Teleport System

Teleport System
Episode 143 awal baru


__ADS_3

Setelah tiga tahun berlalu semenjak kehancuran terjadi di bumi orang-orang yang selamat membangun kerajaan mereka sendiri dengan di pimpin oleh Deviatan yang memiliki kepintaran di atas yang lainya.


Di bantu oleh Kakek Pur, Lion, Lioan, Lioin, serta empat iblis lainya mereka berhasil membangun kerajaan yang memiliki kekuatan setara dengan kerajaan yang telah berdiri selama ratusan tahun.


Di kekaisaran barat mereka mendirikan kerajaan yang bernama Earth dengan persetujuan kaisar dinasti barat yaitu Guang Zhou.


Perkembangan kerajaan Earth sangatlah pesat karena bantuan orang-orang berbakat seperti presiden Indonesia sebelumnya serta petinggi lainya yang mana mereka sangatlah ahli dalam bidang diplomasi.


Tak hanya itu mereka dengan cepat membangun peradaban maju dengan memanfaatkan ilmu yang mereka pelajari di bumi kini mereka dapat membuat pembangkit listrik.


Kaisar Guang Zhou meminta bayaran yang cukup tinggi kepada kerajaan Earth dengan mewajibkan mereka untuk mengirim Adrianto, Nicho, dan juga kakek Pur untuk menjadi prajurit kekaisaran.


Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat keluarga Faisal masih merasakan kehilangan yang begitu besar akibat kepergian dirinya.


Bahkan ibu belum pulih dari syoknya kini ibu hanya dapat berdiam tak dapat bicara bahkan menggerakkan tubuhnya.


...****************...


100 tahun yang lalu.


Sekte Mon Hua merupakan sekte nomor satu di benua ini menjadi nomor satu dalam kurun waktu 100 tahun hingga menimbulkan rasa iri yang teramat besar dari sekte lainya hingga membuat 10 sekte besar lainya benci dengan Mon Hua.


Sekte Mon Hua menjadi sekte nomor satu bukan karena tanpa alasan melainkan karena mereka memiliki teknik berpedang yang begitu kuat dan hebat tak hanya itu mereka selalu berhasil menciptakan murid yang berbakat.


Salah satunya adalah Mo Huang.



Seolah seperti berkah dari langit pemuda yang sangat berbakat terlahir di sekte Mon Hua dan berhasil menjadikan sekte ini menjadi sekte nomor 1 selama satu abad.


Lahir dari rahim istri patriak tumbuh dengan di kelilingi sumber daya yang tak terbatas serta latihan keras dari ayah dan kakeknya menjadi alasan mengapa dirinya bisa menjadi begitu kuat.


Namun tak hanya itu dirinya juga sangat berambisi hingga ia menghabiskan seluruh waktunya untuk berlatih dengan sangat keras.


Dengan bakat dan kerja keras ia berhasil mendapatkan gelar Saint sword yang merupakan gelar paling tinggi di benua ini.


Namun kehebatan itu tak bertahan lama seluruh sekte bersatu karena kebencian yang begitu besar kepada sekte Mon Hua mereka menyerang sekte dan memusnahkannya hingga tak tersisa apa-apa.


...****************...


Di sebuah desa kecil yang berada di kaki bukit di kabupaten Ilyang yang berada di bagian timur kekaisaran barat.

__ADS_1


Di sebuah gubuk sederhana.


Terlihat seorang wanita muda tengah merawat tubuh pemuda yang terlihat familiar, dengan rambut panjang berwarna putih serta sekujur tubuh yang di penuhi oleh tato.


Ya benar pemuda itu adalah Faisal.


Dengan ketulusan dan kelembutan wanita itu membersihkan tubuh Faisal senyuman yang begitu manis terukir di wajahnya.


Tubuh Faisal kelihatan sangat kurus dan pucat ia kehilangan semua otot-otot yang di miliknya sebelumnya.


Dengan perlahan Faisal membuka mata.


"Tabib..!" teriak sang wanita sangat keras dengan panik ketika melihat Faisal membuka mata.


