Teleport System

Teleport System
Episode 82 percepat


__ADS_3

"Untuk saat ini tujuan utamaku adalah menaklukkan lubang itu" gumam Faisal.


****************


Di gunung Lokon.


Di sebuah gua yang berada di atas gunung Lokon terlihat beberapa orang bersenjata tengah berjaga di mulut gua terdapat 15 orang yang berjaga.


"Hei ku dengar para kepala desa melaporkan mengenai kita kepada pemimpin kota Dristia yang baru" ucap salah satu penjaga.


"Mereka bisa apa hanya seorang pemula kita tinggal habisi" jawab temannya.


Dua penjaga itu tertawa lalu melirik teman-teman di sampingnya.


Betapa terkejutnya mereka melihat teman-teman telah terbaring di tanah tak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi" ucap salah satu penjaga namun tiba-tiba ia di pukul oleh bayangan hitam hingga ia pingsan.


****************


Sementara itu di dalam gua.


Terlihat beberapa orang tengah berkumpul di sebuah ruangan yang terlihat seperti aula di mana ada seorang pria yang duduk di kursi megah layaknya singgasana di ujung ruangan.


"Menyerah jika tidak ingin mati" ucap Harold yang tiba-tiba muncul di samping pria yang duduk di singgasana sembari menodongkan pedang ke leher pria itu.


Seketika semua orang di ruangan menjadi tegang dan marah.


Pria itupun tersenyum"aku adalah Holgar pemimpin bandit gunung lokon" ucap pria itu sembari menatap wajah Harold.


"Dusk..!" wajah Holgar di tampar Harold hingga terpental ke pintu masuk dan membuatnya menempel di sana.


Seketika para bandit yang awalnya keliatan sombong saat Holgar berbicara tiba-tiba menjadi ciut.


"Berbaris dengan rapi dan mengantri untuk di ikat" ucap Harold sembari memasukan pedangnya ke dalam sarung bersamaan dengan itu pula muncul prajurit Faisal lainya.


****************


Di kota Dristia.


Terlihat Faisal tengah berlatih pedang di taman kerajaan.


"Buat aura setipis mungkin" gumam Faisal sembari menebas pedang ke arah tembok istana.


"Stub..!" tembok istana tersayat dengan rapi.


"Kurang tipis" gumam Faisal sembari menebas pedangnya lagi.


"Stub" Faisal garis yang lebih kecil di dinding.

__ADS_1


Para prajurit tak ada yang berani mendekati Faisal karena aura yang begitu mengerikan serta tato sayap yang terlihat mengerikan.


"Semakin tipis tebasan yang kau hasilkan maka akan semakin kuat efeknya" ucap barongan dalam pikiran Faisal.


Faisal menutup mata lalu menarik nafas panjang kemudian ia menebas pedang bersama an dengan nafas yang ia hembuskan.


"Stip" dinding istana terbelah menjadi dua namun bangunan tersebut tidak roboh bahkan tak bergeser.


"Kitab Reok Ponorogo mengajarkan ilmu pedang di mana kita dapat membunuh musuh tanpa mengeluarkan darah sedikitpun" ucap barongan dalam pikiran Faisal.


Faisal memasukan pedang ke dalam sarungnya sembari berjalan mengambil air di meja dekat pohon.


"Sepertinya Harold telah berhasil membawa para bandit gunung Lokon" gumam Faisal sembari memakai jubah.


Terdengar teriakan warga memakai seseorang dengan penuh emosi.


...****************...


Di jalan utama kota.


Terlihat Harold tengah berjalan sembari memimpin pasukan yang tengah menarik para bandit Lokon untuk jalan ke alun-alun.


Sepanjang perjalanan para bandit Lokon di lempari oleh sampah dan juga di caci maki.


Harold berjalan dengan ekspresi datar membawa para bandit naik ke atas panggung yang telah di siapkan.


Tak selang berapa menit Faisal pun tiba.


