Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 91


__ADS_3

sekarang mereka berempat sedang di perjalanan menuju ke makam keluarganya Nanda.


Nanda berada satu mobil dengan Radit, sementara Yolanda satu mobil dengan Marchel. mobil Marchel berada di belakang mobil Radit.


selama di perjalanan satu tangan Radit tidak pernah melepas genggaman nya dari tangan Nanda, sesekali Dia mencium punggung tangan nanda.


" fokuslah menyetir...kalau kamu terus seperti ini kita bisa kecelakaan nanti" kata Nanda pada Radit


" aku sangat mahir dalam menyetir, jadi tidak usah meragukan ku" kata Radit


" kamu dari tadi selalu menggenggam tangan ku, apa kamu takut jika ini akan perpisahan terakhir buat kita berdua" kata Nanda


" berhentilah berbicara omong kosong " kata Radit


" aku hanya meminta satu permintaan padamu apa boleh?" kata Nanda


" aku tidak janji bisa menuruti mu, semua tergantung ke permintaan mu, apa itu. katakanlah " kata Radit


" jika besok aku tidak bisa bertahan, menikah lah dengan kak Yolan. aku tau ini berat buat dirimu, tapi dia adalah bagian dari diriku juga." kata Nanda


Radit spontan memijak rem dengan mendadak.


" apa kamu ingin membunuh ku" kata Nanda


" berhentilah berbicara omong kosong" kata Radit sambil memijak pedal gas.


" aku tidak berbicara omong kosong, kamu tau kak Yolan sangat mencintai mu" kata Nanda


" aku tidak mencintai nya" kata Radit


" bukan kah sebelumnya kamu bilang pada ku , cinta itu bisa bertumbuh dengan adanya waktu. apa kamu lupa?? dulu aku berusaha menolak pernikahan kita dengan beberapa alasan dan termasuk alasan ini. tapi kamu meyakinkan ku" kata Nanda


" masalah nya berbeda, kamu sebelum nya tidak mengenal ku" kata Radit


" bukan kah saling mengenal itu jadi lebih baik?" kata Nanda


" jangan memancing emosiku, aku bisa saja hilang kendali jadi berhentilah berbicara omong kosong" kata Radit

__ADS_1


" maafkan aku" kata Nanda


Radit tidak menjawab perkataan Nanda, dia lebih memilih diam. Nanda yang melihat suasana hati Radit dia pun memilih diam.


setelah beberapa jam mengemudi akhirnya mereka berempat sampai di makam keluarga Nanda.


sekarang mereka berempat berdiri di depan makam keluarga mereka. Yolan dan marchel langsung tersungkur dan menangis. mereka berdua langsung memeluk kubur ibu nya.


" hai mah.... Nanda datang lagi "


" coba mamah lihat siapa yang datang ?"


" kami bertiga anak mamah datang, dan Nanda juga bawa menantu mamah, dia Radit suami Nanda" kata Nanda


" mamah.... seandainya aku tau mamah masih hidup selama ini, aku pasti datang menemui mamah" kata marchel


" ma.... kenapa selama ini mamah tidak menjemput kami?" kata Yolanda


" kenapa mamah mengijinkan papah membawa kami? apa mamah tidak merindukan kami" kata marchel


" mah... aku sudah memenuhi janjiku, tapi maaf mah, aku tidak bisa membawa papah. mereka lah yang akan membawa papa padamu" Kata Nanda


setelah pulang dari makam, Yolan dan Arga langsung menuju Laboratorium untuk mengambil darah Yolan, karena mereka takut besok pada saat operasi Nanda mengalami pendarahan.


" aku sangat berterima kasih padamu berkat mu aku bisa bertemu dengan adikku" kata Yolan pada Arga


" hehe... kamu ini berkata apa, Tuhan yang sudah mengatur ini semua"kata Arga


"tetap saja melalui mu" kata Yolan


" aku sangat terkejut mengetahui bahwa kalian adalah saudara kembar" kata Arga


" aku juga terkejut bahwa sahabatku sendiri adalah teman baik dari saudara kembar ku" kata Yolan


" dan ternyata kamu mencintai suami dari saudara kembar mu, dan aku mencintai saudara kembar mu" kata Arga


" dunia memang sangat unik" kata Yolan

__ADS_1


" mari kita sama-sama belajar untuk melupakan perasaan kita kepada mereka" kata Arga


" hahahaha... ternyata kita benar-benar sahabat. kita sama-sama merasakan cinta bertepuk sebelah tangan kepada sepasang suami istri" kata Yolan


di ruangan Nanda, dia kedatangan tamu yaitu keempat temannya dan kedua sahabat nya.


" aku sangat terkejut saat kak Arga memberitahu keadaan mu" kata Sarah


" Nan.... kapan kamu menikah?" kata Bobi


" sudah tujuh bulan yang lalu " kata Nanda


" hahahaha kasihan Adrian" kata Bobi


" ngk apa-apa kan Rian... kan masih ada Sarah" kata Nanda terseyum


" apaan sih lho... kok bawa-bawa gue" kata Sarah


" jujur saja kali rah" kata Rangga


" mulut lho memang perlu disumpel tuh" kata Sarah pada Nanda


" jadi Sarah suka sama Rian?, Rian suka nya sama Nanda. ck... betul-betul cinta yang rumit" kata Bobi


" terus perasaan lho Dimas gimana? setelah lho tau Nanda sudah menikah?" kata Adrian


" kenapa lho nanya ke gue?" kata Dimas


" bukan nya lho suka juga yah sama Nanda sejak kita sekolah?" kata Adrian


" siapa bilang???" kata Dimas


" yah lho sendiri yang curhat ke Rangga " kata Nanda


" kapan??? " kata Dimas pada Rangga


" ngk tau gue.... ngk ada???" kata Rangga

__ADS_1


" ck.... ada....ni bukti nya" kata Adrian


Adrian mengambil ponsel nya dan memutar Vidio waktu mereka merayakan reunian. pada saat itu keadaan Rangga dan Dimas tidak sadar. Sarah sangat malu pada teman-teman nya, Bobi tidak berhenti menggoda mereka.


__ADS_2