
"Yang mulia...!" teriak Cedric sembari berdiri membelakangi ranjang Faisal dengan wajah terkejut dan panik.
"Berhenti... berhenti.." ucap Cedric dengan terbata-bata dan juga tubuh yang gemetar melihat empat orang berdiri di hadapannya.
"Apa dia pangeran Alex?" ucap salah satu dari mereka yang memiliki rambut cepak berwarna putih.
Mereka menggunakan masker hitam.
"Benar" ucap pria yang mengenakan bandana hitam dengan rambut panjang bergelombang berwarna pirang sembari berjalan mendekati Cedric yang benar-benar ketakutan.
Teriakan dan juga bunyi ledakan terdengar hingga kamar Faisal.
"Awas kek" ucap pria yang mengenakan bandana sembari memegang pundak Cedric.
"Stup..!" suara tangan pria tersebut yang di tepis oleh Cedric.
"Dasar bajingan..!" ucap Cedric yang tiba-tiba terlihat kesal.
"Kakek bodoh" ucap pria berambut putih sembari menendang Cedric hingga ia jatuh kesakitan.
"Uhuk...! uhuk..!" batuk Cedric mengeluarkan darah sembari ia memegangi dadanya.
"Sialan..!" teriak pria berambut putih sembari menginjak-injak Cedric dengan keras.
"Yang mulia.. yang mulia.. tolong bertahan" gumam Cedric yang terlihat kesakitan sembari ia menutupi wajahnya agar tak terkana injakan.
Terlihat Harold melirik ke arah jendela kamar Faisal saat ia tengah menahan serangan dari tiga orang sekaligus"Yang mulia" gumam Harold yang terlihat terkejut.
"Apa kau lengah" ucap musuh Harold sembari tersenyum.
"Sial" ucap Harold sembari menginjak ketiga orang tersebut hingga membuat mereka terpental cukup jauh.
Seketika Harold terbang ke arah kamar Faisal dengan cepat.
"Cang..!" suara jendela yang pecah karena Harold masuk dan menabrak jendela.
"Yang mulia..!" teriak Harold kemudian ia diam terpaku seakan ia sedang melihat hal yang aneh.
"Ohw Harold, lama tak jumpa" ucap Faisal yang tengah berdiri sembari mencekik pria yang mengenakan bandana.
"Tolong..!" ucap pria yang mengenakan bandana sembari meronta, terlihat urat di kepalanya menonjol, matanya seakan ingin keluar bersamaan air mata yang terus mengalir.
"Yang mulia" ucap Harold yang terlihat tak percaya dengan apa yang ia saksikan sendiri.
__ADS_1
Terlihat tiba-tiba Faisal melempar pria tersebut ke arah Harold"menghindar" ucap Faisal setelah melempar pria tersebut.
Sontak Harold menghindar ke arah kanan kemudian ia melirik ke arah pria yang di lempar Faisal.
Harold melotot dan ia terkejut saat melihat tubuh pria tersebut telah terbelah menjadi tiga bagian karena tebasan tiga musuh Harold sebelumnya menyerang Harold secara diam-diam dan tiba-tiba tanpa Harold sadari.
"Jangan bengong saja mari bunuh mereka dan selamatkan warga" ucap Faisal sembari melompat ke arah tiga orang tersebut sembari menebas salah satu musuh menggunakan pedang dari arah atas.
Tanpa menunggu Harold tiba-tiba ikut menyerang ke arah musuh yang berada di kanan Faisal yang mencoba menusuk Faisal menggunakan pedang.
"Jangan kau sakiti tuan ku" ucap Harold sembari mencengkram belakang leher musuh tersebut.
"Bagus" ucap Faisal sembari menendang pedang musuh yang berada di kiri saat mencoba menebas Faisal dari atas.
Hanya dalam sekejap satu musuh di ranah elite puncak telah mati karena tebasan Faisal secara tiba-tiba.
"Kalian telah membuang waktu ku karena berkelahi dengan cara pengecut" ucap Harold sembari menggenggam tangan kanannya yang perlahan muncul aura berwarna merah.
"Cruk.." suara jantung musuh tersebut yang di hancurkan oleh genggaman tangan Harold, perlahan tubuh musuh itu mengering seakan seperti mumi.
"Teknik apa itu, mengerikan" ucap Cedric berbisik ia berdiri di ujung ruangan sembari menonton pertandingan dengan wajah tenang namun tubuh yang masih gemetar.
"Akhirnya kau mengeluarkan skill itu" ucap Faisal sembari memegang kepala musuh yang telah terputus dari tubuhnya.
