
Pada malam yang begitu indah dan cerah.
Bulan bersinar sangat terang serta bintang yang bertaburan menghiasi langit.
Malam ini ibukota kerajaan sangat meriah karena adanya acara yang sangat besar, lantunan alat musik yang indah menghibur satu kota.
Malam begitu terang.
Sementara itu
Di istana ibu Faisal.
"Yang mulia apa Harold tidak ikut?" tanya Cedric sembari mengikuti Faisal yang tengah berjalan keluar.
"Identitasnya harus di sembunyikan dari publik dan ia tengah bekerja di balik layar" jawab Faisal sembari memperbaiki kerah.
"Cedric kau harus semangat" ucap Faisal.
"Tentu saya bersemangat, ini menjadi kali pertama saya mengunjungi istana" jawab Cedric sembari tersenyum.
"Kau akan melihat kejutan di sana" ucap Faisal sembari menaiki kereta kuda.
"Wah benarkah saya tidak sabar menunggunya" jawab Cedric masuk ke dalam kereta kuda.
Merekapun berangkat.
...****************...
Sementara itu di aula istana yang begitu megah dan indah.
Aula telah ramai oleh para bangsawan yang tengah mengobrol dan menikmati beberapa cemilan dan minuman yang telah di sediakan.
"Tidak, menjaga kita tetap aman adalah pekerjaan yang lebih sulit" ucap pangeran Albert berbicara pada para wanita yang mengerumuninya.
"Yang mulia anda begitu tampan dan hebat"
"Benar anda berhasil memimpin kota di usia yang sangat muda anda sangat hebat"
"Ahahaha... biasa aja" ucap pangeran Albert sangat senang.
Di sisi lain.
"Tingkat keberhasilan ramuan itu di tentukan oleh bahan, selain itu peralatan juga termasuk komponen penting dalam pembuatan ramuan" ucap pangeran Max berbicara pada beberapa orang di hadapannya.
"Anda sangat berbakat yang mulia, di usia yang masih muda anda dapat meramu obat dan ramuan tingkat tinggi"
"Biasa saja" jawab pangeran Max sombong.
"Yang terhormat jenderal satu kerajaan Kroas Louis Mufid bersama keluarga memasuki aula"
Seketika semua mata tertuju ke pintu masuk.
Jenderal Louis berjalan dengan gagah serta pakaian yang begitu mempesona, di belakangnya terlihat beberapa istrinya serta anak-anaknya.
Dalam sekejap mata yang awalnya tertuju pada jenderal Louis kini berpindah pada Bella yang terlihat seperti bintang yang bersinar.
Para pria di aula melongo melihat kecantikan Bella tak terkecuali pangeran Albert dan juga Max.
"Wah apa dia seorang peri"
"Bukan dia pasti bidadari"
"Salam putri saya adalah Jhon Draxler saya merupakan cucu dari Duke Douglas" ucap seorang pria tampan dan gagah sembari menjabat tangan Bella.
"Jhon Douglas ia merupakan kolonel termuda di kerajaan ini"
"Jangan berani mendekati Bella kita kalah saing"
__ADS_1
Ucap para bangsawan rendah yang memilih menyingkir.
"Salam" jawab Bella sembari tersenyum dengan terpaksa.
"Di mana Alex" gumam Bella sembari mencari Faisal.
"Mari saya ajak berkeliling" ucap Jhon sembari memegang tangan Bella.
"Maaf aku akan ikut bersama ayah ku" jawab Bella sembari menarik tangannya dengan cepat lalu ia berjalan cepat ke arah jenderal Louis yang tengah berbicara pada beberapa bangsawan.
"Dia menolak diri ku" gumam Jhon sembari menatap Bella dengan tatapan aneh ia mencium tangannya yang sebelumnya telah memegang tangan Bella.
"Kita lihat saja nanti" gumam Jhon sembari berjalan pergi.
...****************...
Beberapa saat kemudian.
Terlihat aula semakin ramai semua pangeran dan putri telah hadir kecuali Faisal.
"Di mana Alex, acara akan segera di laksanakan jangan-jangan ia lupa" gumam Bella yang terlihat khawatir dan gugup, ia duduk di salah satu meja sendirian.
"Kau sedang menunggu seseorang?" tanya pangeran Dalbert yang tengah duduk di sampingnya.
"Ah, benar aku menunggu seseorang" jawab Bella dengan buru-buru karena kaget.
