
Nicho memeluk Nabila sangat erat sembari menangis dengan keras seolah ia adalah seorang bayi yang tengah merengek dengan ibunya.
Nabila bersikap dewasa ia membalas pelukan Nicho dengan lembut dan mengelus kepalanya.
...****************...
16 tahun yang lalu.
Bandung.
Sebuah rumah kecil sederhana di pinggir kota.
Terlihat seorang bayi laki-laki yang masih berumur kurang lebih 1 tahun tengah terbaring di ruang tamu.
Terlihat pula sepasang suami istri tengah duduk menjaga bayi tersebut.
"Anak siapa ini?" tanya ibu Nicho yang bernama Lia.
Ayah Nicho yang bernama Nathan teriak sembari menatap bayi tersebut.
Lia mencengkram kerah baju Nathan dengan keras seraya berkata"anak siapa ini!" dengan suara yang keras serta mata yang melotot.
"Ia adalah anak dari mantan pacarku, ibunya telah mati dan ia tak memiliki siapa-siapa lagi" jawab Nathan.
"Siapa ayahnya?" tanya Lia.
"Ayahnya adalah aku" jawab Nathan.
"Brengsek..!" ucap Lia sembari menampar Nathan sangat keras kemudian ia pergi meninggalkan mereka ke kamar.
Nathan adalah seorang pria tampan yang terlahir dari keluarga sederhana yang mana keluarga itu hancur ketika kedua orang tua Nathan meninggal dunia karena kecelakaan.
Nathan hidup sebatang kara saat di umur 19 tahun ia harus bekerja untuk memenuhi kehidupan dan kebutuhan sekolah.
Saat ini ia telah menikah di usia 27 tahun dengan wanita cantik dan sombong bernama Lia.
Mereka menikah selama 3 tahun namun belum di karuniai seorang anak kehidupan mereka sangat bahagia meskipun tanpa ada momongan.
Nathan bekerja di pelabuhan sebagai seorang operator dan juga ia memiliki tokok sembako yang cukup besar pekerjaan dapat mencukupi kehidupan mereka bahkan lebih.
Hingga di malam itu ada seorang teman Nathan yang mengantar seorang anak yang tak lain adalah Nicho kebenaran terungkap.
Ternyata Nathan masih berhubungan dengan mantannya bahkan memiliki anak betapa kecewanya Lia saat mengetahui hal itu.
...****************...
Semalaman Nathan duduk sembari menatap wajah bayi yang tertidur pulas.
Sempat terlintas di benaknya untuk membunuh anak itu karena ia tak ingin Lia pergi.
"Lebih baik kau menyusul ibumu" ucap Nathan sembari mengangkat kaki Nicho dengan satu tangan.
__ADS_1
Nicho kecil menangis sangat keras, Nathan tak mempedulikan tangisan itu seolah ia sedang di rasuki oleh iblis.
Nathan berjalan ke kamar mandi kemudian mengisi bak hingga penuh.
"Aku tak ingin kehilangan Lia lebih baik kau yang pergi bersama ibumu ke surga, aku minta maaf aku benar-benar tak berdaya" ucap Nathan sembari menangis ia terpaksa melakukan hal tersebut walau sebenarnya ia tak ingin melakukannya.
Tangannya gemetar saat ia mengangkat Nicho air mata jatuh layaknya hujan, seketika sebuah pelukan hangat di luncurkan oleh Lia yang ternyata ia juga menangis.
"Biarkan ia hidup, dirinya tak bersalah" ucap Lia sembari menangis.
Segera Nathan memeluk Nicho sangat erat"maafkan ayah, maafkan ayah" ucapnya sangat keras.
Sejak malam itu mereka memutuskan untuk mengurus Nicho dengan baik.
Hari-hari berjalan begitu bahagia dengan di temani Nicho yang seolah menjadi sebuah pewarna dalam hidup mereka.
Nicho tumbuh dengan kecerdasan yang tinggi hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nathan dan juga Lia.
Setiap hari mereka selalu menyempatkan diri untuk saling bercerita meskipun Nathan sangat sibuk, di akhir pekan mereka selalu pergi berlibur ke tempat yang berbeda.
