Teleport System

Teleport System
Episode 148


__ADS_3

Perlahan tirai panggung tertutup.


"Nita, Nita sayang apa yang terjadi padamu?" tanya om Hendra sembari mengusap air mata tante Nita.


"Aku melihat Faisal, dia menonton pertunjukan ini aku melihatnya" jawab tante Nita dengan cepat dan panik.


Om Hendra memeluk tante Nita berusaha menenangkannya.


"Kau harus kuat Nita Faisal telah tiada, kau harus menerima kenyataan ini" ucap om Hendra.


"Faisal tak akan mati dia adalah pahlawan kita" ucap tante Nita sembari memeluk om Hendra.


"Sayang kau harus kuat" ucap om Hendra.


...****************...


Keesokan harinya taman bagian luar istana terlihat banyak peserta tengah berkumpul.


Taman tersebut menjadi tempat pendaftaran bagi para peserta untuk mengikuti sayembara di Colosseum besok.


Semua orang sangat antusias dengan sayembara ini karena hadiah utama dari sayembara ini adalah mendapatkan putri dari jenderal utama kerajaan Aloka.


Wanita itu bernama Saras seorang wanita cantik yang memiliki temperamen yang keras sering kali ia mengamuk dan menghancurkan istana jenderal karena sedang emosi kepada serangga.


Ayah nya adalah seorang beast beruang oleh sebab itu ia memiliki temperamen yang keras tetapi ia juga memiliki sisi lembut hanya saja ia mudah terpancing emosinya.


Faisal tengah berbaris dekat dari resepsionis tak lama lagi gilirannya akan tiba.


Sembari menunggu Faisal mulai mempelajari istana Aloka dengan menggunakan teknik deteksi dari kitab reog Ponorogo.


"Istana ini memiliki 2789 kamar, 3 aula, 4 ruang makan, 7 tempat latihan, 9 tempat penyimpanan, dan 2 taman putri Laksmi berada di taman belakang" gumam Faisal sembari mendeteksi sekitarnya.


"Brak..!" suara hentakan kaki raja Darsa saat mendarat tepat di samping Faisal.


Dengan wajah marah raja Darsa seketika mencekik leher peserta di depan Faisal melihat hal tersebut semua peserta berlari ketakutan kecuali Faisal yang hanya menonton kejadian itu dengan santai.


Faisal mundur selangkah.


"Kenapa kau mundur?" tanya raja Darsa sembari menatap tajam Faisal.


"Anda memerlukan ruang untuk mengeksekusi orang itu, saya tak ingin terkena cipratan darah dari orang tersebut" jawab Faisal.


Raja Darsa tersenyum kemudian ia memakan leher peserta tersebut hingga membuat tubuh dan kepalanya terputus.


"Jangan ada yang berani menatap permataku" ucap raja Darsa dengan keras.


Para peserta yang berada jauh menonton kelihatan ketakutan.


"Kau orang yang menarik, temui aku di ruang kerjaku setelah melakukan pendaftaran" ucap raja Darsa sembari melempar mayat peserta.


Faisal menunduk dan memberikan salam, senyum kecil tercipta di wajah raja Darsa sebelum ia pergi.


"Huh pria itu sangat malang"


"Benar aku sangat takut saat melihat yang mulia raja Darsa"

__ADS_1


"Dia mengetahuinya dan menakut-nakuti ku, aku harus lebih berhati-hati lagi" gumam Faisal sembari bergeser dari mayat di depannya.


Pendaftaran di lanjutkan seperti semula, setelah Faisal selesai mendaftar ia di bawa oleh penjaga untuk menemui raja Darsa.


"Kita akan pergi kemana?" tanya Faisal kepada kedua penjaga.


"Yang mulia meminta kami untuk mengantar mu ke ruang kerja beliau, jangan banyak bicara jika tak ingin ku bunuh" jawab salah satu penjaga dengan sinis.


Faisal diam.


"Aku telah mengingat seluruh jalan istana bahkan aku mengetahui semua ruang rahasia yang ada di sini" gumam Faisal sembari memperhatikan ornamen klasik di sepanjang jalan.


Tak jarang Faisal menemukan tengkorak manusia yang di jadikan pajangan, tak berapa lama kemudian Faisal tiba di depan pintu besar.