"Apa sudah semuanya?" tanya Faisal pada Harold.


"Benar yang mulia semua telah saya bawa ke sini, ada beberapa yang sedang di tugaskan ke tempat lain dan mereka telah saya tangkap" jawab Harold.


"Baiklah berikan tanggung jawab menghukum mereka kepada para warga desa yang merasa di tindas dan di rugikan oleh para bandit ini" ucap Faisal.


"Siap yang mulia" jawab Harold.


Tiba-tiba Faisal menghilang.


...****************...


Di kota salju.


Terlihat Ralph tengah mengajar para anak-anak di bawah pohon yang rindang.


"Ketenangan adalah kunci dalam setiap masalah, ketenangan adalah kunci" ucap Ralph.


Sementara itu terlihat Gunnar tengah memperagakan ilmu pedang kepada beberapa remaja belasan tahun.


"Ingat kuda-kuda merupakan poros penting saat kita akan melakukan gerakan menyerang ataupun bertahan" ucap Gunnar.

__ADS_1


"Tang..! tang..!" suara Hjalmar yang tengah membuat senjata di depan beberapa anak-anak.


"Kalian harus memukul besi dengan kekuatan penuh namun kalian juga harus memperkirakan ketebalan yang kalian inginkan" ucap Hjalmar sembari memukul besi panas denga palu.


"Wah dia kuat sekali" ucap seorang warga yang kelihatan kagum melihat Gunner yang tengah menggendong sebuah pohon yang sangat besar di atas pundaknya.


"Empat kepala suku melakuka tugas mereka dengan sepenuh hati, para anak-anak merasa bahagia" ucap Akin sembari menulis di kertas.


"Senior apa yang harus saya lakukan?" tanya seorang pemuda yang tampan.



"Oh Aruan, tolong kau antarkan surat ini ke kota Dristia" jawab Akin sembari memberikan surat kepada Aruan.


"Baiklah senior" kawan Aruan sembari menerima surat tersebut.


...****************...


Keesokan harinya.


Di sebuah lubang besar yang terletak di cam militer kita Dristia terlihat Faisal tengah berdiri di depan lubang tersebut dengan pakaian full armor.


Faisal di temani oleh ratusan prajurit yang berbaris mengelilingi lubang tersebut.


"Sepertinya memang benar" gumam Faisal sembari menatap lubang itu.


Yang mulia apa anda akan masuk?" tanya Cedric yang berada di belakang Faisal ia terlihat khawatir.


"Benar, di bawah sana ada sebuah misteri besar yang membuatku penasaran" jawab Faisal.


"Berapa banyak yang kita dapat dari bandit Lokon?" tanya Faisal.


"Cukup banyak bandit Lokon memiliki total kekayaan sekitar 45 ribu batang emas, selain itu terdapat pula beberapa barang berharga seperti pill senjata, senjata sihir, dan juga beberapa surat tanah" jawab Cedric.


"Baiklah, aku akan pergi cukup lama dan ku harap saat aku kembali semuanya telah menyelesaikan tugas" ucap Faisal.


"Tentu yang mulia" jawab Cedric.


Tiba-tiba Faisal terjun ke dalam lubang tersebut.


"Aku memberikan perintah kepada Harold untuk menaklukkan kota ke tiga ku sebelum aku kembali dari lubang ini" gumam Faisal yang jatuh dengan kecepatan tinggi ke bawah jurang.


"Lubang ini cukup dalam aku belum dapat melihat dasarnya" gumam Faisal.


[Selamat host menemukan makan tersembunyi.]


Faisal tersenyum"tentu saja instingku tidak pernah salah" gumam Faisal.


"Setelah kembali dari makam ini aku akan melakukan upacara kedewasaan setelah itu aku akan masuk ke dunia suci viking untuk melakukan tes raja viking" gumam Faisal.

__ADS_1


...****************...


Bersambung.


__ADS_2