Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 22


__ADS_3

4 tiket sudah terbeli dan kini kami sudah mengantri. melati, Rudy, aku dan kak Arga di belakang ku namun sebelum kami masuk hp kami ber dua berbunyi aku heran kenapa telepon rumah tiba-tiba menelpon. aku dan melati saling melihat.


" sebentar ibu menelpon " kata melati


" gue juga dapat telpon dari rumah"


dan aku pergi agak menjauh dari kak Arga dan kak Rudy.


" hallo"


" hallo. kamu dimana dan cepat pulang" mamah.


seketika aku heran kenapa mamah tiba-tiba menelpon ku dan ia apa mamah dirumah?


" ada apa?? sebentar lagi nanda pulang"


" tidak ada kata sebentar lagi. cepatan kamu pulang SEKARANG" Mamah menekan kata sekarang.


" tapi ada apa? nanda lagi sama teman dan kita mau nonton, tiket nya lagi udah sempat kita beli"


" kakek kamu meninggal, apakah kamu masih mau nonton sekarang?"


Diriku bagai disambar petir disiang bolong hp yang kupegang tadi terjatuh begitu saja, aku berdiri seperti tidak bernyawa air mataku langsung jatuh begitu saja , mungkin kak Arga menyadari bahwa sesuatu terjadi padaku dan dia menghampiriku mengambil hp ku yang terjatuh sejak tadi dan menepuk punggung ku.


" nan... apa yang terjadi?? apa kamu baik-baik saja? Arga


dan tidak lama kemudian melati dan kak Rudy datang.


" nan... kita harus pulang sekarang" melati


" tapi ada apa ini?? apa sebenarnya yang terjadi?? Arga


" Arga lho bawa nanda kita harus pulang sekarang juga cepat...." Rudy


" tapi ada apa???" Arga


" nanti bakalan loh tau sendiri...sekarang kita harus pulang" Rudy


Melati menggandeng tangan ku masuk ke dalam mobil kak Arga. di mobil aku hanya diam saja sepanjang perjalanan hingga sampai rumah. tapi airmata ku sepertinya tidak mau berhenti selalu saja mengalir dari tadi. kak Arga di samping ku hanya diam saja dan pokus menyetir. dia menyetir dengan kecepatan yang agak lumayan karna dia memang mengikuti mobilku didepan yang di bawa kak Rudy. aku sudah sampai di rumah, aku melihat begitu banyak orang dan halaman rumahku dihiasi papan bunga yang sangat banyak. dengan langkah yang sangat berat aku berjalan memasuki rumah ku. di ujung sana aku melihat banyak orang duduk dan diantara orang yang duduk tersebut seseorang tertidur mengenakan jas hitam dan diatas kepalanya terpasang poto kakek yang sangat besar. perlahan aku masuk namun aku merasa kedua kaki ku sangat lah berat kulangkah kan seperti aku sedang membawa beban yang sangat berat.


aku terus berjalan dan kini aku sudah sampai di tempat dimana kakek tidur tuk selamanya aku melihat mamah dan nenek menangis. aku langsung tersungkur di samping jenazah kakek. aku langsung menangis histeris.

__ADS_1


" kakek bangun......n......."


"kakek jangan tidur aja kek..."


" kakek tidak boleh seperti ini...."


" kakek jahattttttt........"


" kakek tidak sayang sama nanda"


" bukan kah aku janji pada kakek harus bawa kak Marchel dan kak Yolan"


" sebelum nanda bawa mereka kakek tidak boleh pergi"


aku menangis memeluk dan memukul- mukul dada kakek.


" kakek jangan diam aja dong "


aku kembali menggoyang goyang kan badan kakek.


" kakek bangun dong..."


" kenapa kalian diam aja..."


" ayo kita bangunkan kakek"


mamah langsung memeluk ku.


" nanda kamu jangan seperti ini"


" kakek kamu bisa sedih"


" ini yang terbaik buat kakek kamu"


" kamu ngk mau kan liat kakek kamu menderita kesakitan" kata mamah


" bukan kah kita punya banyak uang?"


" lalu kenapa kita tidak bisa mengobati kakek"


" untuk apa mamah kerja banting tulang kalau penyakit kaya gini aja tidak bisa kita obati"

__ADS_1


" kenapa kita tidak menyewa dokter yang hebat"


" kenapa kita ngk beli ginjal aja"


tiba-tiba dengan keras mamah menampar wajah ku.


" tidak semuanya bisa dibeli dengan uang " kata mamah


." kakek....."


" kakek lihat kan mamah nampar nanda"


nenek langsung menangis dan memeluk ku.


" nenek kakek nek...kakek..."


" sayang .... kamu jangan seperti ini"


" sayang... biarkan kakek mu istirahat.."


" selama ini kakek kamu sudah terlalu capek dan lelah sayang"


" kakek akan sedih dan menangis melihatmu seperti ini sayang"


" mari kita ikhlaskan kan kakek kamu sayang"


" biar kakek mu bisa pergi dengan tenang"


" apa kamu mau mengecewakan kan kakek?"


kata nenek.


" kita doakan saja supaya kakek kamu di terima disisiNYA."


" tapi nek... nanda belom siap kehilangan kakek nek.."


" nanda belom siap."


Tiba-tiba pandangan ku kabur kepalaku pening perasaanku sepertinya semuanya berputar dan....


Bukkkk

__ADS_1


__ADS_2