke arah Faisal sembari mengatakan"yang mulia".


Faisal menggelengkan kepalanya dan menghela nafas"otak mereka rusak"gumam Faisal.


"Bangun" ucap Faisal.


Seluruh warga pun berdiri namun dan menunduk.


"Daniel bangun tenda untuk pasukan dan siapkan api untuk menghangatkan diri dan juga para kuda" ucap Faisal.


"Siap yang mulia" jawab Danieal kemudian ia pergi.

__ADS_1


"Siapa kepala desa di sini?" tanya Faisal.


Pria yang sebelumnya berbicara maju dengan kepala tertunduk.


"Ceritakan apa yang terjadi di desa ini" ucap Faisal.


...****************...


beberapa saat kemudian.


Di sebuah ruang makan yang sederhana dengan penerangan lentera.


Terlihat Faisal, Bella, Cedric, dan juga Harold serta kepala desa tengah duduk dan makan bersama.


"Bella apa kau baik-baik saja?" tanya Faisal kepada Bella yang duduk di sampingnya.


"Aku baik-baik saja kau jangan khawatir, lebih baik kau mengkhawatirkan diri mu yang telah berada di luar ruangan selama seharian" jawab Bella sembari memegang pipi Faisal yang dingin.


"Faisal apa kau baik-baik saja pipi mu sangat dingin" tanya Bella terkejut.


Faisal memegang tangan Bella yang berada di pipinya"jangan khawatir aku baik-baik saja, makan sup ku kemudian kita istirahat" jawab Faisal dengan lembut.


"Kau tau ketika yang mulia bersama Bella mereka bersikap seakan dunia hanya milik mereka berdua" bisi Cedric kepada Harold.


"Biasa mereka masih muda, mereka itu sedang di mabuk cinta" jawab Harold berbisik.


Merekapun lanjut makan.


Setelah selesai makan Faisal mengantar Bella ke ruangan yang telah di siapkan untuknya beristirahat.


Saat di dalam kamar.


"Bella aku harus mengurus yang lainya dulu kau harus istirahat" ucap Faisal sembari menarik selimut menutupi tubuh Bella.


Tiba-tiba Bella memegang tangan Faisal"temani aku tidur, kau tetap di sini" ucap Bella.


"Aku akan segera kembali kau tunggu saja" jawab Faisal sembari mengelus rambut Bella dengan tersenyum.


...****************...


Sementara itu kepala desa dan Harold telah menunggu Faisal di meja makan yang telah di bersihkan.


Faisal turun dari atas kemudian ia duduk bersama mereka.


"Aku telah melihat beberapa hal yang aneh di desa ini, apa ada hal buruk yang menimpa desa ini?" tanya Faisal.


"Yang mulia suhu saat ini sangat dingin dan juga cuaca tidak menentu kami sering mengalami gagal panen" jawab kepala desa dengan wajah sedih.


"Jadi ini alasan kalian kekurangan makanan bahkan tak dapat menjamu kami?" tanya Faisal.


"Benar yang mulia selain itu prajurit kerajaan selalu menagih pajak lebih awal dan lebih mahal di banding lima tahun yang lalu" jawab kepala desa sembari menunduk, air matanya menetes.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2