
Faisal tersenyum"sudah ku duga" gumam Faisal sembari menikmati pemandangan.
****************
Singkat cerita sesampainya mereka di bandara.
"Ibu aku sudah sampai" ucap Faisal berbicara menggunakan telpon.
"Apa kau yakin ingin mencari tempat tinggal sendiri?, ibu bisa mencarikan rumah untukmu" ucap ibu dalam telpon.
"Aku hanya ingin tinggal di apartemen saja tidak perlu besar yang penting cukup" jawab Faisal.
"Baiklah kamu jaga kesehatan ya sering-sering hubungi ibu, jaga juga Nicho jangan biarkan dia sendirian" ucap ibu.
"Baik bu" jawab Faisal sembari menutup telpon.
"Kita akan pergi ke mana?" tanya Nicho sembari membuka bungkus eskrim.
Mereka tengah berjalan di bandara menuju pintu keluar.
"Entah kita jalan-jalan saja terlebih dahulu dan mencari hotel" jawab Faisal.
"Baiklah, apa kau ingin pergi ke toko baju?" tanya Nicho.
"Untuk apa pergi ke sana?" ucap Faisal.
"Kau pergi ke Amerika tanpa membawa koper bahkan kau tak membawa tas, kau harus membeli pakaian" jawab Nicho.
"Aku memiliki penyimpanan di sistem untuk apa aku repot-repot membawa tas" gumam Faisal.
"Baiklah ayo kita pergi ke sana" ucap Faisal.
"Kita pergi naik apa?" tanya Nicho.
"Jalan kaki saja, lagi pula mudah mencari toko baju di kota ini" jawab Faisal.
"Tunggu" ucap Nicho dengan panik sembari menahan Faisal.
Faisal berbalik"ada apa?" tanya Faisal kebingungan.
"Kita tidak bisa bahasa inggris" jawab Nicho dengan panik.
Faisal terlihat santai"jangan khawatir" ucap Faisal sembari lanjut berjalan.
"Aku telah mempelajarinya ketika berada di Dump land" gumam Faisal.
"Sepertinya di dekat sini ada mall, kita pergi makan kemudian mencari beberapa barang kebetulan aku juga ingin mengganti hp jadul ini" ucap Faisal sembari terus berjalan.
Nicho mengikuti Faisal.
****************
Jalanan kota New York sangatlah padat banyak sekali orang yang berjalan dan juga ada yang berkumpul dan bersantai di tempat duduk yang di sediakan.
Malam terasa sangat ramai di karenakan lampu kelap-kelip yang menghiasi jalanan.
"Di sini dingin" ucap Nicho sembari berjalan.
__ADS_1
"Biasa saja" jawab Faisal.
"Kau hanya mengenakan baju kaos dan celana panjang, apa kau tidak merasa dingin sedikitpun?" tanya Nicho.
"Tidak aku merasa biasa saja" jawab Faisal.
"Dasar orang aneh" gumam Nicho.
Singkat cerita merekapun masuk ke dalam mall yang sangat besar tak jauh dari bandara.
"Orang-orang di sini kebanyakan menggunakan pakaian yang aneh" ucap Faisal kebingungan melihat pakaian yang dikenakan oleh orang-orang di dalam mall.
"Ini di sebut fashion, ya memang kelihatan aneh di mata kita yang kebanyakan menggunakan pakaian normal tetapi di negara ini hal seperti itu di anggap keren" ucap Nicho.
"Ayo kita cari makan terlebih dulu" ucap Faisal.
"Bagaimana kalau kita pergi ke restoran jepang itu?" tanya Nicho sembari menunjuk ke restoran jepang yang besar dan memiliki banyak pembeli.
"Kita pergi ke restoran China itu saja" ucap Faisal sembari berjalan ke arah restoran kecil yang sepi akan pembeli.
"Aku mencium bau obat dari sana" gumam Faisal.
"Loh?, baiklah" ucap Nicho kebingungan kemudian ia berjalan mengikuti Faisal.
...****************...
"Nek pesan dua porsi mie" ucap Faisal menggunakan bahasa Mandarin yang fasih dan terdengar ahli.
Nenek yang tengah mengelap meja terlihat terkejut mendengar Faisal yang berbicara menggunakan bahasa Mandarin.