Di pantai yang sepi.
Terlihat Nathan dan Lia tenaga berlari mengejar Nicho.
"Nicho tunggu ibu..!" teriak Lia sembari mengejar Nicho sembari tertawa.
Saat itu Nicho telah berumur 8 tahun.
"Hei pelan-pelan" ucap Nathan yang terlihat lelah.
Nicho tumbuh dengan imajinasi yang kuat ia memanggil ibu dan ayahnya dengan sebutan ibu ratu dan juga raja tua terkadang juga ia memanggil ibunda dan ayahanda.
Hingga suatu hari terjadi sebuah insiden yang menjadikan kenangan indah seolah hanya sebuah mimpi bagi Nicho.
Saat Nicho berumur 10 tahun terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya di mana ia bertabrakan dengan mobil saat bermain sepeda.
Ginjalnya hancur dan ia membutuhkan ginjal baru.
...****************...
Di rumah sakit.
Terlihat Lia dan Nicho tengah berdiri di dekat ruang ICU.
Lia tak berhenti menangis sembari ia menggigit kuku karena ia gelisah dan sangat khawatir.
Ayah terus berjalan mondar-mandir di depan Lia.
"Cleb" pintu di buka dan dokter berjalan keluar.
Dengan sigap Nathan dan Lia menghampiri dokter tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Nicho?" ucap Lia dan Nathan bersamaan.
"Kondisi pasien saat ini tengah kritis akibat ginjal yang hancur, kita memerlukan tranplantasi organ secepat mungkin" jawab dokter.
"Ambil ginjal ku" ucap Nathan dan Lia.
"Apakah kalian yakin?" tanya dokter.
"Kami yakin" jawab mereka berdua dengan serentak.
Kemudian dokter melakukan pemeriksaan kecocokan DNA, dan ternyata Nicho dan juga Nathan tak memiliki hubungan darah sedikitpun.
Sejak saat itu perhatikan yang dulu di berikan kini tak ada lagi Nicho hidup dengan penderitaan di mana ia selalu mendapatkan siksaan dari Lia dan Nathan seolah tak peduli dengan Nicho ia pergi merantau dan jarang kembali.
...****************...
Nicho menangis di pelukan Nabila sangat lama ia meluapkan semua emosinya semua rasa lelah dan juga rasa sakit yang ia terima selama ini.
Nabila memeluk Nicho seolah ia paham apa yang telah di rasakan oleh Nicho selama ini.
Perlahan Nicho melepaskan pelukannya, Nabila memegang pipi Nicho"apa kau merasa baikan?" tanya Nabila.
"Aku benar-benar lemah, aku bahkan menangis seperti bayi di hadapan wanita" ucap Nicho.
"Memang apa masalahnya jika seorang laki-laki menangis?" tanya Nabila.
"Aku seharusnya menjadi orang yang kuat di hadapan orang yang ku cinta bukan menjadi bayi saat di sampingnya" ucap Nicho.
Nabila menarik Nicho mendekat lalu berbisik di telinganya"aku lebih suka orang yang ku cinta bersikap seperti bayi saat bersama ku, Nicho aku mencintaimu"
Nicho terdiam ia terkejut.
Tiba-tiba Nabila mencium Nicho dan menjatuhkan ke tanah kemudian ia naik ke atas tubuh Nicho.
Seolah menjadi mangsa Nicho hanya diam pasrah.
"Nicho aku akan selalu berada di sampingmu, berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku berjalan untuk selalu berada di sampingku jangan seperti ayahku" ucap Nabila sembari berlahan melepas pakaiannya.
Nicho memeluk Nabila dan membaliknya kebawah"aku berjanji akan selalu berada di sampingmu" ucapnya.
...****************...
Sementara itu di tenda tempat Nathan dan Lia berada.
"Kau melihatnya tadi?" tanya Nathan kepada Lia yang tengah menyuapi anaknya.
"Anak haram itu?" ucap Lia.
"Aku merasa sedikit bersalah saat melihatnya menangis ketika mengetahui kita telah bersama kembali dan kita lebih bahagia saat ini" ucap Lia.
"Hmm anak haram" gumam Nathan.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...