Teleport System

Teleport System
episode 135 Kehancuran suku iblis naga


__ADS_3

Seketika seluruh tamu undangan bersatu dan menyerang keluarga Deornago.


Dengan sigap Deornago mengeluarkan sebuah Kubang perlindungan yang seketika menghempaskan seluruh tamu yang menyerang Kuba tersebut.


"Ayah..!" teriak adik-adik Deviatan penuh ketakutan sembari memeluk ibu mereka.


Deviatan terdiam seolah syok dengan semua hal ini.


Seluruh suku naga iblis keluar dan ikut membantu kepala suku dan keluarganya.


Pertarungan yang begitu besar terjadi, di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia untuk kepala suku Deornago kini menjadi hari kehancuran bagi sukunya.


Seluruh pemimpin dunia bersatu untuk membinasakan suku iblis naga. Meskipun suku ini tak pernah mengganggu atau ikut campur berseteru seperti suku iblis lainya tetapi kekuatan yang mereka miliki dapat mengancam seluruh dunia.


Oleh sebab itu kaisar dewa memerintahkan seluruh pemimpin dunia untuk bersatu dan mengirim pendekar terkuat untuk menghancurkan seluruh darah keturunan iblis naga.


Perang terjadi selama 10 hari hingga membuat gunung Togu yang merupakan tempat tinggal iblis naga menjadi rata dengan tanah.


Terlihat hanya tersisa kepala suku Deornago dan keluarganya yang berdiri, di sekiranya terlihat mayat dari berbagai ras tak terkecuali dari suku iblis naga.


Deornago melindungi keluarganya menggunakan kubah dewa naga hingga membuat seluruh pendekar tak mampu untuk menyentuhnya.


Deornago menatap tajam 10 dewa di atasnya termasuk kaisar dewa, kemudian ia menunjuk 10 orang tersebut sembari berkata"aku tidak pernah mengganggu kalian tapi kalian tega melakukan ini semua" ucap Deornago.


"Bagaimana jika dirimu menyerahkan nyawamu dan juga permata naga dengan begitu aku akan melepaskan keluargamu" ucap kaisar dewa.


Deornago menatap keluarganya, semuanya kelihatan lemas karena tidak makan ataupun minum mereka berbaring lemah kecuali Deviatan yang berdiri dengan tegap tatapnya penuh dendam penuh amarah matanya memerah serta urat menonjol keluar.


Deornago menghembuskan nafas seakan pasrah"aku tak akan menang melawan mereka sendirian, aku hanya memiliki keluargaku dan aku harus memastikan mereka tetap hidup" gumam Deornago sembari menatap keluarganya.


"Baikl.."


"Scrak..!"


Belum sempat mengatakan sepatah kata kaisar dewa telah menusuk jantung Deornago dari belakang.


"Ayah..!" teriak Deviatan sangat keras sembari ia berlari berusaha menerobos perlindungan tersebut.


Perlahan Deornago menoleh kebelakang dengan mulut yang mengeluarkan darah ia berkata dengan terbata-bata"aku adalah seorang iblis tetapi apa yang kau lakukan sekarang adalah tindakan yang lebih keji dari pada seorang iblis"


Kaisar dewa menarik pedangnya dan mendorong Deornago hingga terjatuh.


"Semuanya akan menjadi benar ketika diriku yang pemilik dunia menginginkannya" ucap kaisar dewa.


Perlahan Deornago merangkak berjalan ke arah perlindungan keluarganya, ia menatap wajah Deviatan yang tengah menangis sembari berteriak.

__ADS_1


Dengan tangan yang gemetar perlahan Deornago memegang pelindung yang berad tepat di depan wajah putranya"Kau harus menjadi seorang iblis, hancurkan seluruh dunia hilangkan perasaanmu" ucap Deornago sebelum kepalanya di penggal oleh kaisar dewa.


"Ayah..!" teriak Deviatan sangat keras.


"Aku akan membiarkan keluargamu tetap hidup di dalam Kuba ini" ucap kaisar dewa sebelum ia pergi.


...****************...


"Sejak saat itu aku kehilangan perasaan ku terhadap siapapun bahkan aku tak memiliki rasa kasihan" ucap Deviatan sembari duduk ia kelihatan sedih.


"Lalu apa yang terjadi kepada ibu dan adik-adik mu?" tanya Faisal.


