
Hari ini nanda akan berangkat untuk melanjutkan sekolah nya. dia memilih Korea untuk tempat menimba ilmu dan sekaligus mencari keberadaan keluarga nya yang tersisa.
teman-temanya sudah lebih dulu berangkat keluar negri.
sarah ke paris mengejar cita-cita nya untuk menjadi seorang desainer.
" Adrian ke Amerika, dimas ke Kanada, Rangga tetap di Indonesia dan Bobi ke Australia.
tapi sebelum dia berangkat, dia datang ke hotel dulu untuk bertemu dengan Chris sambil berpamitan.
namun sudah hampir satu jam nanda menunggu disini tapi Chris tak kunjung turun, kata resepsionis yang berjaga disana Chris sedang ada rapat dengan kolega bisnis dari luar negri.
nanda melihat jam dingding yang tergantung di bagian resepsionis sudah menunjukkan jam 10.30 pagi sementara pesawatnya berangkat jam 11.15Wib. jarak tempuh dari hotel ini ke bandara kalau tidak macet memakan waktu 20 menit.
perasaan nya sangat gelisah,dia takut ketinggalan pesawat. tidak mungkin dia pergi tanpa pamit.
pada saat nanda duduk di sebuah bangku khusus untuk tamu dia melihat keadaan hotel nya. semuanya diperhatikan, hingga pandangannya berhenti diatas langit-langit ruang tunggu sekaligus pintu keluar masuk.
dia sangat terkejut melihat lampu hias yang sangat besar menggantung diatas sana, sepertinya lampu itu akan jatuh, lalu kemudia dia melihat sekitar takut ada orang yang jadi korban.
kebetulan sekali seorang pria berjalan menuju pintu keluar dan berhenti tepat dibawah lampu itu karna hp pria tersebut berdering.
pria tersebut berdiri disana dan sambil mengangkat telpon yang masuk. nanda tidak pikir panjang dia langsung mendorong pria tersebut supaya pria itu menjauh.
__ADS_1
seketika saja pria itu terjatuh dan dia terkejut melihat apa yang di lakukan nanda.
Prannnnngggggg
suara lampu hias yang terjatuh ke lantai, pria yang ditolong nanda tidak apa2 namun nanda mengalami beberapa luka.
nanda terluka di bagian lutut kaki dan keningnya berdarah. pria tersebut menolong nanda. dibantunya nanda duduk dibangku yang digunakan nanda tadi.
" kamu tidak apa-apa nona?"
" ah... tidak apa-apa hanya luka kecil"
" kening mu berdarah dan kaki mu juga terluka"
" sudah kukatakan aku tidak apa-apa"
laki- kaki itu pergi berlalu, namun dia tidak bisa melihat wajah nanda dengan jelas karna sebagian rambut panjang nanda menutupi wajahnya .
nanda melihat jam ding-ding yang berada di ruang resepsionis sudah jam 10.45 wib. dia sudah tidak punya waktu lagi. Akhirnya nanda pergi meninggal kan hotel dan langsung naik ke TAKSI yang sudah menuggu nya dari tadi.
Pria yang ditolong nanda tadi kembali membawa kotak p3k. namun dia tidak melihat nanda lagi disini.
dia mencari-cari di sekitar hotel namun dia tidak bisa menemukan nanda.
didalam taksi nanda sibuk membersihkan lukanya menggunakan tissue. dan penampilannya juga lumayan berantakan.
__ADS_1
setelah dia siap dengan lukanya lalu dia merapikan penampilannya.
beberapa jam kemudian nanda sudah sampai di korea.
" owh... seperti ini kah indah nya kore. sangat indah" gumam nanda
dia melihat bunga sakura tumbuhberbaris seperti sedang menyambut tamu sangat lah pemandangan yang indah.
"semoga aku berhasil dengan cita-citsku dan juga menemukan keluargaku"
" nanda kamu haris semangat"
" mamah.... bantu aku dan juga jaga aku"
kata nanda yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
tidak berapa lama nanda berdiri memandangi pohon sakura, dia pun menaiki taksi pergi menuju hotel yang sudah dipesannya melalui aplikasi di htl nya.
kini nanda langsung mandi untuk menyegarkan dirinya dan tidak lama semuaya sudah siap.
" akh.... melelahkan sekali"
__ADS_1
kata nanda lalu dia merebahkan badan nya dan lansung tidur, mungkin akibat kecapekan.