"Masuklah" ucap raja Darsa dari dalam.


Pintu tersebut terbuka.


Terlihat raja Darsa tengah duduk di kursi sembari memegang beberapa buku, Faisal masuk ke dalam dengan perlahan.


"Duduklah" ucap raja Darsa sembari membaca buku.


Faisal duduk di depan meja raja Darsa.


"Siapa namamu?" tanya raja Darsa.


"Namaku Faisal"


Raja Darsa melirik dan menatap wajah Faisal beberapa detik.


"Apa kau tertarik mengikuti sayembara?" tanya raja Darsa.


"Apa yang membuatmu tertarik?" tanya raja Darsa.


"Aku penasaran dengan busur dewa apakah itu benar busur dewa atau hanya bualan belaka" jawab Faisal.


"Busur dewa Agra, aku membunuhnya 12 ribu tahun yang lalu karena ia berani menyakiti rakyatku. Pada masa itu dunia ini dan dunia dewa masih saling terhubung para dewa dapat turun ke dunia sesuka hati mereka" ucap raja Darsa.


"Maaf bukannya saya lancang tetapi apakah anda memiliki bukti akan hal itu?" tanya Faisal.


"Kau pasti merasakan aura suci dari tengkorak yang tersusun di lorong ruang kerjaku, aura itu pekat meski tengkorak itu telah berumur puluhan ribu tahun" jawab raja Darsa.


"Benar aku merasakan aura itu, sepertinya memang benar" gumam Faisal.


"Baiklah saya percaya" ucap Faisal sembari mengangguk.


"Sekarang aku ingin bertanya dari fisikmu saat ini kau telah berumur 20 tahun benar?" tanya raja Darsa.


"Benar" jawab Faisal.


"Maukah kau menjadi murid ku?" tanya raja Darsa.


Mendengar itu Faisal terdiam seakan tak percaya.


"Bagaimana apakah kau menerkamnya?" tanya raja Darsa.

__ADS_1


"Mengapa anda ingin menjadikan orang asing seperti saya sebagai murid anda bukankah masih banyak orang lain di kerajaan ini?" tanya Faisal.


"Kau memiliki garis keturunan dari mendiang sahabtku dulu, dan aku rasa hanya dirimu yang pantas menerima ini" jawab raja Darsa.


"Bisakah anda menjelaskannya?" tanya Faisal.


"Aku telah menyiapkan kamar untukmu kau dapat bertanya besok kepadaku setelah beristirahat, ku peringatkan jangan berani kau menggunakan teknik itu lagi jika ingin hidup" ucap raja Darsa.


...****************...


Saat malam hari di ruang makan istana Aloka.


Terlihat Raja Darsa tengah makan di temani oleh ketiga adiknya yang bernama Raksa, Barsha dan juga Karsha.



Nama:Raksa Wardalaga


Umur: 22.900 tahun


Level:----


Note: Merupakan putra kedua dari raja Rakhsadaksa yaitu ayah dari raja Darsa, ia memiliki kekuatan yang dashyat dengan hawa nafsu yang menggebu-gebu menjadi sosok anjing pembunuh paling setia raja Darsa siap melakukan semua perintahnya tanpa terkecuali.



Nama:Barsha Wardalaga


umur: 22.890 tahun


level:----


Note:putra ketiga dari raja Rakhsadaksa yang memiliki keberanian yang begitu besar hingga ia berani melawan ratusan dewa sendirian, ia hidup berkelana dan kembali ke istana saat lapar.



Nama: Karsha Wardalaga


Umur: 15.000 tahun


Level:----


Note: tak ada yang mengetahui tentang anak bungsu raja Rakhsadaksa.


"Kak apa kau tak memiliki niatan untuk memulangkan Laksmi?" tanya Raksa.


"Jangan memulai perdebatan aku sedang lapar" ucap Barsha dengan marah.


"Apa yang di katakan Kaka Raksa ada benarnya aku tak ingin kita mengalami kerugian hanya karena keegoisan kak Darsa" ucap Karsha.


"Cak..!"


Pisau tertancap di dahi Karsha cukup dalam.


"Aku akan berperang demi cinta yang di tumbuhkan di hatiku sejak kapan kita putra dari raja Rakhsadaksa ingin menyerah kepada manusia..!" ucap raja Darsa dengan keras.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2