"Ibu berkorban untuk adik-adikku ia memberikan daging di tubuhnya untuk makan adik-adikku, mereka yang sebelumnya tak pernah merasakan daging iblis berubah menjadi mahkluk buas" ucap Deviatan.


"Lantas di mana mereka sekarang?" tanya Faisal.


"Setelah kami menghancurkan surga, dunia kami hancur dan membuat kami mati, aku Boru, Goku, Leviathan, dan juga Cyrus serta ketiga adikku mati dan ajaibnya kami di bangkitkan kecuali ketiga adikku" jawab Deviatan.


"Setiap penjahat memiliki masa lalu yang kelam aku memahaminya, kau telah membalaskan dendam keluargamu dan aku akan membantumu untuk bertemu dengan mereka suatu saat nanti" ucap Faisal sembari menepuk pundak Deviatan.


Lucifer terbangun dan tiba-tiba menangis.


"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Faisal.


Faisal dan Deviatan saling bertatapan kemudian mengangguk.


Deviatan berdiri dan mengambil pisau dapur, perlahan ia mengasah pisau itu.


Faisal berdiri dan mengambil sebuah kapak kemudian mengasahnya.


Melihat hal tersebut Lucifer menjadi ketakutan hingga membuatnya gemetar.


"Kenapa kau bisa ada di bumi?" tanya Faisal.


Dengan sigap Lucifer menjawab"aku lelah di neraka, aku ingin beristirahat jadi aku pergi naik ke bumi"


"Mengapa kau pergi sangat lama jikalau hanya ingin berlibur?" tanya Faisal sembari berjalan perlahan ke arah Lucifer sembari membawa gunting bedah.


"Gerbang dunia bawah tiba-tiba tertutup aku tak dapat masuk ataupun menghubunginya, bahkan aku tak dapat menghubungi surga" jawab Lucifer.


Tiba-tiba Faisal menusuk tangan Lucifer dengan gunting kemudian ia merobek tangan Lucifer secara perlahan-lahan.


Seisi ruangan di penuhi oleh suara teriakan Lucifer yang menggema hingga keluar ruangan.


"Aku melapisi gunting dengan energi suci yang membuat Lucifer merasakan rasa sakit berkali-kali lipat" ucap Faisal.

__ADS_1


"Anda memahaminya tubuh iblis sejatinya lemah terhadap energi suci" ucap Deviatan sembari berjalan membawa pisau yang ia asah.


"Ku mohon.. Ku mohon ampun aku.. aku mohon" ucap Lucifer sangat keras sembari menangis.


"Apa alasanmu menyerang negaraku?" tanya Faisal.


"Aku di perintahkan oleh presiden Amerika yang di bantu negara lainya" jawab Lucifer.


Faisal mengambil pisau di tanah Deviatan, seketika pisau itu terbakar dengan api yang begitu panas.


"Tuan jiwanya akan hancur jika anda menggunakan api itu" ucap Deviatan.


"Biarkan saja ia telah membuat banyak orang menderita, sudah sepantasnya ia mati dengan tersiksa" jawab Faisal sembari perlahan mengarahkan pisau tersebut ke mata Lucifer.


"Aaaaa...! Aaaaa..!" teriak Lucifer sembari ia meronta-ronta.


...****************...


Sementara itu di ruang atas.


Terlihat ibu dan Nadia tengah duduk di meja makan berdua.


"Orang tuamu telah aman mereka berada di ruang ICU keluarga kami" ucap ibu sembari memegang tangan Nadia.


"Terimakasih bu, aku benar-benar berterimakasih" ucap Nadia.


"Kau telah merawat putraku selama di Amerika dan aku akan merawatnya hingga tua bantuan ini bukan apa-apa" jawab ibu.


"Apa maksud ibu?" tanya Nadia kebingungan.


"Kami akan mengatur pernikahan kalian, kau jangan khawatir" jawab ibu.


"Tunggu dulu apa Faisal akan setuju?" tanya Nadia dengan wajah memerah.


"Kau adalah satu-satunya wanita yang ia bawa menemui ibu dan juga ayahnya, sepetinya ia telah memilihmu sebagai pendampingnya" jawab ibu.


"Tapi umur kami terlalu jauh, kami berbeda 5 tahun lebih" ucap Nadia.


"Umur hanyalah angka, yang terpenting adalah perasaan kalian jikalau kau merasa Faisal terlalu muda maka kau harus membimbingnya sebagai seorang yang lebih tua" ucap ibu.


...****************...


Bersambung...


"

__ADS_1


__ADS_2