Kemudian Faisal melompat ke atap istana tertinggi.
Faisal berdiri di atas atap tangan tegap kemudian ia mengangkat kepala tersebut.
"Pemimpin kalian telah ku bunuh, menyerah atau ku habisi kalain semua..!" teriak Faisal dengan keras hingga membuat semua orang terkejut tak hanya pihak musuh namun pihak Faisal pun terkejut mendengar suara Faisal yang menggema di seluruh kota bahkan di seluruh hutan.
Terlihat semua orang menatap ke arah Faisal dengan wajah terkejut dan kebingungan.
"Ku hitung sampai 3 jika kalian tidak menjatuhkan senjata maka kalian akan ku bunuh dengan tragis dan juga akan ku siksa,'namun jika kalian menyerah aku akan memulangkan kalian" teriak Faisal di iringi guntur yang menyambar dan juga hujan yang turun dengan deras.
"Bukankah ini musim dingin..? mengapa turun hujan" gumam Harold sembari melihat ke langit.
"Tang..! tang..!" suara senjata yang berjatuhan secara bergantian.
"Kau bingung mengapa ada hujan?" tanya Faisal sembari menurunkan tangannya.
"Benar hamba bingung" jawab Harold.
"Hujan ini tidak muncul dengan alami melainkan buatan" jawab Faisal.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada yang menciptakan hujan kecuali ia adalah dewa" ucap Harold.
"Energi negatif menyelimuti kota dan memanggil hujan dan turun dengan deras secara tiba-tiba hingga pembekuan tak sempat terjadi" ucap Faisal kemudian ia melompat ke halaman.
Terlihat ribuan pasukan musuh telah berlutut dengan kepala menunduk dan juga kedua tangan yang mengangkat ke atas.
"Ambil semua senjata dan juga kurung semua prajurit musuh" ucap Faisal.
...****************...
Keesokan harinya.
Terlihat Faisal tengah duduk di tangga depan pintu istana.
"Yang mulia kita mengalami kerugian yang sangat besar dan juga mendapatkan korban jiwa yang tak sedikit" ucap Cedric yang duduk di tanah di depan tangga.
"Jelaskan secara rinci" ucap Faisal kemudian ia menggigit apel sembari memperhatikan beberapa anak kecil yang berlarian.
"25% tembok kota telah hancur, 25 rumah mengalami kehancuran dan beberapa mengalami kerusakan kecil, dan juga kita kehilangan 250 pasukan, 150 penduduk sipil, 25 budak tercatat 28 wanita menjadi janda dan fasilitas lainya juga hancur seperti WC umum, bak sampah dan juga pangkalan militer" jawab Cedric sembari membaca catat.
"Haduh ini sangat buruk" gumam Faisal sembari menghembuskan nafas dan menggeleng.
"Yang mulia, kita memiliki 4380 tawanan perang yang memiliki fisik yang lengkap alias sehat" ucap Danieal yang baru datang sembari berlutut.
"Berapa banyak rampasan yang kita dapatkan?" tanya Faisal.
"Kita mendapatkan 1900 senjata dan juga 200 kuda dan terdapat 14 peti emas batangan" jawab Danieal.
"Setidaknya kita mendapatkan uang yang cukup banyak" gumam Faisal.
"Cedric tulis apa yang ku katakan" ucap Faisal.
"Siap yang mulia" jawab Cedric sembari menyiapkan selembar kertas dan juga pena bulu.
"Aku pangeran Alex memberikan belas kasihan kepada bawahan mu untuk mereka pulang jikalau kau membayar 200 peti emas batangan dalam waktu satu minggu, jika tidak akan ku gandakan kematian yang ku alami terhadap warga mu sebanyak 10 kali lipat, akan ku warnai kerajaan mu dengan warna darah dari rakyat mu dan akan ku hiasi jalan kerajaan mu dengan kepala keluarga dan juga kerabat mu dalam waktu satu minggu jika tak ada balasan berarti kau memang menantang diri ku secara langsung bukan kerajaan ku namun diri ku" ucap Faisal yang terlihat emosi dengan wajah marah.
Terlihat tangan Cedric gemetar saat menulis pesan yang di katakan Faisal.
"Dia masih cukup lama datang nya" gumam Faisal sembari melihat ke arah tabel system.
[Ia akan datang dua hari lagi.]
...****************...
__ADS_1
Bersambung...
Maaf semuanya karena lama tidak up di karenakan hp rusak dan juga sakit maaf semuanya