
"Tetapi karena anda menginginkan model yang tidak keliatan mencolok sepertinya Audi A8 L atau Lexus ls dan juga BMW 7 series sedan" ucap sales dengan santai.
"Wah mobil-mobil yang di sebutkan tadi itu harganya miliaran" ucap Nadia terkejut.
"Aku ingin melihat mobil Audi yang kau maksud dan juga mobil Lexus" ucap Faisal.
"Baiklah mari ikuti saya" jawab sales sembari berjalan.
Setelah beberapa menit berbincang dan melihat mobil yang di rekomendasikan akhirnya Faisal memutuskan untuk membeli motor Harley Davidson CVO dengan harga 1,1 miliar rupiah, selain itu ia juga membeli satu unit mobil sedan Audi A8L warna hitam.
"Untuk pembayaran anda ingin menggunakan apa?" tanya sales sembari mempersiapkan dokumen.
"Akan ku transfer" jawab Faisal sembari mengeluarkan kartu ATM.
Beberapa saat kemudian.
"Terimakasih tuan karena telah membeli motor dan mobil di showroom kami, anda mendapatkan kartu VIP kami akan menghubungi anda ketika toko kami menyelenggarakan pameran" ucap sales dengan hormat sembari memberikan berkas serta kartu.
"Tolong kau kirimkan motor ku ke alamat ini" ucap Faisal sembari memberikan alamat.
"Tentu kami akan antarkan" jawab sales penuh hormat.
****************
Beberapa saat kemudian.
Di dalam mobil milik Faisal.
"Faisal apa kau yakin bisa mengendarai mobil?" tanya Nicho ragu dengan Faisal yang keliatan tidak mengerti dengan mobil.
"Aku juga tidak yakin lebih baik kau menyewa seorang supir" ucap Nadia dari kursi belakang.
"Kalian jangan banyak bicara aku sedang mempelajari tentang mobil ini" ucap Faisal sembari ia membaca buku panduan.
"Hei ini tentang hidup dan mati kau jangan main-main aku belum menikah" ucap Nicho dengan panik.
"plak..!" Faisal menampar Nicho.
"Diam aku hanya membaca fitur saja, aku bisa mengemudi" ucap Faisal dengan emosi.
Nicho terdiam sembari mengelus pipinya yang baru kena tampar.
"Ayo kita cari makanan, aku ingin makan makanan Indonesia" ucap Faisal sembari ia menjalankan mobil.
"Suara mobil ini sangat mulus memanjakan telinga, kursinya juga empuk" gumam Faisal sembari mengemudi dengan fokus.
"Aku tau restoran yang enak di kota ini tapi harganya sedikit mahal" ucap Nadia bersemangat.
__ADS_1
"Di mana itu?" tanya Faisal.
"Warung makanan padang, walau tidak terkenal tetapi makanan di sana sangat enak dan cocok di lidah masyarakat Indonesia" jelas Nadia.
"Baiklah kau tunjukan saja jalannya" ucap Faisal.
Merekapun pergi ke sebuah restoran yang berada di dalam rumah.
Wangi masakan Padang tercium ketika mereka menginjakkan kaki di halaman rumah tersebut.
"Pemilik toko ini adalah temanku, ia menikah dengan dengan penduduk asli di sini untuk menemani kebosanannya ia membuka rumah makan" ucap Nadia.
"Wah kau memiliki banyak teman" ucap Nicho.
Seketika Faisal menatap tajam ke arah pohon yang berada di ujung rumah tersebut terdapat sepasang mata berwarna merah yang menatap mereka.
"Mereka dalam bahaya" gumam Faisal.
"Sari adalah nama temanku, kamu merupakan teman satu SMA" ucap Nadia.
Pintu rumah terbuka.
Terlihat seorang wanita yang memiliki paras yang cantik tengah menggendong seorang bayi sembari ia memegang kantong sampah.
"Sari..!" teriak Nadia seketika ia berlari ke arah sahabatnya penuh semangat.
Ia pun memeluk sari dengan erat.
"Ah tidak, aku terjatuh saat membersihkan halaman" jawab Sari sembari tersenyum.
