
***DELAPAN BULAN ***KEMUDIAN******
Kini Chika semakin besar, Radit dan Nanda mengurus Chika dengan begitu baik mereka menyayangi Chika layaknya seorang anak kandung bagi mereka.
dua hari lagi adalah hari pernikahan Arga dengan Yolan. pernikahan mereka diadakan di Indonesia, dan seluruh keluarga Radit dan juga Nanda datang ke Indonesia.
keluarga Nanda semua berkumpul di rumah neneknya Nanda. sekarang mereka sedang bercengkrama di ruang tamu. Nanda dan dan Yolan sedang mencek perhiasan yang akan Yolanda pakai di pesta pernikahannya.
dari tadi Marchel dan zoan tidak berhenti menemani Chika bermain, meskipun mereka tahu Chika bukan anak kandung Nanda tetapi mereka tetap menyayangi Chika layaknya seorang keponakan bagi mereka.
sesekali mereka tertawa melihat Chika mengoceh. Zoan berdebat dengan Marchel, Mereka mencoba mengartikan apa yang Chika katakan.
" kamu tahu zoan apa yang dia katakan?" kata Marchel pada zoan dia sedang menggendong Chika.
"tau.... dia bilang paman zoan sangat tampan" kata zoan
" bukan itu yang dia katakan" kata Marcel
" lalu dia berkata apa?" kata zoan
" dia bilang,, begitu kasihan pada kita berdua. kita tidak laku-laku" kata Marchel
semua orang yang berkumpul di sana tertawa mendengarkan Marchel berbicara.
"kakak aja kali gak laku kak.... meskipun aku begini aku masih mempunyai pacar coba kakak" kata zoan
" buat apa punya pacar kalau tidak di nikah nikahin" kata Marchel
" yah setidaknya aku masih pernah merasakan yang namanya jatuh cinta" kata Zoan
" cepatlah kalian berdua berikan aku menantu" kata ayah Nanda
" mudah-mudahan enam bulan lagi aku menikah pah " kata zoan
__ADS_1
" secepat itukah" kata Marchel
" mmmm..... kan aku punya pacar" kata zoan
" lalu kamu kapan? kamu adalah anak tertua papa" kata ayahnya Nanda
" dia tidak usah ditanya ayah mertua, pasti duluan Chika lagi dari dia nanti menikah" kata Radit
" ya bersyukurlah kamu... adikku masih mau sama kamu, kalau tidak kamu tidak akan menikah juga sampai sekarang" kata Marchel
" setidaknya aku masih normal" kata Radit
" kamu mengatakan ku tidak normal" kata Marchel
" ya bisa saja,,, kamu bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya" kata Radit
" cara mu berbicara seakan-akan kamu pernah berpacaran sebelumnya" kata Marchel
" cepatlah menikah dan berikan aku kakak ipar" kata Radit
" lalu apa hubungannya dengan itu?" kata Radit
" kamu hati-hati saja awas nanti pasangan kalian jadi pertukaran, ya.... aku mendukung mendukung saja yang penting adikku bahagia" kata Marchel
" kamu tahu dari mana dokter itu mencintai istriku" kata Radit
" kamu tahu kan mereka dulu teman dekat?" kata Marchel
" tentu saja aku tahu?" kata Radit
" calon adik iparku dari dulu mencintai Nanda tapi aku tidak tahu apakah perasaan itu masih ada sampai sekarang" kata Marchel
" tapi istriku tidak mencintainya" kata Radit
__ADS_1
" kamu tahu dari mana.... kamu terlalu begitu percaya diri" kata Marchel
" kamu mencoba menakuti ku" kata Radit
" hahaha.... lihatlah dirimu begitu takutnya kehilangan adikku, sudah kubilang hanya adikku saja yang mau menikahi mu" kata Marchel
" kamu ternyata mengerjai ku" kata Radit melempar bantal sofa kepada Marchel
dan pada saat itu Nanda dan Yolan ikut bergabung di sana.
" apa yang kamu lakukan? kamu ingin mencoba melemparnya" kata Nanda pada Radit
" dia selalu saja mengejek ku" kata Radit
" iya... kalau tadi Chika kena bagai mana" kata Nanda
"maafkan aku, aku tadi tidak menyadari Chika bersamanya" kata Radit
Marchel yang melihat Radit dimarahi sama Nanda, dia tertawa dan tambah mengejek Radit.
" lihatlah sayang papah mu itu, kasihan sekali" kata Marchel pada Chika
"cepatlah besar.... biar kamu melindungi papamu ini" kata zoan
" kamu juga ikut mengejekku?" kata Radit pada zoan
" aku kakak ipar mu juga, jadi sopanlah sedikit" kata zoan
" kesempatan lu" kata Radit
" Radit.... mulai sekarang kamu panggil aku kakak ipar juga" kata Yolan
" apa-apaan ini, sayang kamu tidak ingin membela ku?" kata Radit mencari perlindungan dari Nanda
__ADS_1
" tidak...." kata Nanda
semua orang tertawa di sana melihat Radit yang sedang ditindas saudara Nanda.