
keluarga Cheang juga mempunyai rumah sakit terbesar dikota ini, kakaknya salah satu pemegang saham di kampus Cheang.
itu yang membuat para dosen tidak berani dengan Cheang. Sementara Cheang sebenarnya anak yang baik, dia tidak mau berteman karna dia tidak mau temannya sedih jika suatu saat Cheang pergi.
Sudah berbagai upaya di coba namun belum dapat solusinya, dan pendonor jantung pun belum juga ada.
sementara di tempat lain katuo bersama yanti sangat lah panik. mereka tidak tau nanda pergi kemana, hp nanda tinggal di mobil, sementara nanda tidak punya siapa-siapa disini.
kini sudah jam dua pagi Katuo bersama dengan yanti masih terjaga menunggu kabar nanda.
di rumah sakit Cheang didatangi sahabat nya Zoan.
" gimana kabar mu?" zoan menggunakan bahasa korea.
" seperti yang kamu lihat" Cheang
" kenapa kamu bisa masuk rumah sakit?"
" aku tadi di serang para preman?"
" apa masalahnya sampai kamu di serang preman?"
" mereka ingin mencopet ku?"
" tapi sepertinya kamu tidak ada luka sedikit pun, lalu kenapa kamu mengatakan di serang preman?
" aku dirawat disini karena jantungku berhenti berdetak"
" berhentilah bercanda, aku serius"
" aku tidak bercanda, jantungku berhenti berdetak karena bidadari ku terluka"
" bidadari? apa maksud mu"
" bidadari ku menolong ku dari serangan preman itu?"
" maksud mu seorang wanita melawan para pereman?"
" iya... hebat bukan bidadariku?"
" siapa bidadari mu itu?"
" dia satu kampus ku"
" jangan bilang dia wanita yang menghajar mu waktu itu"
" iya itu dia bidadari ku"
" hah... bukan nya kemarin kamu bilang itu monster?"
" aku tarik kata-kata ku kembali, dia bukan monster tapi dia bidadari"
" sejak kapan monster berubah jadi bidadari"
" ya sejak hari ini lah"
__ADS_1
" trus dimana dia sekarang?"
" dia ada dikamar sebelah"
" apakah dia terluka?"
" iya dia terluka saat melindungi ku"
" aku jadi sangat penasaran pada wanita itu"
" dia cantik"
diruangan sebelah nanda sudah sadar, dia melihat sudah jam 6pagi. dia teringat katuo dan Cheang.
" Astaga... apa yang kulakukan" kata nanda sambil turun dari tempat tidur rumah sakit
seketika dokter masuk.
" hai nona...saya cek dulu keadaan nya"
" silahkan dok"
" hanya luka kecil.. tidak ada yang perlu di takuti"
" terimakasih dok"
" sama-sama"
" dok.... apakah teman saya bersama saya kesini"
" ah... syukur lah dokter mengenal nya, dimana dia dok. apakah dia baik-baik saja, tidak adakan sesuatu terjadi padanya?"
" dia baik- baik saja," kata dokter tersenyum..
lalu dokter pergi menemui Cheang dan memberitahukan keadaan nanda. dokter tersebut adalah dokter jantung Cheang sekaligus kakak iparnya.
seketika pintu ruangan nanda terbuka, nanda menoleh ternyata cheang yang datang.
" hai... gimana keadaan mu" cheang
" seperti yang kamu lihat, gimana keadaan mu?"
" aku baik-baik saja,,aku tidak apa-apa kok.."
" kamu berbohong, lalu kenapa kamu memakai piama rumah sakit kalau kamu bukan pasien?"
" hahahahahaha... sebegitu pedulinya kah dirimu padaku?"
" aku hanya takut saja gagal melindungi seseorang, karena kegagalan tidak ada di kamus ku."
" hahahahahaha aku yang terlalu perasaan, aku tidak apa-apa"
" lalu kenapa kamu memakai baju pasien?"
" itu karena bajuku kotor terkena darah dari kepala mu"
__ADS_1
" owh... bisakah kamu meminjamkan ponsel mu pada ku?"
" tentu saja bisa"
Cheang memberi kan ponselnya pada nanda, dan nanda menghubungi nomor ponselnya.
di ujung sana katuo mengangkat nya.
" hallo.... siapa ini?"
" ini nanda"
" nanda kamu dimana? apa kamu baik-baik saja?"
" maafkan aku, aku tidak jadi ikut ke acara ulang tahun ibu kamu"
" tidak masalah, apa yang terjadi padamu,"
" aku baik-baik saja kok, aku semalam ada urusan mendadak"
" dimana kamu sekarang"
" aku ada dirumah sakit"
" aku akan segera kesana"
nanda memberikan hp itu pada Cheang dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
" ck .. tidak bisa kah kamu tidak mengundang dia kesini?
" apa masalah mu"
" aku hanya ingin lebih dekat padamu".
" tolong jangan salah paham atas yang semalam"
" apapun yang kamu lakukan semalam terhadap ku , aku sangat bersyukur dan berterimakasih"
" ck.... lihatlah dirimu... bukan kah kamu orang yang lemah???bahkan kamu berlindung dibalik badan seorang perempuan"
" hahahahahaha... kamu mengejek ku?"
" dan aku akan terus mengejek mu jika kau mengungkapkan terima kasih"
" maafkan aku selalu mengganggu mu"
" lupakan lah itu, melangkah lah ke hal yang baik dan tinggal kan sifat buruk mu itu"
" aku bisa meninggalkan nya kalau aku mempunyai teman"
" lihatlah dirimu begitu egois... bahkan kamu tidak menganggap ku temanmu"
" apa kamu serius dengan perkataan mu"
" baiklah sepertinya aku mengatakan nya dengan bercanda"
__ADS_1
" hahahahahaha.... baik lah teman"