
waktu berlalu begitu cepat tidak terasa 6 bulan sudah terlewati dan Zoan juga sudah menikah. Chika sekarang sudah bisa berjalan, dia juga sudah mulai pandai berbicara.
hari ini Radit akan pergi ke Prancis dimana bisnisnya sedang bermasalah. dan dia juga agak lumayan lama di sana.
Nanda dan Chika tidak bisa ikut karena Nanda tidak bisa meninggalkan hotelnya. Chika dari kecil, Nanda selalu membawa Chika ke hotel bersama babysitter nya.
hari ini Nanda dan Chika mengantar Radit ke bandara,berat rasanya Radit meninggalkan mereka berdua.
tapi Dia tidak punya pilihan lain dia sendiri yang harus turun tangan untuk menyelesaikannya, sementara Hendra bertugas menjalankan usaha Radit di Korea.
" sayang...... jaga diri kalian." kata Radit pada Nanda
" kamu hati-hati disana, cepat lah pulang. kami akan merindukan mu." kata Nanda
" aku juga akan merindukan kalian sayang,,," kata Radit
" jangan genit-genit pada wanita" kata Nanda
" hahahaha.... sejak kapan kamu jadi tukang cemburu, kamu tenang saja sayang.... hatiku selalu tertutup untuk para wanita itu" kata
Radit
" aku akan menunggu mu" kata Nanda
" dan aku akan kembali secepatnya" kata Radit
Radit mencium kening Chika dan kedua pipi Chika. setelah itu Radit mencium kening Nanda dan bibir Nanda.
" aku pergi sayang...." kata Radit
" mmmm... " kata Nanda
" I love you both dear" kata Radit
__ADS_1
" we love you too" kata Nanda
setelah Radit pergi Nanda juga pergi ke hotel nya. namun di tengah jalan lampu merah, pertanda para pengemudi berhenti sebentar. Nanda tak sengaja melihat pak Parto dan Bu Minah naik motor berhenti tepat di sebelah mobil Nanda.
Nanda membuka jendela mobilnya.
" bibi????" kata Nanda
" Non Nanda??? " kata bi Minah
Nanda melihat sekedar motor pak Parto didepan ada keranjang berisi sayuran seperti nya mereka habis berbelanja dari pasar.
" bisakah kita mengobrol sebentar?" kata Nanda
" bisa Nona" kata bi Minah
" mari kita bertemu di kafe Matahari sekarang" kata Nanda
" baik nona" kata bi Minah
Nanda meminta kepada supir nya untuk ke kafe Matahari dan Bu Minah juga sudah ada disana.
" hai bibi.... gimana kabar nya bibi?" kata Nanda pada bi Minah
" sehat nona,,, kabar kami baik, gimana kabar nona? " kata bi Minah
" tolong bibi jangan memanggilku nona panggil saja aku Nanda" kata Nanda
" ada apa nak Nanda memanggil kami?" kata bi Minah
" sudah lama ya kita tidak bertemu" kata nanda
" sudah lama banget nak Nanda,, semenjak kejadian itu kita sudah tidak pernah lagi bertemu." kata bi Minah
__ADS_1
" bagaimana kabar Melati sekarang sudah lama juga aku tidak bertemu dengan melati" kata Nanda kepada bi Minah
" Melati sudah pergi ke luar negeri, kurang lebih satu setengah tahun yang lalu" kata bi Minah
" apa??? ke luar negeri mana dia pergi?, lalu bagai mana dengan anak nya? hari itu pada saat dia hamil aku pernah membawa nya ke Jogja. tapi dia hanya dua bulan saja tinggal disana ntah kemana dia pergi aku tidak tau setelah itu " kata Nanda
" anak nya lahir tapi sayang kata dokter anaknya meninggal" kata bi Minah
" apa??? meninggal?" kata Nanda
" lalu ke luar negeri mana dia pergi?, apa yang dia lakukan disana?" kata Nanda
" aku tidak tau nak,,, dia tidak memberitahu kami dia pergi kemana, dia bilang dia akan mengejar cita-cita nya menjadi pelukis itu saja" kata bi Minah
tiba-tiba Chika menangis dan babysitter nya menghampiri Nanda untuk memberikan Chika kepadanya.
" anak siapa ini nak,?" kata bi Minah
" ini anakku bi" kata Nanda
" Apa???? nak Nanda sudah menikah ternyata" kata bi Minah
" akh.... iya aku sudah menikah bi" kata Nanda
" anakmu cantik banget nak, bisakah aku menggendongnya?" kata bi Minah sambil mencubit pipi Chika sayang.
" akh.... silahkan saja bi.." kata Nanda
" nak Nanda.... maaf kan kami untuk kejadian yang dulu" kata bi Minah
" sudah lah bi.... bibi jangan mengingat nya lagi. aku sudah melupakan masalah itu. dan bibi lihat?? aku sudah sangat bahagia dengan kehidupan ku sekarang" kata Nanda
" kamu pantas mendapatkan nya nak... kamu adalah anak yang baik. kamu sama seperti nyonya besar dan nyonya Diandra" kata bi Minah
__ADS_1
" tentu saja aku sama dengan mereka bi... mereka adalah nenek dan ibu ku" kata Nanda
setelah beberapa jam mereka berbicara, sangat banyak yang mereka bahas. Nanda meminta keluarga nya melati kembali bekerja dirumah neneknya, awal nya bi Minah menolak, tapi Nanda memksanya. kini waktu nya mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.