
kini mereka berada di dalam mobil, Kevin diam dan hanya memandangi Nadia.
" terima kasih kamu lagi-lagi menolongku" kata Nadia sambil tertunduk
" kenapa kamu keluar dari hotel?" kata Kevin
" aku sangat membutuhkan uang, jadi aku bekerja di tempat itu" kata Nadia
" lalu dengan bekerja di tempat seperti itu apakah kamu sudah mendapatkan uang nya" kata Kevin
" lalu apa yang bisa saya lakukan,, orang sepertiku tidak gampang untuk mencari uang sebanyak itu" kata Nadia
" setidaknya kamu bisa bercerita kepadaku" kata Kevin
" aku tidak mau membebani mu lagi, aku tahu kamulah yang membayar biaya rumah sakit Nadine" kata Nadia
" kamu tahu dari mana aku yang membayarnya" kata Kevin
" aku tidak memiliki seseorang pun yang dapat membantu dan menolong ku. hanya kamu yang selalu membantuku disaat aku susah" kata Nadia
" apa pekerjaanmu di dalam bar itu" kata Kevin
" aku hanya bekerja sebagai pengantar minuman saja" kata Nadia
" selama kamu bekerja di situ apakah terjadi sesuatu yang buruk kepadamu?" kata Kevin
" tidak.... aku baik-baik saja" kata Nadia
" syukurlah..." kata Kevin
Kevin langsung menarik tubuh Nadia ke dalam pelukannya, dan Nadia juga membalas pelukan Kevin.
" jika kamu dalam keadaan sulit, ceritalah kepadaku, aku akan membantumu" kata Kevin
" aku berhutang Budi sangat banyak kepadamu, aku tidak akan pernah melupakan ini" kata Nadia
" jangan pernah menganggapku orang lain" kata Kevin
kemudian Kevin melepaskan pelukannya.
" Nadia.... aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya dengan wanita lain. tetapi jika aku bersamamu aku merasa sesuatu yang aneh. aku merasa sangat bahagia bersamamu, apa kamu mau menjadi pacarku?" kata Kevin
" aku mau....." kata Nadia langsung memeluk tubuh Kevin
__ADS_1
" terima kasih kamu telah menerima aku" kata Kevin mencium keningnya Nadia
" aku yang berterima kasih kepadamu. seburuk apapun aku kamu selalu ada bersamaku" kata Nadia
" apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkanku lagi" kata Kevin
"........." Nadia hanya menganggukkan kepalanya
" mari aku antar kamu pulang" kata Kevin
kemudian Kevin melajukan mobilnya, ke alamat yang diberikan oleh Nadia.
" aku tidak menyangka ternyata kamu memiliki saudara kembar?" kata Nadia
" apa Dia mengganggumu?" kata Kevin
" tidak.... aku hanya salah paham saja kepada nya, aku pikir dia itu adalah kamu" kata Nadia
" kami sudah biasa mengalamin itu" kata Kevin
" kalian tidak ada bedanya, sangat sulit untuk mengenali kalian berdua" kata Nadia
" kalau orang yang sudah sering bertemu dengan kami, mereka sudah bisa mengenali kami" kata Kevin
" apa kamu menyukai dia juga?" apa Kevin
" hahaha... tidak seperti itu, meskipun kalian kembar, tetapi kalian sangatlah berbeda" kata Nadia
" apa bedanya aku Dan Dia?" kata Kevin
" dia lebih ramah dibanding dengan dirimu" kata Nadia
" dia hanya ramah kepada wanita cantik seperti dirimu saja" kata Kevin
kini mereka sudah sampai di rumah Nadia, Kevin melihat rumah Nadia hanya bangunan kecil dan sederhana.
" kamu tinggal sendiri di sini" kata Kevin
" iya.... semenjak nenek meninggal, kami berdua dengan Nadine tinggal di sini. namun Nadine sudah meninggal, kini hanya aku yang tinggal di sini" kata Nadia
" rumah ini cocok denganmu, tidak terlalu besar untuk kamu tinggal sendiri" kata Kevin
" apa kamu tidak merasa risih dengan rumahku?" kata Nadia
__ADS_1
" kenapa aku harus merasa risih?" kata Kevin
" aku hanyalah anak orang miskin, sementara kamu anak orang kaya. rumahku sangat jauh berbeda dengan rumahmu" kata Nadia
" sebegitu buruknya kah penilaianmu terhadap ku?" kata Kevin
" kebanyakan orang kaya seperti itu" kata Nadia
" tapi aku tidak seperti mereka" kata Kevin
" lalu apa keluargamu setuju jika mereka tahu kamu berpacaran dengan ku?" kata Nadia
" keluarga aku juga tidak seperti itu, suatu saat nanti aku akan mengajak mu bertemu dengan kedua orang tuaku" kata Kevin
Nadia membuatkan minuman dan cemilan untuk Kevin.
" silakan diminum" kata Nadia
" terima kasih" kata Kevin
setelah beberapa menit Kevin berada di dalam rumah Nadia kini Kevin waktunya pulang.
" kalau begitu saya pamit dulu untuk pulang" kata Kevin
" kamu hati-hati" kata Nadia
" mana ponselmu?" kata Kevin
" ini.... untuk apa?" kata Nadia memberikan ponselnya kepada Kevin
kemudian Kevin memasukkan nomornya kedalam ponsel Nadia, dan setelah itu ponsel Kevin berdering.
" ini nomorku,,, jangan diblokir lagi" kata Kevin mengembalikan ponselnya Nadia
" maaf,,, saya pikir itu mantan pacarku" kata Nadia
" jangan mengungkit nya lagi jika kamu sedang bersama aku" kata Kevin
"........" Nadia hanya menganggukan kepalanya
" jaga dirimu " kata Kevin sambil mengusap kepala bagian depan Nadia
" kabari aku setelah sampai" kata Nadia
__ADS_1
" oke baiklah..." kata Kevin