Dengan sigap seorang pria tua masuk ke dalam dan segera memeriksa Faisal.


Terlihat Faisal berusaha mengatakan sesuatu namun sayangnya ia kembali pingsan.


"Tabib apa yang terjadi pada pria ini?" tanya sang wanita dengan khawatir.


"Lebih baik kau buang saja dia, selama 3 tahun kau merawatnya seperti dia adalah suamimu kau masih muda lebih baik kau mencari pendamping" jawab tabib dengan sinis.


"Apakah kau berharap pria ini akan bangun dan menikah dengan mu?, sebaiknya kau buang dia" ucap tabib sebelum pergi.


...****************...


Keesokan harinya di saat matahari belum terbit.


"Shut... Suuh" suara pukulan yang cepat dan keras.


Wanita penolong Faisal alias Luan terbangun akibat keributan itu.


Ia segera bangun dan memeriksa ke halaman.


Betapa terkejutnya ia ketika melihat Faisal tengah berlatih pukulan dengan tubuh yang masih terlihat begitu lemah.


"Dia bangun" gumam Luan terkejut.


"Koma selama tiga tahun membuat tubuhku menjadi lemah, aku kehilangan 75% kekuatan ku saat ini aku setara dengan seorang seniman beladiri di level Elder" gumam Faisal sembari terus berlatih.


"Aku tak mengingat apapun, aku hanya mengingat nama ku,aku tak mengingat sisanya" gumam Faisal.

__ADS_1


"Aku siapa, di mana aku, aku tak mengingatnya aku hanya mengingat bahwa nama ku Faisal" gumam Faisal.


Dalam sekejap kabar mengenai Faisal yang bangun menyebar ke penjuru desa hingga membuat semua orang datang berkumpul karena penasaran.


Mereka penasaran dengan cerita Faisal hingga membuatnya koma di dalam hutan selama tiga tahun.


Tak hanya warga desa kepala desa juga penasaran dengan cerita Faisal hingga dirinya di panggil ke balai desa.


...****************...


Di balai desa.


Terlihat semua orang telah berkumpul mengelilingi Faisal yang tengah duduk di tengah aula sembari meminum teh.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan dari mana asalmu" tanya kepala desa dengan tegas.


"Aku tidak ingat" jawab Faisal.


"Wajar jikalau kau tak ingat karena telah koma selama tiga tahun, tapi bisakah kau memberikan kami petunjuk mengenai keluargamu" ucap kepala desa.


"Aku menghargai kemurahan hati kalian karena telah bersedia merawat ku selama koma namun aku tak mengingat apapun kecuali nama ku yaitu Faisal, aku benar-benar berterimakasih atas semuanya" ucap Faisal.


"Lalu bagaimana kau membayar semuanya?" ucap tabib dengan lantang.


Faisal menoleh ke arah sang tabib.


"Bukankah semua uang yang berada di cincin penyimpananku itu sudah cukup?" tanya Faisal sembari menatap tajam ke arah tabib.


Tabib terdiam ia kelihatan panik.


"Lagi pula selama ini yang merawat ku dengan sepenuh hati adalah nona Luan, kalian semua hanya mengumpat diriku, jubah yang kau pakai itu adalah milikku" ucap Faisal sembari berdiri kemudian menunjuk jubah yang di pakai kepala desa.


"Dasar tak tau berterimakasih kami telah bersedia menampung mu dan kau berani bersikap sombong" ucap salah satu warga.


"Aku berterima kasih apakah itu kurang, aku tak berniat untuk mengambil semua yang telah kalian ambil kecuali satu yaitu cincin penyimpananku" ucap Faisal.


Semua orang menatap Faisal dengan tatapan hina.


Tak ada yang berbicara semua terdiam setelah Faisal mengatakan itu.


"Aku tak mengerti dengan semua ini, aku akan pergi dari desa anggap saja semua yang kalian ambil adalah bayaran untuk merawat ku selama ini" ucap Faisal.

__ADS_1


...****************...


Bersambung...


__ADS_2