Teleport System

Teleport System
Episode 72 kebenaran


__ADS_3

"Aku bahkan tak mengingat kapan terakhir kali aku bertemu dengan mu" gumam Faisal.


"Tunggu-tunggu lebih baik kau menjelaskan siapa mereka?" tanya Faisal kebingungan.


"Faisal aku adalah kepala keluarga Handoko" ucap kakek.


"Bruk..!" suara atap yang hancur.


Terlihat Adrianto mendarat lalu berjalan ke arah Faisal.


"Stup..!" kepala Faisal di pukul oleh Adrianto.


"Kek dia masih terlalu muda biar aku yang menjelaskannya" ucap Adrianto sembari merangkul Faisal sembari tersenyum.


"Hei itu sakit..!" teriak Faisal sembari melempar tangan Adrianto.


"Dasar cucu sialan..!" teriak kakek menghentak meja dengan emosi.


"Clak..!" suara pintu yang di buka.


Terlihat ayah Faisal berdiri dengan mengenakan sarung dan kaos dalam serta ia memegang segelas kopi.


Semua orang menatap ayah dengan kebingungan.


"Ngopi-ngopi..! yok yah ngopi sek" ucap ayah Faisal sembari berjalan ke arah meja sesekali menyeruput kopi.


"Dask..!" meja di tendang oleh kakek hingga terbang ke langit dan menghancurkan genteng rumah.


...****************...


Beberapa saat kemudian di halaman belakang rumah.


Terlihat Faisal dan Adrianto tengah duduk berdua menikmati pemandangan gunung dan bukit yang terlihat begitu menenangkan di iringi oleh suara jangkrik dan burung membuat hati terasa nyaman.


Bulan bersinar dengan terang serta bintang bertaburan menambah keindahan dan menciptakan kedamaian.


Faisal terlihat begitu tenang ketika memandangi keindahan tersebut.


"Kau terlihat sangat khawatir ketika break terjadi" ucap Adrianto sembari menawari rokok kepada Faisal.


"Aku menghawatirkan ibu" jawab Faisal sembari mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.


"Faisal dunia kita tak sedamai seperti yang kau pikirkan selama ini. Sebenarnya aku tak ingin melibatkan diri mu, Zainal, dan juga Dara ke dalam masalah ini namun takdir berkata lain" ucap Adrianto.


Faisal diam termenung.

__ADS_1


"Keluarga ibu merupakan keluarga bangsawan tersembunyi yang mana memiliki tugas sebagai pelindung negara kita dari ancaman para monster dan juga negara lain" ucap Adrianto.


Terlihat ayah berjalan mendekati Faisal dan Adrianto.


"Keluarga Handoko, itulah nama keluarga ibu kalian" ucap ayah sembari duduk di samping Faisal.


Faisal menatap ayah.


"Keluarga Handoko telah ada semenjak zaman sebelum adanya penjajahan, keluarga Handoko telah berdiri selama hampir 800 tahun" ucap ayah sembari menaruh kopi di sampingnya.


"Faisal, kau adalah anak ayah yang paling spesial" ucap ayah sembari merangkul Faisal.


"Mengapa?" tanya Faisal.


"Kau memiliki ketabahan yang sangat kuat bahkan melebihi ayah, selain itu perasaan mu terhadap sesama itu sangat erat membuatmu menjadi seorang yang sangat peduli" ucap ayah kemudian menyeruput kopi.


Adrianto berdiri lalu membuka pakaiannya.


"Sebenarnya empati yang kau miliki adalah kutukan" ucap Adrianto sembari meregangkan tubuhnya memperlihatkan otot-otot yang begitu padat dan keras serta puluhan luka cakaran dan gigitan monster yang begitu banyak, serta tato yang mulai bersinar.


"Apa maksudmu?" tanya Faisal dengan wajah serius.


Ayah berdiri lalu membuka kaos dalam nya memperlihatkan tato harimau di punggungnya serta luka sobekan yang sangat panjang dari dada hingga ke perut, selain itu terdapat juga beberapa luka tembakan.


"Mereka terlihat keren namun mesum, apa lagi ayah yang memiliki dada seperti wanita dan perut bulat seperti badut" gumam Faisal sembari berdiri.