Nenek itu berbalik lalu menatap Faisal, Faisal tersenyum namun tiba-tiba nenek itu gemetar saat melihat wajah Faisal.
Kemudian Faisal duduk.
"Mengapa nenek tadi terlihat ketakutan?" tanya Nicho.
"Entah mungkin ia terkejut karena aku menggunakan bahasa Mandarin yang fasih" jawab Faisal sembari mengeluarkan hpnya lalu ia taruh di meja.
"Bukan hanya nenek itu yang terkejut aku juga ikut terkejut" ucap Nicho.
"Apa kau tak lelah membawa koper itu?" tanya Faisal.
"Ya cukup melelahkan tetapi mau bagaimana lagi di sini ada baju-baju dan juga peralatan ku" jawab Nicho.
"Gelang mu bagus" ucap Faisal.
"Ah aku menemukannya saat pulang sekolah" jawab Nicho sembari menutupi gelangnya dengan lengan jaket.
Faisal tersenyum.
Nenek itupun mengantarkan makanan mereka.
"Kau bukan manusia" ucap Faisal menggunakan telepati kepada nenek tersebut.
Nenek yang tengah menaruh mie ke meja tiba-tiba gemetar ketakutan.
"Nek apa kau baik-baik saja?" tanya Nicho menggunakan bahasa Indonesia.
__ADS_1
Nenek itu menatap Nicho dengan bingung.
"Silahkan pergi nek" ucap Faisal menggunakan bahasa Mandarin.
Nenek itupun pergi.
"Cepat makan setelah ini kita akan pergi ke toko hp, kita perlu hp dan juga laptop untuk sekolah" ucap Faisal.
"Baiklah" jawab Nicho kemudian ia makan.
Nenek tadi memperhatikan Faisal dari celah pintu di dapur restoran itu.
"Sepertinya aku akan mendapatkan seorang informan" gumam Faisal sembari menatap nenek itu.
Merekapun memakan mie tersebut.
Beberapa saat kemudian.
"Mie ini cukup enak tetapi tidak seenak buatan Jack" gumam Faisal sembari menarik nafas panjang serta ia menaruh sumpit dan sendok di mangkok.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Faisal.
"Ya aku sudah kenyang" jawab Nicho kemudian ia mengelap bibirnya menggunakan tisu.
Faisal mengeluarkan yang 100 dolar dari kantong celananya lalu ia berdiri.
"Ayo kita pergi" ucap Faisal.
"Kau tidak meminta kembalian?" tanya Nicho sembari berdiri.
"Tidak perlu itu hanya 100 dolar" jawab Faisal.
"Apa otak mu bermasalah, itu adalah 100 dolar kau bisa membeli hp seken dengan uang itu" ucap Nicho dengan emosi.
"Santai saja" ucap Faisal menepuk pundak Nicho.
Merekapun pergi.
Setelah itu nenek membersihkan meja meraka lalu membawa uang 100 dolar itu ke dapur.
Nenek mempertahankan uang tersebut sembari merabanya, tiba-tiba uang itu terbakar lalu keluar suara Faisal yang berkata"aku akan kembali ke sini dalam waktu beberapa hari ku harap kau mempersiapkan diri jika mau berani melakukan langkah yang merugikan ku maka akan ku binasakan ras mu di dunia ini tak terkecuali yang berada di China"
Mendengar hal itu nenek tersebut jatuh tersungkur dengan tubuh gemetar serta air mata yang mengalir.
...****************...
Faisal dan Nicho masuk ke dalam toko iPhone.
Kebanyakan pegawai dan orang-orang di sana memandang Faisal dengan sinis karena mengenakan pakaian yang kumuh dan lusuh begitupun Nicho ia berjalan membawa koper seakan seperti seorang gelandangan.
"Aku ingin mencari laptop kau ingin membeli apa?" tanya Nicho.
"Aku juga ingin membeli laptop dan, aku juga akan membeli hp baru serta beberapa aksesoris yang berguna" jawab Faisal sembari berjalan ke meja resepsionis.
"Apa yang kau cari?" tanya sang resepsionis dengan sinis menggunakan bahasa inggri.
"Bisa ku lihat model laptop yang bagus" jawab Faisal menggunakan bahasa inggris.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...