
Hari ini Yolan cuti karena dia kurang sehat gara-gara mengidam, dan Arga juga pada hari ini masuk malam. mereka berdua pergi ke cafe mereka.
dan pada saat itu juga Sarah pergi ke cafe nya Arga untuk bertemu dengan Yolan, dia ingin mempertanyakan tentang perkembangan Nanda.
dan pada saat itu juga Dimas datang ke cafe Arga untuk sekedar berkunjung. Dimas bertemu dengan Arga dan juga Sarah.
Dimas melihat Chika yang semakin kurus,
" kenapa Chika sama lho Rah.." kata Dimas pada Sarah
" iya.... Nanda pergi meninggalkan Chika" kata Sarah
" Nanda pergi ke mana?" kata Dimas pura-pura tidak tahu
" tidak tahu sudah 1 bulan Nanda tidak pulang-pulang dan tidak ada kabar" kata Sarah
" lalu bagaimana dengan suaminya" kata Dimas
" keadaan suaminya sangat memprihatinkan, dia seperti manusia yang tidak mempunyai pikiran." kata Sarah
" apa maksudmu" kata Dimas pada sarah
" keadaan suami Nanda, sangatlah buruk. dia bahkan tidak memperdulikan hidupnya. tidak ada yang bisa dia kerjakan kecuali hanya untuk mabuk-mabukan" kata sarah
dalam hati Dimas sangat menyesal membantu Nanda untuk kabur, ingin niatnya menyuruh Nanda untuk kembali, apalagi dia melihat keadaan Chika secara langsung yang begitu kurus.
__ADS_1
setelah Dimas pulang dari cafenya Arga dia nelepon Adrian
" halo..." kata Adrian
" gimana keadaan Nanda" kata Dimas
" Nanda dalam keadaan buruk, dia tidak berhenti menangis selama sebulan ini" kata Adrian
" suruh saja Nanda pulang" kata Dimas
" aku sudah berkali-kali menyuruhnya untuk pulang, tapi dia tidak mau" kata Adrian
" apa yang harus kita lakukan? apa perlu kita beritahu tentang keberadaan Nanda kepada keluarganya?" kata Dimas
" jangan dulu... kita tanya lagi kembali pada Nanda, semua keputusan ada pada Nanda" kata Adrian
" Nanda juga disini sangat kurus" kata Adrian
" cepatlah bujuk Nanda untuk kembali" kata Dimas
" aku akan berusaha lagi" kata Adrian
Adrian kembali dari markas dia datang untuk bertemu dengan Nanda.
" Nanda sampai kapan kamu seperti ini terus?" kata Adrian pada Nanda
__ADS_1
" apakah kamu sudah bosan mengurusku" kata Nanda
" bukan seperti itu, tadi Dimas menelepon" kata Adrian
" apa yang Dimas katakan?? apakah Radit sudah menikah?" kata Nanda
" tidak... dia tidak menikah" kata Adrian
" apa dia bahagia setelah aku pergi?" kata Nanda
" suamimu sangat menderita, bahkan suamimu seperti orang gila, dia tidak memperdulikan usahanya lagi. yang dilakukan dalam sebulan ini hanyalah mabuk-mabukan saja." kata Adrian
Nanda hanya diam saja mendengar penjelasan dari Adrian.
" kamu tahu, usaha suamimu hancur. dan sampai kedua orang tuanya datang untuk mengambil alih bisnis Radit. belum lagi itu, Chika sangat menderita, dia tidak berhenti menangis, dan dia juga sangatlah kurus."
" kamu tahu.. kamu ingin menghukum suamimu, tapi apa yang kamu lakukan? kamu bahkan menghukum Chika yang tidak tahu apa-apa"
" Chika selalu saja menangis mencari kalian berdua, karena keadaan Radit yang begitu buruk. Sarah dan juga Marchel tidak berani mempertemukan Chika dengan suamimu"
" pulanglah nan..." kata Adrian
Nanda menangis mendengar penjelasan dari Adrian. yang dikatakan Adrian adalah benar, Dia niat ingin menghajar Radit, tetapi tanpa sadar dia melibatkan Chika anak kecil yang tidak berdosa bahkan tidak tahu apa-apa.
" baiklah aku akan pulang" kata Nanda pada Adrian
__ADS_1
" baiklah persiapkan dirimu aku akan mengantarmu" kata Adrian pada Nanda
setelah 1 jam kemudian Nanda sudah siap ingin berangkat pulang menemui keluarganya. namun tiba-tiba kepala Nanda pusing dan dia jatuh pingsan. Adrian sangat terkejut melihat Nanda yang tidak sadarkan diri. dia langsung menyuruh dokter khusus untuk militer untuk memeriksa keadaan Nanda.