
tidak terasa satu Minggu kemudian kini Ayu sudah tidak bekerja di Perusahaan Radit lagi.
hari ini Nanda pergi menemui kedua sahabatnya karena sahabatnya Yanti akan menikah bulan depan. kini mereka sedang berkumpul di butiqnya Sarah.
" aku tidak menyangka kamu akan menikah bulan depan tapi siapa calon mu?" kata Nanda pada Yanti
" nanti juga kamu tahu biarlah ini menjadi kejutan buat kamu" kata Yanti
" siapa sih gue jadi semakin penasaran" kata Nanda
" nanti sajalah kamu pasti kenal kok orangnya" kata Yanti
Sarah sedang mengukur badannya Yanti karena Sarah yang membuatkan baju pengantin untuk Yanti.
" kamu tahu Nanda aku pengen sekali membuatkanmu baju pengantin seperti ini" kata Sarah pada Nanda
" maafkan aku, gimana kalau kamu buat kan aku baju yang sama untuk kita berdua pakai di pestanya Yanti bulan depan" kata Nanda
" oh ya betul juga tuh...." kata Sarah
" gimana dengan dirimu, apa kamu belum menyerahkan dirimu juga pada suamimu?" kata Yanti
" kenapa kamu nanyanya kayak gitu?" kata Nanda
" apakah aku yang akan lebih dulu juga nanti, pernikahanmu sebentar lagi sudah setahun. tapi lihatlah kamu tidak ada bedanya dengan para gadis termasuk kita berdua." kata Yanti
" aku udah menyerahkan diriku kepada suamiku" kata Nanda
" apa??? benarkah gimana caranya.... gimana... coba ceritakan pada kita" kata Yanti dan Sarah
" kalian belum saatnya untuk mengetahui itu, kalian berdua masih dibawa umur" kata Nanda
" enak aja loh ngatain gue dibawa umur" kata Sarah sambil menoyor kepala nya Nanda
__ADS_1
" kan emang benar.... pacaran aja lu belum pernah boro-boro mau nikah calon pun lu tak punya" kata Nanda
" nggak papa kali nan bagi-bagi pengalaman buat gue, gue biar ngk terlalu amatir nanti" kata Yanti
" udah nanti pada saat kita melakukannya gue akan video call kalian berdua" kata Nanda
" akh.... gue ngk mau... gila lho.. gue bilangkan diceritain." kata Sarah
" capek banget gue ceritakan itu mending gue praktek langsung udah" kata Nanda
" jorok banget lu" kata Yanti melemparkan bantal sofa kepada Nanda
mereka bertiga tertawa saling mengejek. tidak terasa waktu terus berjalan dan kini mereka berdua pamit pada sara untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
pada saat itu Nanda ingin pergi ke cafe nya Arga. namun di perjalanan sepertinya dia melihat Melati sedang menangis di taman.
Nanda ingin menghampiri melati untuk berterima kasih karena dia menolong Nanda 4 bulan yang lalu.
Melati mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah yang sedang berbicara dengannya.
" kenapa kamu di sini?" kata Melati
" boleh aku duduk?" kata Nanda pada Melati
Melati hanya menganggukkan kepalanya
" ini....kamu lap dulu air matamu?" kata Nanda memberikan saputangan itu kepada Melati
" terima kasih" kata Melati mengambil saputangan Nanda
" kenapa kamu menangis apakah kamu ada masalah?" kata Nanda
" apakah kamu akan menertawakan ku jika kamu tau aku ada masalah?" kata Melati
__ADS_1
" aku tidak setega itu, coba ceritakan padaku apa yang terjadi pada dirimu sehingga kamu menangis di sini" kata Nanda
" aku tidak akan cerita kepadamu apapun masalah ku. karena aku bukan lagi temanmu ataupun sahabat" kata Melati
" kalau memang kamu tidak menganggapku temanmu, lalu kenapa kamu menolongku pada waktu itu?" kata Nanda
" kamu tahu dari mana aku menolongmu?" kata Melati
" meskipun aku tidak sadarkan diri pada saat itu, tapi aku bisa mendengar suaramu, aku mendengarmu menangis sepertinya kamu sangat takut kehilanganku" kata Nanda
" tidak ada alasan ku untuk membencimu. kamu orang baik dan kamu tidak pantas menerima cobaan itu" kata Melati
" terima kasih berkatmu aku bisa hidup sampai saat ini" kata Nanda
" apakah kamu masih marah padaku?" kata Melati
" tidak.... itu semua hanya masa lalu saja.... aku hanya kecewa saja padamu pada saat itu. dan lagian aku sudah menikah dan aku mendapatkan suami yang jauh lebih baik." kata Nanda
" selamat buat pernikahan mu. aku sangat terkejut mendengar suamimu mengatakan kamu adalah istrinya." kata Melati
" pernikahan kami dirahasiakan karena pada saat itu aku belum siap untuk menikah. jadi aku meminta pada suamiku supaya pernikahan kami tertutup". kata Nanda
" sudah berapa lama kamu menikah?" kata Melati
" bulan ini memasuki 1 tahun" kata Nanda
" apakah kamu sudah hamil?" kata Melati
" tidak.... aku tidak bisa hamil, karena rahim ku rusak" kata Nanda
" kamu tahu dari mana rahimmu rusak apakah kak Jordi memberitahukan sesuatu kepadamu?" kata Melati
" tidak.... aku tahu aku tidak bisa hamil dari kamu, pada saat itu kamu menceritakan ini kepada kak Jordi. aku dan kak Arga ada di cafe itu, dan kami berdua mendengar semua percakapan kalian?" kata Nanda
__ADS_1