
Aku bangkit dan berlari meninggalkan panggung. namun kak Arga menyusul ku.
" nan..... tunggu"
Aku menghiraukan nya dan terus berlari ke arah parkiran. aku masuk ke dalam mobilku dan langsung pergi meninggalkan lokasi sekolah.
Aku melihat dari kaca spion mobilku mobil kak arga ada di belakang dan sepertinya dia masih mengejar ku.
kunaikkan kecepatan mobilku dan aku tidak menyadari ternyata aku menerobos lampu merah.
aku melihat di sebelah kiri ada sebuah mobil truk yang melaju dengan cepat kearah ku. ku dibantingkan setir mobilku melawan arah dan....
BRUKKKKKKKKKK
Perlahan ku buka mataku namun aku tidak dapat melihat apa-apa semuanya gelap.
ku coba meraba kiri kanan tidak ada yang dapat kutemukan. aku merasa ada sesuatu di hidung ku dan di pergelangan tangan ku.
tanpa berpikir aku melepaskan semuanya
dan dengan sangat hati-hati aku mencoba bangun dari tempat tidur ku.
aku berjalan dan sambil meraba di sekitar ku. aku merasa aku sedang bermimpi.
dan aku mendengar suara benda terjatuh sepertinya ada orang disini.
" apakah ada orang" kataku
" sayang kamu sedang apa " nenek
" nek aku dimana? kenapa semuanya gelap?"
" kita di rumah sakit sayang"
" kenapa semuanya gelap nek"
" dokter akan memeriksa mu sayang... tunggu sebentar.."
dan tidak beberapa lama aku mendengar seseorang datang mungkin itu dokternya.
" nanda kamu berbaring dulu biar aku memeriksa mu" sepertinya suara umur 40an... mungkin sebaya dengan mamah.
dokter tersebut memapah ku. kemudian aku berbaring, aku merasakan dia membuka mataku.
" apa yang terjadi pada cucu saya dok?"
" kornea mata nanda rusak akibat kecelakaan seminggu yang lalu"
__ADS_1
" apa cucu saya tidak bisa melihat dok?"
" untuk saat ini nanda tidak bisa melihat atau biasa kita bilang nanda mengalami kebutaan"
" apa.....? sampai kapan cucu saya mengalami kebutaan?"
" sampai ada donor mata yang cocok untuk nanda"
bagai disambar petir rasanya...
bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada ku.
di usiaku yang masih muda aku harus mengalami ini. apa yang harus aku lakukan.
" dok... lakukan sesuatu buat cucuku..."
" hanya menunggu donor mata saja yang bisa kita lakukan bu"
" aku akan bersedia membayar berapa pun asal cucuku bisa melihat.
" aku akan segera mengabari ibu jika ada yang bersedia mendonorkan mata nya."
" segera cepat kabari saya dok "
" baik buk.. kalau begitu saya permisi dulu buk. mari buk"
" silahkan dok."
sepertinya dia sangat sedih. aku tidak boleh sedih dihadapan nenek, kasihan nenek dia sudah sangat tua. berpura2 tegar dan kuat walaupun menyakitkan, hanya itu yang bisa kulakukan sekarang agar nenek tidak sedih.
cuman dia yang kumiliki untuk sekarang ini.
" nenek... apakah nenek menangis?"
" akh... tidak sayang. nenek tidak menangis kok"
" nek... nanda ngk papa kok nek... "
" kamu yang sabar yah sayang nenek akan cari pendonor mata... bahkan ke ujung dunia pun nenek akan cari sayang"
" nenek jangan sedih... nanda benaran kok nanda tidak apa-apa."
nenek langsung menangis dan memeluk ku.
" nek mamah dimana"
" mamah kamu lagi di Singapore sayang"
__ADS_1
" sudah berapa lama nanda disini nek"
" sudah seminggu sayang"
" apakah mamah tidak datang selama seminggu ini?"
" mamah kamu pergi ke singapore sebelum kamu kecelakaan sayang"
" apa mamah tidak tau nanda kecelakaan?"
" nomor mamah kamu tidak bisa ditelepon sayang"
" sesibuk itukah mama?"
" kata Chris. mama kamu setiap bulan pergi kesana dan waktunya satu minggu.. mamah kamu sudah 2tahun lebih pulang pergi singapore sayang. tapi kata Chris tidak ada kolega kita dari singapore, dan ini sudah seminggu mungkin mamah kamu sebentar lagi datang"
" apakah mamah menyimbunyi kan sesuatu"
" sepertinya begitu sayang. karna mamah kamu pergi dari rumah sudah dua tahun lebih juga nenek yakin ada kaitanya."
" selama aku koma. apa kak jordi menemui ku?"
" jordi setiap hari datang sayang.. pulang sekolah dia biasa ny datang dan pulang sore.. dan teman sekolah mu juga datang setiap harinya tapi dia datang disaat malam dan pulang disaat pagi"
" apakah sarah maksud nenek"
" bukan sayang... dia laki-laki"
mungkin yang dimaksud nenek adalah kak Arga.
" apa teman nanda mengatakan sesuatu pada nenek"
" dia bilang supaya nenek jangan kasih tau siapa pun dia datang kesini"
" apa kak jordi juga tau dia kesini"
" tidak sayang"
" nek...."
" iyah sayang..."
" jangan kasih tau siapapun bahwa nanda sudah sadar"
" tapi kenapa sayang"
" nanda belum siap bertemu mereka dengan keadaan nanda sekarang nek"
__ADS_1
" baik lah sayang nenek janji"
tiba-tiba pintu ruangan nanda terbuka seperti nya ada seseorang yang datang dan ternyata dokter.