
Setelah nanda pulang dari kafe nya Arga dia tidak langsung kembali ke rumah, dia pergi berziarah ke makam kakek, nenek dan juga ibu nya. dia melihat jam sudah jam 4 sore masih ada waktu pikirnya.
kebetulan kuburan kakek, nenek juga ibunya berbarengan . disana nanda meluapkan segala masalah nya.
" kalian semua jahat....."
" kalian meninggalkan ku hanya sendiri..."
" nenek tega padaku... nenek merahasiakan kerusakan rahim ku..."
" nenek tau?? kalau seandai nya nenek memberitahukan ini pada ku sebelumnya, aku tidak akan menikah...."
" apa yang harus aku lakukan sekarang??? apa yang harus kukatakan pada suami ku???"
" ini semua salah nenek... nenek yang tanggung jawab..."
" sekarang aku harus bagaimana hah???? hiks.....hiks.."
" aku adalah perempuan yang tidak berguna..."
disana nanda terus menangis
" selama mamah hidup aku selalu berpikir dia jahat.... tenyata aku salah,.. nenek lah yang paling jahat"
" mamah... apa ini semua teguran buat ku atas sikap ku selama ini terhadap mamah?"
" nanda minta maaf mah....."
" mah.... apa yang harus nanda lakukan.."
" mamah tau?? ada tumor di otak nanda mah... "
" nanda tidak tau jika di operasi bisa berhasil atau tidak, nanda hanya ingin sebelum nanda ikut dengan kalian, nanda ingin membawa kak marchel, kak yolan dan juga papah kesini"
__ADS_1
" nanda juga sudah bertemu dengan kak Marchel.."
" dia bukan orang yang baik mah... dia orang yang sangat jahat bahkan dia selalu menghina ku dan juga mamah.."
" aku juga tadi menampar nya... apa aku adik yang jahat?? bahkan aku tidak menyesal melakukan itu, malah yang ku sesali bertemu dengan nya"
" mah.. apa mamah juga tau nanda tidak bisa punya anak??"
" mah apa yang harus kulakukan... apa yang harus kukatakan pada suami ku?"
" bantu aku mah... hiks...hiks"
" aku benar-benar tidak sanggup"
" aku butuh mamah..."
nanda terus menangis dan pada saat itu juga hidung nya berdarah dan kepala nya sangat pusing. dia berusaha bangkit berdiri namun dia sudah pingsan terlebih dulu.
melati terkejut mendapati nanda pingsan disana, dia mencoba membangun kan nanda, dia melihat hidung nanda berdarah dia sangat takut dan panik.
melati tidak tau harus berbuat apa, hanya menangis yang bisa dilakukan untuk saat ini. dia mendengar suara hp nanda berdering di dalam tas nanda. tanpa pikir panjang melati mengangkat hp nanda, disana Radit yang menelepon.
" ha..ha..lo.." kata melati
Radit bingung dia menyerngit kan kedua alis nya, dia tau itu bukan suara nanda.
" hallo. siapa kamu?? dimana nanda?" kata Radit
" a..a..aku teman nya nanda. nanda tidak sadarkan diri skarang hiks...hiks.." kata melati
" dimana kamu sekarang dan tolong bawa nanda kerumah sakit" kata Radit
" kami ada di pemakaman keluarga nya nanda. iya baik lah aku akan membawa nya" kata melati
__ADS_1
melati langsung menelepon jordi.
" hallo.. ada apa lagi?? bisakah kamu jangan mengganggu ku dulu? kasih waktu aku untuk berpikir" kata jordi
" ka..k..nanda..kak" kata melati
" nanda kenapa??? apa yang kamu lakukan pada nanda" kata jordi
" nanda pingsan kak... tolong kakak kesini sekarang" kata melati
" dimana kamu sekarang?" kata jordi
" kami dipemakaman keluarga nanda" kata melati
tanpa pikir panjang jordi langsung tancap gas menuju tempat nya nanda sekarang, sementara di tempat lain radit sangat gelisah.
" kim... kita harus balik ke Jakarta sekarang" kata Radit
" kenapa??? baru juga kita sampai, besok saja kita balik gimana son? bahkan aku belum berziarah" kata Marchel
" tidak bisa kim.... maaf... istri ku sedang tidak sadar kan diri sekarang, aku harus pulang sekarang" kata Radit
" bukan nya kamu bilang tadi nanda yang pingsan? kenapa sekarang jadi istri mu?" kata marchel
" istri ku adalah nanda" kata Radit
Marchel yang merasa dirinya semakin penasaran pada nanda akhirnya dia ikut pulang ke jakarta.
" iya udah ayo kita pulang" kata Marchel
kini sudah jam 8 malam nanda belum sadar, kebetulan Arga juga sift malam jadi dia langsung yang menangani nanda. diluar ruang ICU jordi dan melati masih menunggu, melati tidak berhenti menangis.
Marchel dan Radit baru saja sampai di rumah sakit Sejahtera, mereka berlari menuju ruang ICU karena sebelum nya melati sudah memberitahukan pada Radit bahwa nanda masih diruang ICU.
__ADS_1