"Kau adalah anakku yang paling spesial karena memiliki tubuh yang lebih kuat di banding ayah dan juga hanya diri mu yang mewarisi sifat penyayang dari ibu" ucap ayah.


"Aku tak memahami apa yang kalian maksud" ucap Faisal.


"Kau harus ingat di dunia yang kejam ini kau harus menghilangkan sifat penyayang mu kepada musuh, kau harus membunuh setiap musuh mu hingga ke akarnya" ucap Adrianto.


Perlahan muncul sebuah gumpalan cahaya berwarna oren di atas kepala ayah serta tato harimau di punggungnya mulai menghilang, cahaya itu mulai membentuk menjadi harimau raksasa.


Faisal terkejut hingga ia mundur.


Hal yang sama terjadi pada Adrianto namun yang membuatnya berbeda adalah cahaya yang berkumpul itu berwarna hijau lalu berubah menjadi ular kobra yang besar.


"Sial ayah dan kakak ku adalah siluman" gumam Faisal.


"Ini adalah seni beladiri turunan dari keluarga ayah" ucap ayah sembari mengelus harimau raksasa yang setinggi tiga meter.


"Seni beladiri ini sangat keren" ucap Adrianto yang tengah duduk di kepala ular kobra.


"Jadi begini, ibu adalah anak dari keluarga bangsawan yang telah berdiri sejak 800 tahun yang lalu, lalu bagaimana dengan mu ayah?" tanya Faisal.

__ADS_1


"Keluarga ayah juga sama seperti keluarga ibu mu namun keluarga ayah lebih lama berdiri di banding keluarga ibumu" jawab ayah sembari melompat ke atas punggung harimau.


"Jadi selama ini aku adalah keturunan dari bangsawan, mengapa kita hidup miskin?" ucap Faisal.


Ayah terdiam.


"Mengapa selama ini kita hidup miskin?" tanya Faisal.


Terlihat ibu berjalan ke arah Faisal.


"Faisal kesederhanaan membangun watak yang mulia" ucap ibu sembari memeluk Faisal dari belakang.


"Ibu dan ayah tak ingin kalian sebagai buah hati kami menjadi anak yang sombong dan malas karena harta yang tak ada habis-habisnya walau kalian memanggil blackpingk untuk menyanyikan lagu pengantar tidur setiap hari" ucap ibu.


"Ibu ingin kalian memiliki ikatan yang sangat erat terhadap hubungan darah dan ibu sangat bangga karena kau sangat mengkhawatirkan ibu" ucap ibu.


"Memanggil blackpingk untuk menyanyikan lagu pengantar tidur, setiap hari" gumam Faisal dan terus ia ulangi dengan ekspresi datar seakan syok.


...****************...


Saat tengah malam.


Faisal tengah duduk di ranjang diam termenung memikirkan semua hal yang terjadi di hari ini.


"Ada portal yang muncul di tengah kota lalu keluar mahkluk hijau menjijikkan yang berada di level master, setelah itu kakek ku dan juga ayah ku yang bisa mengeluarkan harimau dari tubuhnya, serta kekayaan yang di miliki keluargaku" gumam Faisal sembari menatap bulan dari jendela.


"Hidup ku seakan seperti mimpi bagi para penganggur miskin di luar sana di mana mereka bermimpi jikalau sebenarnya orang tua mereka kaya namun mereka sedang di uji, menunggu orang tua mereka menjemput menggunakan helikopter" gumam Faisal.


"Ayah berada di level Elder dan ini benar-benar tak ku sangka, mas Adrianto berada di level Grand master puncak dan ia lebih kuat di banding aku ini juga benar-benar di luar ekspektasi ku. Break yang mengeluarkan banyak monster di mana mereka kebal terhadap senjata api" gumam Faisal.


"Aku berusaha mencerna semua ini secara perlahan agar aku tidak syok dan lebih baik aku tidur" gumam Faisal sembari berbaring lalu tidur.


...****************...


Sementara itu Adrianto dan ayah masih duduk di taman sembari mengobrol.


"Faisal memiliki kekuatan di luar ekspektasi kita" ucap ayah sembari menghembuskan asap rokok.


...****************...


Bersambung.


Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair.


Eid Mubarak untuk semua yang merayakan mohon maaf jikalau author sering jarang up atau mengecewakan kalian mohon maaf lahir dan batin

__ADS_1


__ADS_2