
Hari-hari kulalui begitu indah, kini aku sudah bisa melihat dan selama 3bulan ni aku tidak ada merasakan konflik terhadap alergi ditubuh ku.
dan Kata dokter Aditya penyakit ku kini mulai sembuh 85 persen tinggal pemulihan 15persen lagi.
kini akhirnya waktunya balik ke Indonesi, awalnya rencana nya disi 4bulan. tapi melihat hasil perkembangan kesehatan ku dokter mengijinkan aku kembali ke Jakarta.
kami tidak memberitahu kan kepulangan kami termasuk pada mamah biar menhadi kejutan. mamah kembali ke Indonesia terlebih dulu dari kami karna mamah banyak yang harus di urus.
Kini aku sudah sampai di rumah ku. yang 9bulan ni tidak kulihat.
lalu aku menelpon nomor telepon rumah kak jordi untuk bertanya apa kak jordi ada di rumah karna rencananya aku ingin memberikan kejutan, ternyata kak jordi jarang pulang kerumah ,dia sudah tinggal di apartemennya.
okelah.. sepertinya aku harus kesana, dan kata orang rumahnya kak jordi ada di kota ini.
ku naiki taksi yang sudah kupesan lewat aplikasi handphone ku. dan tidak lupa aku memberikan alamat apartemen nya kak jordi kepada driver nya.
30 menit kini aku sampai di apartemen kak jordi. di bawah sini aku memandang bangunan yang begitu tinggi dan sebuah senyuman lepas dari bibir ku.
kulangkah kan kaki ku menuju lif dan tidak lupa aku menekan tombol angka 9.
kini aku sudah sampai di lantai 9, aku berdiri sejenak di depan pintu kak jordi dan tersenyum. kutekan password pintu kak jordi dan pintu berhasil terbuka dan aku sangat bersyukur kak jordi belum mengganti password nya.
aku masuk melangkah kedalam sepertinya sunyi. aku melihat jam di tangan ku jam 5 sore. apa mungkin dia masih di luar yah?? kuraih hp ku untuk mencoba menghubungi kak jordi, namun aku mendengar suara dering hp di atas sopa.
__ADS_1
ku raih hp kak jordi disana tertulis calon istriku memanggil seketika aku tersenyum.
hp nya ada disini, lalu orang nya kemana?
mungkin ketiduran, aku mencoba melangkah ke arah kamar kak jordi untuk memastikan apakah dia tertidur.
kini langkah kaki ku mendekat dan sayup-sayup kudengar suara perempuan sedang mendesah.
" ahhhhhh sayang......"
itu yang kudengar dan sepertinya suara itu sangat familiar denganku. aku semakin penasaran perlahan ku buka pintu tanpa mengetuk.
dan secara perlahan pintu terbuka dan meteka tidak menyadariku berdiri di pintu.
aku tetap berdiri diam terpaku disana tanpa sepatah kata. ntah udah berapa menit lamanya aku disini.
akhir nya aku memulai nya.
" khhmmmm ....."
tiba-tiba mereka berdua panik meliht ku ada disana. melati langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya yang sudah terbuka dan tanpa sehelai benang.
kak jordi kebingungan meraih pakaian nya untuk menutupi tubuh nya juga.aku melihat pakaian mereka bertebaran di lantai bawah ranjang kak jordi.
__ADS_1
aku tertawa keras melihat ekspresi mereka berdua.
" hahahahahaha..... kalian berdua sangat lucu, dan silahkan kalian lanjut kan, mata baruku bisa saja rusak melihat pemandangan yang menarik ini. tapi aku tidak mau itu terjadi" kataku
lalu aku pergi meninggalkan tempat kotor ini. rasanya aku tidak percaya yang apa yang kulihat barusan ini.
tak sadar aku menangis di dalam taksi ini.
membayangkan kebersamaan ku dengan melati. awal pertemuan kami dan hingga saat ini, kenapa harus dia?? kenapa tidak yang lain.
hanya itu dibenak ku..aku bisa saja kehilangan jordi, tapi bagaimana dengan melati.
aku terlalu bodoh....
berulang kali mamah mengingat kan aku, tapi selalu ku abaikan.
begitu juga dengan sarah...
selama tiga bulan ini dia sudah mengatakan dia curiga.
tapi apa aku hanya berpikir pada sarah karna dia tidak suka dengan melati. aku hanya berpikir bahwa dia salah paham.
berulang kali sarah mencurigai melati dan jordi namun aku hanya berpikiran positif saja.
__ADS_1
aku teringat pada saat sarah mengatakan 2bulan yang lalu melihat jordi bersama Melati.