
"Faisal apa yang kamu lakukan?" tanya tante Nita yang terlihat kebingungan melihat Faisal yang tengah menggoyangkan ranjang.
(Terlihat sedang genjot ranjang.)
"Ah,'tante aku sedang memperbaiki ranjang ini, posisi nya salah" jawab Faisal yang terlihat grogi.
"Haduh... baiklah tante kira apa tadi, ayo turun ke bawah om mu sudah datang lebih baik temui dia" ucap tante Nita sembari berjalan pergi.
"Baik tante aku segera ke sana" jawab Faisal sembari ia berjalan keluar kamar.
"Tetap tenang percayakan semuanya dengan Harold, Danieal, dan juga Cedric" gumam Faisal sembari berjalan menuruni tangga.
Terlihat seorang pria tengah duduk di sofa sembari menghisap cerutu, pria itu memiliki kumis, leher dan tangannya bertato ia memakai jas dan juga jaket bulu.
"Kau Faisal.?" ucap pria sembari menatap Faisal dengan tatapan tajam.
"Orang ini berbahaya" gumam Faisal yang terlihat terkejut melihat aura hitam pekat yang menyelimuti pria itu.
"Plak...!" suara pundak pria tersebut yang di pukul oleh tante Nita.
"Jangan galak dengan keponakan ku..!" teriak tante Nita yang terlihat marah.
"Itu om Hendra?" gumam Faisal yang terlihat terkejut sembari menuruni tangga.
"Baiklah" jawab pria itu yang tak lain adalah om Hendra suami tante Nita ayah dari Nabila.
"Halo paman" ucap Faisal.
"Ini pertamakali untuk kita bertemu, apa kau ada sesuatu yang ingin di tanyakan?" ucap om Hendra sembari berdiri dan memasukan tangan kirinya ke saku.
"Dia terlihat berbahaya, kekuatan yang ia miliki hampir sama dengan ku namun, yang membuatnya berbahaya itu aura pembunuh yang menempel di tubuhnya ia telah membunuh ribuan orang bahkan puluhan ribu" gumam Faisal sembari menatap mata om Hendra yang kini ada di depannya.
"Besok kau harus masuk sekolah" ucap om Hendra sembari menepuk pundak Faisal.
"Loh..? bukanya hari pertama masuk itu lima hari lagi?" tanya Faisal yang terlihat kebingungan.
"Aku juga tidak tau alasannya namun pihak sekolah menghubungi ku tadi sore, Nabila belum pulang besok dia akan menemani mu jika dia tidak menurut katakan saja kepada ku aku akan menghukumnya" ucap om Handra kemudian ia berjalan ke arah tante Nita.
Faisal menatap ke arah tante Nita, tante Nita mengangguk.
"Sayang aku pergi dulu, ada pekerjaan yang harus ku selesaikan aku akan kembali dua hari atau lima hari lagi" ucap om Hendra sembari memeluk pinggang tante Nita dan merapatkan ke tubuhnya.
Tante Nita terlihat malu ia menunduk dengan wajah memerah.
"Sial aku harus melihat adegan ini, lebih baik aku pergi" gumam Faisal sembari berbalik lalu berjalan menuju tangga.
"Lagi..? kau akan pergi lagi..? kau sudah tidak pulang selama satu minggu dan kau akan pergi lagi" ucap tante Nita yang terlihat sedih sembari ia memeluk om Hendra.
"Ini adalah pekerjaan, aku tak bisa kabur sampai aku mati kau harus bersabar" ucap om Hendra sembari mengelus kepala tante Nita.
"Tapi, ini sudah 16 tahun berlalu kau selalu seperti ini, dalam setahun hanya satu bulan saja kau di rumah aku kesepian" ucap tante Nita.
__ADS_1
"Bukankah ada Nabila..?" tanya om Hendra.
"Aku ingin diri mu yang menemaniku" ucap tante Nita sembari mengeluarkan air mata.
"Aku melakukan ini demi diri mu dan juga Nabila serta seluruh dunia, kau harus mengerti sayang, suatu hari nanti kita akan bersama" ucap om Hendra.
