Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 145


__ADS_3

" jadi kita harus berjalan jauh begitu maksudmu?" kata Kevin


" iya,,,, jika tidak kita tidak akan mendapatkan bantuan apapun" kata Nadia


Kevin mengambil ponsel dari kantongnya dan ternyata baterai HPnya lowbat.


" sial... malah lowbat lagi" kata Kevin


" ada apa??, kalau tidak, kita harus berjalan sekitar setengah kilo meter lagi. di sana ada halte, kita bisa menunggu mobil bus yang akan lewat dari persimpangan jalan sana" kata Nadia


" bisakah kamu pinjamkan ponselmu padaku?" kata Kevin


" ponselku juga lowbat" kata Nadia


" bisa-bisanya kamu keluar tanpa mempersiapkan apapun, bensin tidak punya baterai HP lowbat" kata Kevin


" anda jangan menyalahkan saya, sebaiknya Anda introspeksi diri terlebih dahulu. bukankah anda seperti itu juga,? " kata Nadia


" saya berbeda dengan kamu, saya tidak tahu tempatnya seperti ini dan kamu sudah sangat mengenal tempat ini, seharusnya kamu sudah mempersiapkan semuanya" kata Kevin


" tidak ada gunanya kita berdebat di sini, ayo cepat lah kita tidak punya waktu. kita akan ketinggalan mobil bus yang akan menuju kota nanti" kata Nadia sambil menarik tangan Kevin


Kevin merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, biasanya setiap wanita yang menyentuhnya dia akan marah. namun berbeda dengan Nadia dia malah menikmatinya.


Dia berjalan dan sambil memandangi wajah Nadia.


" berhenti menatapku seperti itu, dari dulu memang aku sudah sangat cantik" kata Nadia

__ADS_1


" kamu jangan terlalu kepedean,, aku tidak memandang mu" kata Kevin


" yah.... terserah kamu saja" kata Nadia


setelah beberapa lama mereka berjalan, mereka sampai di sebuah halte. 5 menit lebih mereka menunggu. kini mobil bus datang.


" Untung kita tidak terlambat.. itu busnya sudah datang" kata Nadia


" apa??? kita harus naik bus??" kata Kevin


" lalu kenapa rupanya dengan naik bus? aku tahu kamu anak orang kaya, tapi tidak selamanya kamu bisa mengandalkan kekayaan mu" kata Nadia


" aku tidak terbiasa naik bus, aku takut, aku bisa mual nanti" kata Kevin


" tidak usah takut,,, naik mobil mewahmu dengan naik bus tidak ada bedanya"


akhirnya Kevin menuruti apa kata Nadia, Nadia dan Kevin duduk bersebelahan.


Nadia melihat sepertinya Kevin pusing,


" mari bertukar posisi, duduklah di pinggir ini. biarkan aku yang duduk di sebelah situ" kata Nadia


" lalu apa bedanya duduk di sebelah situ dan duduk di sini" kata Kevin


" jika kamu duduk di pinggir sini, kamu bisa mengalihkan perasaanmu dengan pemandangan yang kamu lewati, dan kamu juga bisa mendapatkan udara yang lebih segar" kata Nadia


" baiklah" kata Kevin

__ADS_1


setelah mereka berganti tempat duduk Kevin merasa sudah lebih baik dari sebelumnya.


" gimana perasaanmu apakah kamu masih merasa pusing?" kata Nadia


" sudah lebih baik" kata Kevin


kemudian mobil mereka berhenti di halte bus berikutnya, kini seorang laki-laki duduk di sebelah Nadia.


" kamu saja yang duduk di sini biar saya yang duduk di situ" kata Kevin


" tidak usah,,, tetap saja duduk disitu" kata Nadia


" tapi kamu duduk di sebelah lelaki yang tidak kamu kenal" kata Kevin


" apa bedanya dengan kamu?" kata Nadia


" aku tidak akan berbuat apa-apa padamu" kata Kevin


" dia juga kan tidak berbuat apa-apa padaku" kata Nadia


kemudian Kevin tidak menjawab lagi. setelah beberapa menit kemudian, peria tersebut sepertinya mengantuk. dia merebahkan kepalanya ke pundak Nadia. Kevin merasa risih melihat tingkah laki-laki tersebut terutama Nadia.


" sudah kubilang kamu duduk di sebelah sini" kata Kevin


" tapi bagaimana dengan dirimu" kata Nadia


" aku sudah tidak apa-apa, aku sudah lebih baik" kata Kevin

__ADS_1


" kalau begitu mari kita bertukar posisi" kata Nadia


__ADS_2