"Ada yang aneh" gumam Faisal sembari memperhatikan raut wajah Sari yang kelihatan kelelahan dan depresi serta terdapat pula beberapa luka di tubuhnya tak hanya itu di beberapa titik tubuh anaknya juga terdapat luka seperti di bagian tangan leher bahkan jidat.
"Aku dan teman-teman ingin makan tolong persiapkan makanannya ya, Kevin biar aku yang menjaganya" ucap Nadia sembari menggendong anak Sari.
"Ah ayo silahkan masuk" ucap Sari.
...****************...
Beberapa saat kemudian
Hidangan telah siap di atas meja makan, Faisal dan yang lainya telah duduk menunggu.
"Ayo silahkan di makan" ucap Sari sembari tersenyum ramah.
Merekapun makan.
"Makanan ini sangat enak" ucap Faisal sembari menikmati nasi dan kuah gulai dengan tangan.
__ADS_1
"Mereka berasal dari mana?" tanya Sari kepada Nadia menggunakan bahasa Indonesia.
"Mereka juga dari Indonesia" jawab Nadia.
"Wah mereka kelihatan seperti orang Korea dan juga jepang, tidak heran kalian mahir makan menggunakan tangan" ucap Sari.
"Nasi Padang tidak afdol jika makan menggunakan sendok" ucap Nicho mengejek Nadia.
"Makanan Padang itu baunya sulit untuk di hilangkan, aku tak ingin Kevin merasa terganggu saat bermain dengan ku" jawab Nadia dengan kesal.
"Oh iya kemana suami mu?" tanya Nadia.
"Entahlah ia pergi untuk mabuk dan kembali ketika tidak memiliki uang" jawab Sari dengan sedih.
"Dia masih belum berubah?" tanya Nadia.
"Ya kebiasaan seperti itu pasti akan sulit di ubah" jawab Sari.
"Aku ingin menawarkan sebuah proposal kerja sama dengan mu apakah kau mau?" tanya Faisal secara tiba-tiba.
"Proposal apa itu?" tanya Sari.
"Aku berencana membuka sebuah restoran dan aku ingin menyewa jasa mu sebagai salah satu juru masak" jawab Faisal.
"Aku ingin tetapi aku memiliki anak, Kevin masih kecil dan aku yakin suamiku tak akan mengizinkan diriku untuk keluar rumah" jawab Sari.
"Sangat di sayangkan, aku bisa membayar 2500 dolar untuk satu minggu tempat tinggal, biaya transportasi bahkan keamanan aku ku berikan" ucap Faisal.
"Aku sebenarnya mau walau tidak di berikan gaji yang besar atau fasilitas yang lengkap seperti itu, masalah utamanya adalah suami ku" jawab Sari.
"Kau masih mencintainya?" tanya Faisal.
"Pertanyaan macam apa itu, sepertinya teman mu sudah keterlaluan" ucap Sari kesal dengan ucapan Faisal.
"Aku tak merasakan adanya perasan untuk suamimu, kau bertahan selama ini karena putri mu" ucap Faisal sembari menunjuk ke arah seorang gadis kecil yang berada di dalam foto keluarga.
"Brak..!"
"Kau tau apa lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku memukul mu!" teriak Sari penuh amarah sembari melempar Faisal dengan serbet.
"Ia di kurung di ruang bawah tanah, kuncinya di pegang oleh suami mu kau hanya bisa berbicara di balik pintu dan kau hanya bisa memberikan makan lewat lubang yang di sediakan. Pintu ruangan itu terbuat dari besi yang tebal kau telah berusaha keras untuk menjebolnya namun hasilnya kau di hajar bahkan Kevin juga kena imbasnya" ucap Faisal sembari ia berdiri.
"Cukup..! kau sudah keterlaluan Faisal lebih baik kita pergi" ucap Nadia penuh amarah.
Tiba-tiba Sari jatuh ke lantai kemudian ia menangis dengan keras.
"Lilia..! maafkan ibu, ini semua salah ibu"ucap Sari sembari memukul-mukul lantai.
__ADS_1
...****************...
Bersambung...