
kini kami semua berkumpul diruang utama sebelum kami memulai acara kami sarapan dulu supaya kami memiliki tenaga untuk hari ini. kak jordi datang menghampiri ku dan juga sarah dia membawa 2buah nasi kotak di tangan nya.
" sayang kita serapan dulu yuk"
" kak jordi jahat banget masa bawa nya cuman berdua sih.. buat gue mana?" sarah
" eh... sori..sori gue ngk ingat lho tadi benaran.." jordi
" udah kak bagian ku kasih sama sarah aja.."
" tapi kenapa sayang"
" kamu ngk makan nan..? gue ngk papa kok nan.. gue bisa ambil sendiri kok."sarah
" gue ngk lapar.. gue ngk selera"
" aku suapin yah sayang.. sedikit aja pun ngk papa yah.." jordi
aku mengangguk kan kepala ku bertanda setuju. lalu kami bertiga mengambil tempat yang lebih cocok dan tentunya tidak terlalu rame orang. secara aku malu. dengan sabar dan begitu telaten nya kak jordi menyuapi ku dan dia sambil makan juga.
kini sudah jam 9 pagi. kami kembali berkumpul di ruang utama tempat keberadaan mendiang kakek ku. aku duduk disebelah mamah ditemani kak jordi dan juga sarah. acara keluarga di mulai, kami diberikan waktu untuk mengucapkan salam perpisahan. di mulai dari kerabat nenek karna kerabat dari nenek datang nya lumayan banyak dan satu persatu mengucapkan salam perpisahan memakan waktu yang sangat lah banyak kurang lebih tiga jam. dan kini giliran nenek yang berbicara.
" sayang trima kasih buat cinta dan kebahagiaanyang kau berikan selama ini padaku:
" slama ini aku tidak pernah menyesal memilih mu untuk menjadi teman hidupku"
" tidak sedikit pun kau membiarkan ku menderita"
" kau selalu mengutamakan kebahagiaan keluargamu"
" kau sudah membuktikan bahwa kau suami dan ayah yang baik dan juga kakek yang baik"
__ADS_1
" selama ini kau terlalu sempurna buat ku.. kau jadikan aku wanita yang pertama dan yang terakhir dalam hidupmu."
" tenang lah kau sayang di sisi yang maha kuasa kelak kita bertemu lagi disurga "
giliran nenek telah selesai dan kini giliran mamah.
" papah maaf kan aku, selama ini aku begitu banyak salah terhadap mu,"
" seumur hidupmu aku belum bisa menjadi anak yang terbaik"
" aku selalu saja mengecewakan mu dan selalu membuat mu kesal"
" doakan kami pah..keluarga yang papah tinggal kan semuanya sehat dan panjng umur"
" trimakasih pah buat semuanya"
giliran Mama sudah selesai, dan kini giliranku.
Aku belum bisa mengontrol air mataku dadaku masih terasa sesak dari tadi, aku sangat sulit tuk berbicara akibat tangis ku kak jordi dan sarah berusaha menenangkan ku.setelah beberapa menit tangis ku sudah mulai reda.
" maafkan aku kek... hiks...hiks...hiks.. selama ini nanda selalu menggangu kakek hiks..hiks..hiks.."
"aku bukan cucu yang baik kek..hiks.. hiks "
" aku selalu membuat mu di marahin nenek "
" bahkan aku tidak bisa menepati janji ku untuk bawa kak Marchel dan kak Yolan"
" kakek pergi meninggalkan kan ku tanpa sepatah katapun"
" bahkan kakek tidak menunggu ku disaat saat terakhir mu"
__ADS_1
" kenapa kakek begitu kejam pada ku?"
" bukan kah kakek tau selama ini aku kesepian"
" lalu kenapa kakek memberikan kesepian ini lagi"
" kakek.....apa kakek tidak lihat betapa hancur aku saat ini....hiks..hiks..."
aku langsung terduduk dan memeluk kakek...
aku menangis bagaikan anak kecil disana. lagi-lagi aku tidak bisa mengontrol diriku aku menggoyang goyang kan tubuh kakek menyuruhnya untuk bangun dan beberapa orang berusaha memisahkan ku dari kakek.
" aku tidak mau ditinggal lagi"
" aku mau ikut bersama kakek"
" aku mau ikut"
" kakek bawa aku bersamamu"
dan lagi-lagi aku tidak sadarkan diri. setelah satu jam kemudian aku tersadar aku berada di kamarku bersama dengan kak jordi dan juga sarah dan seorang dokter dia adalah ibunya sarah.namun kali ini sebuah jarum suntik berada di pergelangan tangan ku seperti nya aku di infus dan sebuah alat bantu pernapasan tertempel pada bagian mulut dan hidungku aku bernapas dibantu dengan oksigen. aku melihat jam setengah 3 sore aku langsung melepas alat-alat yang menempel itu aku langsung berlari. sarah dan kak Jordi berusaha mencegah ku namun mereka tidak berhasil. aku telah sampai diruang utama aku melihat sepertinya sekarang acara dari gereja . disana berdiri seorang petugas dari gereja menyanyikan lagu rohani khusus untuk orang meninggal. aku melihat peti kakek belum juga tertutup setelah lagu tersebut berakhir kini giliran pendeta yang berdiri"
" masih adakah lagi yang masih ingin mengucapkan perpisahan sebelum saya membacakan doa duci" pendeta
" karna nanti kalau sudah saya bacakan doa suci ini jenazah tidak boleh lagi disentuh" pendeta
" ijinkan aku sebentar pak kataku".
" silahkan" pendeta
aku langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan kakek dan juga kening kakek. dan aku berbisik pada kakek.
__ADS_1
" kakek maafkan aku.. aku terlalu cengeng dan membuat mu sedih"
namun kali ini aku berbeda tidak mengeluarkan air mata lagi karna tadi aku sudah membuat janji dengan kakek untuk tidak menangisi nya lagi dan kakek meminta ku harus lebih bisa mengiklas kan nya, biar beliau bisa tenang di alam sana.