Pangeran Dalbert meminum anggur"siapa dia?" tanya pangeran Dalbert.
Bella diam dan menunduk.
Seketika semua orang menatap ke arah pintu yang terdapat seorang tamu yang begitu penting yang tak lain adalah Aden Graham dan juga Salsa Graham. Mereka menepuk perwakilan dari klan pedang emas yang berdiri di ibu kota kekaisaran.
"Bella..!" teriak Salsa sembari berlari ke arah Bella.
Reflek melihat sahabatnya Bella pun berlari lalu memeluk Salsa dengan sangat erat.
"Wah dia sangat terkenal" ucap Richard berbicara pada adiknya Arthur.
"Dia tampan dan juga memiliki bakat yang bagus dan juga dukungan dari klan" jawab Arthur yang tengah duduk di meja sembari makan.
"Ya bakatnya tak jauh berbeda dengan adik kita Elisabeth yang membuatnya terkenal adalah kemampuan sihirnya" ucap Richard sembari duduk.
...****************...
"Apa kau sendirian?" tanya Bella melepas pelukannya.
"Aku berasal Aden, bagaimana dengan mu?" jawab Salsa.
"Aku bersama dengan ayah ku" jawab Bella.
"Di mana kekasih mu?" tanya Salsa.
"Entahlah ia terlambat, mungkin ia berada di dalam masalah" jawab Bella.
"Yang terhormat dan yang paling tinggi raja Bravogar Graham memasuki aula"
Mendengar hal itu semua orang duduk di meja yang telah di sediakan sesuai nama yang tertulis di meja, meja di atur sesuai tingkat bangsawan bangsawan kelas satu berada di barisan depan dan sisanya di belakang.
"Ayo duduk" ucap Bella.
"Ayo" jawab Salsa.
...****************...
Raja Bravogar pun naik ke atas panggung untuk memberi sambutan.
"Salam yang mulia raja" ucap para tamu sembari menunduk.
__ADS_1
"Salam semuanya dan selamat malam" ucap raja Bravogar dengan ekspresi datar.
Para hadirin kembali duduk.
"Dia adalah raja Bravogar, kekuatannya tak jauh berbeda dari ayah" gumam Aden memperhatikan raja Bravogar.
Raja melirik ke semua orang seolah sedang mencari seseorang.
"Aku mengundang kalian ke istana karena ingin memberikan kabar serta kehormatan untuk seorang pemuda yang telah berjasa untuk kerajaan kita, salin itu aku juga memberikan beberapa keputusan terkait dengan beberapa masalah yang telah melanda kerajaan kita selama ini" ucap raja Bravogar.
"Siapa dia?"
"Siapa pemuda itu"
Bisik para hadirin sembari mencari pemuda yang di maksud.
"Namun sebelum aku mengatakan apa keputusan biarkan Duke Douglas menyampaikan beberapa pidato kepada kalian" ucap raja Bravogar kemudian ia duduk di singgasananya.
"Di mana anak itu" gumam raja Bravogar.
...****************...
Singkat cerita Duke Douglas telah selesai menyampaikan pidatonya.
"Click..!" suara pintu aula yang di buka.
Terlihat Faisal masuk dengan pakaian yang berlumur darah.
"Wah Cedric acara telah di mulai" ucap Faisal sembari membersihkan wajahnya dari darah.
Tiba-tiba raja Bravogar menatap tajam ke arah Faisal, melihat tatapan raja semua hadirin menoleh ke belakang.
"Hei prajurit..! mengapa kau membiarkan seorang pengemis masuk ke aula" teriak seorang pria dengan lantang sembari menunjuk ke arah Faisal.
"Benar sungguh memalukan seorang pengemis datang ke istana".
"Bunuh saja di tempat"
Bisik para tamu sembari memandang Faisal dengan hina.
"Lololololo.. mengapa dia berteriak" gumam Faisal kebingungan.
"Yang mulia sepertinya kita berada dalam masalah" ucap Cedric.
Para tamu mulai ribut membuat seisi ruangan gaduh.
"Diam..!" ucap raja Bravogar dengan tegas penuh amarah, bersamaan dengan itu aura yang begitu mengerikan terpancar membuat beberapa orang gemetar dan pingsan.
...****************...
Bersambung...
Nama: Aden Graham
umur: 20 tahun
level: Warrior puncak
spirit: api
Telent: witch swordsman
Nama: Salsa Graham
__ADS_1
Umur: 16 tahun