Teleport System

Teleport System
Episode 54 para penipu


__ADS_3

Wajah Faisal menjadi serius.


"Mereka datang dua minggu sekali dan meminta pajak sebanyak satu koin emas. Kami tak dapat makan dan kami di paksa untuk membayar pajak tinggi setiap dua minggu" ucap kepala desa.


Faisal menatap Harold.


Harold memejamkan mata kemudian ia berdiri.


"Lalu apa yang mereka lakukan?" tanya Faisal.


"Mereka menculik para wanita desa kami dan juga menjadikan beberapa orang budak. Kami tak berdaya melawan mereka kami hanya bisa menurut" jawab kepala desa.


"Berapa banyak prajurit itu?" tanya Faisal.


"Ada puluhan orang mereka semua adalah seorang seniman beladiri yang dapat mengangkat kuda seorang diri" jawab kepala desa.


"Desa ini masuk kawasan kota Ham, dan perlu tiga hari untuk tiba di sana, kota Ham di pegang oleh pangeran ke empat ia bukan seorang tiran yang gila harta sudah pasti ada yang melakukan kecurangan" gumam Faisal.


"Kau tenang saja istirahat untuk malam ini mereka akan ku urus" ucap Faisal menepuk pundak kepala desa kemudian ia berjalan ke pintu.


Terdengar teriakan orang meminta ampun dan meminta tolong dari luar rumah tersebut.


"Cek, mereka berisik Bella bisa bangun" ucap Faisal sembari membuka pintu.


Terlihat puluhan orang telah berlutut menghadap rumah sembari menangis, mereka terikat dan tubuhnya di penuhi luka.


Faisal berjalan mendekat.


"Mereka" ucap kepala desa terkejut hingga ia jatuh berlutut dengan tubuh gemetar, air matanya mengalir deras dan matanya memerah.


Faisal mengayunkan tangannya"jangan berisik" ucap Faisal,


Bersamaan dengan itu satu kepala jatuh ke tanah, darah muncrat seperti air mancur yang mengalir deras.


Sekumpulan orang itu terdiam gemetar melihat apa yang terjadi kepada temannya.


"Apa ada warga desa yang kau selamatkan?" tanya Faisal sembari mengelap wajahnya yang terkena darah.


"Yang mulia aku menemuka belasan anak balita, dan juga pukulan pria dan wanita yang di ikat seperti hewan.


Terlihat tiba-tiba kepala desa memeluk kaki Faisal sembari menangis.


"Yang mulia, yang mulia terimakasih yang mulia" ucap kepala desa.


"Hei berhenti melakukan itu cepat bangun" ucap Faisal membantu kepala desa untuk bangkit.


Tiba-tiba Faisal memeluk kepala desa dan menepuk punggungnya.

__ADS_1


"Jangan khawatir aku telah menyelesaikan masalah desa ini, kalian akan baik-baik saja" ucap Faisal melepas pelukan.


"Berikan hukuman kepada mereka jika kau tak ingin melakukannya maka aku yang akan menghukumnya. Harold jika kepala desa tak memberikan hukuman salib mereka dan taruh di hutan biarkan mereka mati menderita" ucap Faisal.


"Dan tolong jangan buat suara aku tak ingin Bella bangun" ucap Faisal menepuk pundak Harold.


Harold tersenyum"anda jangan khawatir yang mulia" jawab Harold.


Faisal berjalan masuk ke dalam rumah, Harold mengurus sisa masalah.


Sesampainya di kamar Faisal langsung masuk dan ia melihat Bella tengah memeluk bantal dengan tubuh gemetar ketakutan ia menangis.


Faisal berjalan perlahan tanpa suara mendekat ke ranjang.


"Bella jangan takut aku ada di sini" ucap Faisal sembari mengelus rambut Bella.


Tiba-tiba Bella memeluk Faisal sembari berkata"jangan pergi, aku tak ingin kau terluka ku mohon jangan pergi" ucap Bella menangis dengan keras.


"Sudah, aku akan baik-baik saja kau jangan khawatir" jawab Faisal membalas pelukan Bella lalu ia mengelus kepala Bella dengan lembut.


