
Malam ini Nanda bersama Radit sedang di perjalanan menuju rumah Nanda. mereka baru kembali dari rumah Radit.
sudah beberapa menit mereka di dalam mobil, tapi satu pun tidak ada yang me mulai pembicaraan, mereka hanya diam dan Radit pun seperti itu.
nanda melirik Radit, dia melihat Radit begitu serius nya menyetir. Akhir nya nanda memperbaiki posisinya untuk tidur, dia merasa dirinya sangat lah lelah.
dimulai dari penculikan itu dia kurang istirahat, dan tidak lama nanda sudah bergabung dengan alam mimpi.
" istirahat lah istriku, kau begitu lelah"
" maafkan aku jika memaksamu menikah dengan ku"
" meskipun kamu tidak mencintai ku, tapi aku akan berusaha membuat mu jatuh cinta kepada ku"
" aku tidak akan pernah mengecewakan mu"
" Tuhan begitu baik kepadaku apapun yang ku minta Dia selalu memberikannya"
" dan Terimakasih Tuhan telah mempercayai ku untuk menjaganya" itu lah yang terlintas di dalam pikiran Radit.
setelah satu setengah jam menyetir, akhirnya mobil Radit sampai dirumah Nanda.
Nanda juga sebenar nya setengah jam yang lalu sudah bangun namun dia enggan membuka matanya.
" gue harus tetap pura-pura tidur, biar dia tidak ngapa -ngapain gue malam ini"
" maafkan gue Radit, gue belum siap" batin nanda.
Radit melihat nanda masih tertidur, pura-pura tidur maksudnya. dia tidak tega membangun kan nanda.
__ADS_1
Akhirnya Radit menggendong nanda ke kamar, setelah sampai di kamar Radit membaringkan tubuh nanda dengan sangat hati-hati, setengah tubuh nanda dia selimuti, dia tidak lupa mencium kening nya Nanda.
"selamat malam sayang"
setelah itu Radit langsung berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. nanda menyadari Radit dikamar mandi akhirnya dia membuka matanya yang sejak tadi sudah keram akibat berpura-pura tidur.
Nanda memegang muka nya yang sudah panas dan merah tentunya.
" ya ampun dia mencium ku???
" Astaga.... kenapa jantung ini tidak bisa di ajak kompromi sih.... kalau terus begini Radit akan menyadari diri ku yang berpura-pura tidur"
" belum lagi muka ku pasti sudah memerah,, aduh bisa gawat gue... Radit pasti melihatnya nanti"
Radit sudah siap dengan ritual mandi nya, dia keluar dari kamar mandi. nanda yang menyadari itu cepat-cepat langsung menutup kedua matanya.
tidak terasa waktu terus berjalan dan sudah jam 12.30. Radit merapikan kembali semua berkas-berkas nya. setelah itu dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan menggosok giginya.
Dia mematikan lampu utama dan mengganti lampu tidur. kemudian dia berbaring disamping nanda.
diraih nya tubuh nanda agar menghadap kearah nya, kemudian dia mencium kening nanda dan memeluk nya.
Nanda yang merasakan di perlakukan seperti itu denyut jantung berdetak lebih cepat lagi hingga Radit bisa merasakannya.
" tidur lah,,, aku tidak akan melakukanya sebelum kamu siap. jadi tidak usah berpikir aneh-aneh dan biarkan aku memeluk mu malam ini"
Mendengar itu nanda menjadi semakin malu, dia menenggelamkan wajah mungil nya kedalam dada Radit.
Nanda menggerak-gerakkan wajahnya ke kiri dan ke kanan sepertinya dia mengingat sesuatu dan dia langsung duduk dari tidurnya.
__ADS_1
" Astaga aku kesiangan"
Radit sudah duduk disofa kamar nanda dan menunggu nanda bangun. dia sudah rapi dengan pakaian formalnya dan tersenyum kearah nanda.
dia bangkit berdiri dan berjalan kearah nanda, dia mencium kening nanda.
" selamat pagi sayang"
lagi-lagi nanda terkejut dengan perlakuan Radit.
" apakah tidur mu nyenyak"
" sangat nyenyak sehingga aku hampir lupa bangun"
" kalau begitu bersiaplah aku harus berangkat"
" tunggu sebentar"
dengan secepat kilat nanda membersihkan dirinya, dia menggulung semua rambutnya hingga menampak kan leher bagian belakang nya.
Radit sangat menikmati pemandangan itu, menurut nya nanda kelihatan berbeda dengan dandanan seperti itu.
tanpa makeup dan tanpa menyisir rambutanya nanda keluar dari kamar mandi, dia lngsung mengambil tas nya.
" ayo kita berangkat"
Radit bingung melihat penampilan nanda, nanda tidak pake make up pun sudah cantik dan yang jadi masalah buat Radit rambutnya Nanda.
__ADS_1