
sudah 2 minggu lamanya Radit di luar negeri, mereka sering melakukan video call. Chika menangis saat melihat Radit di handphone nya Nanda.
" papa.... di ma na?" kata Chika dengan bahasa balita nya.
" papa sedang bekerja sayang,,,, anak papa kenapa menangis??" kata Radit pada Chika
" Chika kangen" kata Chika yang diajari Nanda
" tunggu sebentar lagi sayang, papa pulang" kata Radit
" papa janji?" kata Chika
" janji sayang,,," kata Radit
setelah itu Chika melanjutkan kan bermainnya dan memberikan hp nya pada Nanda.
" kapan kamu pulang?" kata Nanda pada Radit
" apa kamu sangat merindukan ku sayang???" kata Radit
" iya,, terlebih Chika terus menanyai mu" kata Nanda
" mungkin karena dia belum terbiasa jauh dari ku" kata Radit
" aku takut jika suatu saat keluarga nya menemukan Chika" kata Nanda
" jika itu terjadi, aku tidak akan membiarkan mereka mengambil Chika dari kita" kata Radit
" kita tidak punya hak untuk melarangnya" kata Nanda
" kata siapa kita tidak punya hak,, Chika sudah sah menjadi anak kita dan itu resmi dari jalur hukum, lagi pula mereka yang membuang Chika" kata Radit
__ADS_1
" iya tetap saja darah lebih kental dari air," kata Nanda
" sudah lah sayang kamu jangan mikir yang aneh-aneh" kata Radit
setelah Nanda selesai mengobrol dengan Radit suaminya, hari ini Nanda ingin pergi ke kafe nya Arga. Arga masih tetap di Indonesia dan Yolanda yang pindah ke Indonesia.
Nanda pergi ke sana karena Yolan memberi tahu nya bahwa dia sudah hamil satu bulan.
sebelum mereka ke kafe, Nanda membawa Chika terlebih dahulu membawa ke taman bermain anak-anak.
Nanda tidak lupa memvideokan nya untuk dikirim ke Radit. Radit yang melihat tingkah anaknya tersenyum bahagia
dan pada saat itu Chika menangis karena didorong anak laki-laki yang lebih tua satu tahun darinya.
" Chika sayang.... anak mamah jangan nangis dong, sini mama liat,, syukurlah tidak ada yang luka" kata Nanda
" dia mendorong ku mama" kata Chika dengan bahasa balita
Namun karena ketakutan dimarahin Nanda anak laki-laki itu sudah duluan menangis. Nanda jadi bingung, dia mencoba membujuk anak kecil itu.
" sayang kamu kenapa menangis???" kata Nanda pada laki-laki kecil itu
anak kecil itu semakin menangis, dan pada saat itu keluarga anak kecil itu datang menghampiri anak laki-laki itu.
" sayang kamu kenapa menangis ?" kata seorang laki-laki berjongkok untuk menyamakan badan mereka.
anak laki-laki tersebut tidak menjawab, dia hanya menunjukkan kearah Nanda. laki-laki itu hanya mengikuti tangan anak kecil itu. dan dia melihat Nanda.
" Nanda.... sedang apa kamu disini?" kata Adrian
" Rian.... dari mana kamu? berani sekali kau meninggalkan nya sendirian disini" kata Nanda marah pada Adrian
__ADS_1
" aku tadi hanya mengangkat telepon saja sebentar" kata Adrian
" lalu kamu sedang apa disini?" kata Adrian sambil melihat anak kecil yang memegang tangannya Nanda
" aku sedang membawa anakku bermain ke Sini, lalu kamu?? apa itu anak mu" kata Nanda
" hahahaha.... kamu ini bicara apa? ternyata kamu sudah punya anak" kata Adrian
" iya.... lalu kamu kapan nikah nya?? dan anak mu?? " kata Nanda bingung, karena enam bulan yang lalu terakhir kali mereka bertemu pada saat pesta pernikahan nya Arga, Adrian belum menikah
" anakmu sangat cantik, aku belum menikah,,, ini anak kakak ku yang ada diluar kota tempat ku bekerja, aku sedang libur jadi dia minta ikut denganku kebetulan ayah sama bunda merindukan nya. dia sangat bosan dirumah, makanya aku membawa nya kesini" kata Adrian menjelaskan
" owh .... aku pun tadi sempat bingung juga sih, kenapa kamu belum menikah?" kata Nanda
" jodohnya belum ketemu Nan..." kata Adrian
" akh masa belum ketemu sih,,begitu banyak perempuan di dunia ini masa belum ketemu?" kata Nanda
" banyak sih,,,, banyak nan... tapi ngk ad yang mau" kata Adrian
" siapa bilang gak ada yang mau?" kata Nanda
" siapa??" kata Adrian
" itu Sarah.... sejak kita SMA sampai sekarang dia masih suka sama kamu," kata Nanda
" hehehe... tapi aku tidak suka padanya Nan... aku menganggap nya sebagai teman saja" kata Adrian
" cobalah buka hatimu,, nanti perlahan juga pasti cinta" kata Nanda
Adrian tidak menjawab dia hanya tersenyum saja.
__ADS_1