"Aku takut kau terluka" ucap Bella.


"Perasaan apa ini, mengapa aku menjadi sedih bercampur senang. Perasaan ini sangat aneh" gumam Faisal.


Tiba-tiba Bella melepas pelukan dan menatap Faisal dengan tajam"janji pada ku kau tak boleh meninggalkan ku" ucap Bella sembari menengadahkan tangan kanannya.


"Alex berjanji pada ku untuk tak meninggalkan ku" ucap Bella dengan keras.


Faisal mengecup dahi Bella lalu berkata"Aku tak dapat berjanji tentang kepergian ku" jawab Faisal.


"Mengapa?" tanya Bella menurunkan tangan kanannya.


"Aku dapat berjanji untuk melindungi mu namun aku tak adapat berjanji untuk tidak meninggalkan mu" ucap Faisal.


"Mengapa?" tanya Bella.


Faisal diam sembari memandang Bella matanya berair.


...****************...


Satu tahun yang lalu.


Di bumi.


Tepat di sekolah Faisal ketika SMP.


"Kini aku telah naik ke kelas 9 dan hanya tersisa satu tahun untuk lulus" gumam Faisal yang tengah duduk di kelas yang ramai, ia menatap langit dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Kelas itu sangat ramai karena para siswa tengah bermain dan sibuk dengan urusan mereka Faisal sendiri duduk di kursi belakang.


"Hai lama tak bertemu kau jadi tambah kurus" ucap lelaki berbadan gempal dengan kacamat sembari ia duduk di depan Faisal.


"Alfi lama tak ketemu bagaimana kabar mu" jawab Faisal.


"Bro selama liburan kau tak menghubungi kami apa kau ada masalah?" tanya pemuda tinggi dengan rambut sedikit berubah sembari menepuk pundak Faisal.


"Aku membantu ayah ku bekerja jadi aku sibuk" jawab Faisal.


Merekapun berbincang cukup lama hingga ada seorang wanita yang memiliki badan putih dan wajah yang terlihat sedikit seperti China, alias chindo.


"Kalian main game Lm juga?" tanya wanita itu ketika mendekat.


Kedatangan wanita itu membuat Faisal dan yang lainya terdiam"Loh bukanya dia wanita yang sangat membenciku saat kelas 7" gumam Faisal.


"Aku sudah lama pensiun, Rafi dan Faisal meminta sedikit saran" jawab Alfi.


"Iya benar dia dulu adalah pro player dan aku baru main game ini jadi aku perlu banyak bimbingan" ucap Faisal.


"Aku sudah lama main dan sampai sekarang masih memainkannya, namun tidak dapat di pungkiri Alfi lebih hebat di banding aku" ucap Rafi.


"Wah benarkah boleh aku meminta saran" tanya wanita itu yang bernama Rizka.


Merekapun mengobrol cukup lama hingga pulang sekolah.


...****************...


Saat di rumah Faisal.


Faisal tengah berbaring di kasur sebari membaca komik online.


"Si Rizka asik juga orangnya, coba ku save nomornya siapa tau bisa bermain Lm bersama" gumam Faisal membayangkan Rizka.


Ia pun memutuskan untuk mengirim pesan wa ke Rizka dan respon Riska bagus mereka pun chating cukup lama bahkan hingga larut malam.


Rizka mulai terbuka menganai masalah keluarganya, awalnya Faisal merasa terganggu karena Rizka sering menghubunginya di saat malam hari dan curhat.


Faisal merasa risih karena waktunya terganggu dan juga mengingat Rizka yang telah memiliki pacar.


Namun karena ia merasa tidak enak jika menolak Rizka curhat karena ia salah satu teman wanita yang cukup dekat saat ini, mau tak mau ia mendengarkan curhatan Rizka.


"Dia punya pacar tapi curhat kepada ku, mungkin pacarnya tidak baik" gumam Faisal sembari menatap langit-langit sebelum ia memutuskan untuk tidur.


"Besok aku harus sekolah" gumam Faisal.


...****************...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2