Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 47


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian itu, Cheang tidak pernah lagi menggangu mereka. Hari ini hari ulang tahun ibunya Katuo, katuo mengajak Yanti dan nanda kerumah nya.


namun sebelum itu mereka mampir ke toko untuk membeli hadiah. nanda sudah selesai terlebih dahulu. dia memilih menunggu di mobil dilihatnya jam di tangan nya sudah jam 4 sore.


namun dilihat nya Cheang berlari dan tidak lama kemudian di susul orang yang lumayan banyak, dan beberapa diantara nya juga membawa balok.


" eh kenapa mereka berlarian??? bukan kah itu Cheang??? sepertinya cheang ada masalah..."


" akh... biarlah ngapain juga gue perduli sama orang itu, sibodoh itu memang selalu membuat masalah."


" ehhh... tapi tunggu dulu... sepertinya diantara nya membawa balok deh".


" akh... "


tanpa pikir panjang lagi nanda menyusul Cheang, dia bahkan meninggalkan hp ny.


sementara di tempat lain Cheang terpojok dan tidak ada jalan untuk lari lagi. dan seketika mukanya pucat dia memegang dadanya bagian kanan.


" hahaha.. mau kemana lagi kamu berlari?"


" apa yang kalian butuhkan dari saya"


" berikan dompet dan kunci mobilmu"


" maaf saya tidak punya apa-apa untuk kalian copet.


" oke ..... tapi kami punya nyawa untuk kami copet"


tiba-tiba salah satunya mengangkat balok tersebut dan memukul ke arah cheang. namun dengan ketakutan cheang menyembunyikan kepalanya dengan kedua tangan nya.


tapi sebelum preman itu memukul balok tersebut sebuah tangan menahan nya, Cheang merasa ada seseorang yang melindungi dan menolong nya, dia mendongakkan kepalanya dan sangat terkejut.


" apa yang kalian lakukan" kata nanda menggunakan bahasa korea.

__ADS_1


" hahahahahaha gadis manis minggirlah


nanti giliran mu untuk bersenang-senang dengan kami"


" nanda apa yang kamu lakukan... pergilah nanda... tinggalkan tempat ini"


" hahaha..... mereka ternyata pasangan serasi bahkan di ujung kehancuran mereka saling menyelamatkan kan"


" hahahahahaha...." tertawa para pereman


"bukankah kalian preman... kurasa keahlian kalian untuk bertengkar sangat lah bagus bukan?" nanda


" kamu merendah kan kami"


" tentu saja,,,,, kalian dangat lah rendah bahkan kalian ingin mengeroyok seorang laki-laki yang tidak berdaya" nanda


" nanda apa yang kamu katakan.... saya mohon pergilah... ."


" owh.... kalau begitu kami akan menghadapinya dengan satu lawan satu"


" hei..... gadis manis.... kamu mencoba ingin mengelabui kami?"


" tidak saya tidak ingin mengelabui kalian, saya hanya menyuruh kalian pergi,sebelum kalian bermain-main dengan saya"


" nanda........" bentak Cheang dengan sangat emosi namun muka nya pucat dan dia memegangi bagian dadanya.


" owh.... ternyata gadis manis ini ingin bermain-main dengan kita"


" hahahahahaha"


" akh... ternyata kalian cukup pintar rupanya, dan sangat pandai menebak. ok saya akan meladenin kalian, ayo maju lah siapa yang pertama"


salah satu preman tersebut maju, dengan mudahnya nanda melumpuhkan preman tersebut.

__ADS_1


dan satu demi satu berganti namun nanda berhasil melumpuhkan ketujuh preman tersebut. Cheang sangat bahagia dia terus menampilkan senyum nya pada nanda.


" apakah kamu tidak apa-apa?"


" aku tidak apa-apa, karena seorang bidadari melindungi ku"


" Cheang berhentilah bercanda pergi dari sini dan segeralah berobat"


Cheang terus tersenyum pada nanda. dia tetap tidak mau pergi.


" apa yang kalian lakukan, serang mereka" kata seseorang sepertinya bos preman itu


dan seketika ke enam preman tersebut bangun berdiri dan menyerang nanda. nanda melawan mereka ber enam sekaligus. Cheang yang melihat nya sangat bahagia senyuman nya tidak pernah berhenti walau dadanya sangat sesak.


" apa yang kau lakukan cepat pergi" kata nanda pada cheang.


ke enam Preman tersebut kembali tumbang. saat mereka tumbang nanda menggunakan kesempatan tersebut...


" ayo cepat kita harus pergi, pergilah aku akan mengatasi ini" kata nanda


namun cheang tetap keras kepala, pada saat itu juga kepala preman tersebut memukul kepala Cheang namun Nanda menghalangi nya dan akhirnya kepala nanda yang terhantam balok tersebut.


seketika Cheang panik melihat darah yang mengalir dikepala nanda. dengan kesadaran nanda yang tinggal sedikit dia masih melindungi Cheang.


nanda memukul kepala preman itu dengan balok juga, akhirnya bos preman tersebut pingsan bersamaan dengan nanda.


Cheang tanpa sadar menangis dia memeluk nanda sehingga baju yang di pakai cheang berlumuran darah nanda. dia langsung menghubungi pihak rumah sakit.


" nanda bangun...."


" nanda saya mohon jangan seperti ini"


" nanda sadarlah.... bukan kah kamu bidadari untuk melindungi ku?"

__ADS_1


dan ambulans telah tiba, para perawat memberi pertolongan pertama pada nanda dan Cheang. Cheang menderita gagal jantung namun tidak ada yang tau kecuali kakak nya.


Cheang hanya mempunyai kakak dan seorang sahabat. dia sudah tidak mempunyai orang tua.


__ADS_2