"kaloi kau kesepian panggil saja gigolo" ucap om Hendra sembari melepaskan pelukannya kemudian ia pergi.
"Dasar..!" teriak tante Nita sembari melempar bantal.
"Walau kau mencari pengganti ku, tak ada yang bisa menyaingi ketahanan ku" ucap om Handra sembari berjalan mundur dan mengejek tante Nita.
"Cih" ucap tante Nita sembari memalingkan wajah dan berbalik.
...****************...
Di kamar Faisal.
"Apa-apaan ituu" gumam Faisal yang tengah berbaring sembari menutupi wajah nya dengan bantal, wajah nya memerah.
"Sial percakapan orang dewasa" ucap Faisal sembari duduk.
"Lebih baik aku tidur agar besok bisa bangun pagi dan mempersiapkan semua yang ku perlukan" ucap Faisal sembari menjatuhkan diri nya kemudian ia tidur.
...****************...
Di luar rumah tante Nita.
"Kau awasi pergerakan Jarot, jangan sampai Faisal terkena hasutannya. Jika ada yang tak beres lenyapkan gang palu langit" ucap om Hendra sembari masuk ke dalam mobil.
"Siap bos" jawab sang supir sembari menutup pintu mobil.
...****************...
Keesokan harinya.
Terlihat Faisal tengah memakai sepatu di kamar.
"Ini jam 6 tepat, sekolah masuk jam 7" gumam Faisal sembari melihat jam dinding di kamarnya.
"Faisal cepat, kita akan segera berangkat" teriak tante Nita dari luar.
"Iya tante" jawab Faisal sembari berjalan keluar.
Terlihat tante Nita dan Nabila telah menunggu di samping mobil.
"Haduh kamu lama, kita perlu berjalan kurang kebun 20 menit dari sini nanti kalian terlambat" ucap tante Nita sembari masuk ke dalam mobil.
"Lambat" ucap Nabila sembari membuang muka kemudian masuk ke dalam mobil.
"Maaf" ucap Faisal sembari masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Mereka pun berangkat.
...****************...
Singkat cerita sampailah mereka di sebuah sekolah yang terlihat besar dan juga moderen.
"Akhirnya sampai juga" ucap Nabila sembari keluar dari mobil.
"Sekolah ini cukup besar" gumam Faisal sembari memperhatikan bangunan sekolah.
"Para murid memiliki gaya rambut, serta perlengkapan yang branded dan terlihat mahal" gumam Faisal sembari keluar dari mobil.
"Aku salah masuk sekolah" gumam Faisal.
"Faisal ini yang jajan mu" ucap tante Nita sembari memberikan uang 50 ribu rupia dari jendela mobil.
"Tak perlu tante aku masih ada pegangan" jawab Faisal yang terlihat malu.
"Yasudah buat aku saja" ucap Nabila sembari mengambil uang tersebut.
"Nabila...! cepat berikan ke Faisal..!" teriak tante Nita meneriaki Nabil yang berlari.
"Tante tak perlu khawatir aku ada saja uang, aku pergi dulu tante" ucap Faisal kemudian ia berlari.
"Tunggu.. Faisal" teriak tante Nita.
"Haduh dua anak ini yang satu pemalu yang satu tidak tau malu, merepotkan" ucap tante Nita yang terlihat kesal.
"Sekolah ini sangat besar, aku harus pergi ke mana ya" gumam Faisal sembari melihat sekeliling.
"Aku masih memiliki 1,5 miliar aku tak perlu dan tidak boleh meminta keda ayah dan ibu" gumam Faisal.
"Kriiing...!" suara hp Faisal yang berbunyi.
"Jarot?" gumam Faisal sembari mengangkat telepon.
"Halo ada apa?" tanah Faisal sembari Tersu berjalan di halaman parkir yang besar.
"Motor nya ku antar ke sekolah, kunci nya akan di berikan bawahan ku saat kau masuk kelas" ucap Jarot.
"Brak..!" suara Faisal yang di tabrak.
...****************...
Bersambung.
Nama: Hendra Handoko
Umur: 38 tahun
__ADS_1
level:??