
" lihatlah dia,,, setelah tua seperti ini pun dia tetap cantik" kata Adrian
" hahaha..... jangan seperti itu, nanti istri kalian bisa saja cemburu dan salah paham kepadaku " kata Nanda
" tapi tetap kok... menurut ku lebih cantik istri ku" kata Adrian
" hahaha... ayolah... persahabatan kita ini sudah sangat lama. tidak ada yang namanya cemburu cemburuan" kata Dimas
" ada apa ini rame-rame kalian tidak mengajak Ku yah??" kata Bobi yang juga hadir di sana
" bobi......" kata Nanda
" hei Nanda..... kamu juga datang???" kata Bobi
" Hahahaha.... melihat kita berkumpul seperti ini aku merasa kita kembali ke masa muda kita" kata Nanda
" itu sebabnya aku menjodohkan putriku dengan anaknya Rangga. aku tidak mau persahabatan kami berakhir seperti ini" kata Dimas
"apa???? jadi pengantin prianya adalah anak nya Rangga?" kata Nanda
" iya... enam bulan yang lalu aku tidak sengaja bertemu dengan Rangga di London. pada saat itu aku melihat dia bersama dengan putranya. lalu kami mencoba untuk menjodohkan mereka" kata Dimas
" lalu dimana Rangga?" kata Nanda
" sebentar lagi rombongan mereka datang" kata Dimas
__ADS_1
" hahahaha... sepertinya hari ini kita bukan mengadakan acara pernikahan, tetapi lebih tepatnya kita merayakan reunian" kata Bobi
" ya tapi kita tidak lengkap, Melati dan juga Sarah tidak ada disini" kata Adrian
" iya di mana mereka berdua sekarang tinggal" kata Dimas
" Sarah tinggal di Korea bersama dengan kakak ku, kalau Melati aku tidak tahu" kata Nanda
" tapi kalau aku dengar sepertinya Melati tinggal di negara China. dia sudah menjadi pelukis yang hebat sekarang" kata Bobi
" aku tidak pernah bertemu dengannya, aku sangat merindukan nya" kata melati
pada saat itu juga Radit sedang mencari Nanda, dia melihat Nanda bersama dengan 3 laki-laki. Akhirnya Radit pergi menemui Nanda.
" sayang dari tadi aku mencarimu sedang apa kamu di sini" kata Radit
" apakah setelah kita tua seperti ini, kalian tetap tidak melepaskan istriku?" kata Radit kepada ketiganya
" hahaha..... lihatlah setelah 30 tahun lebih kita tidak bertemu dengannya, dia tetap seperti yang dulu. " kata Dimas
" dia sama sekali tidak berubah, Nanda apa kamu tidak mengajarinya sebelumnya?" kata Bobi
" kamu jangan lupa, siapa kami. terlebih padaku. tidakkah kau ingat aku dan istriku lah yang mengurus Nanda pada saat hamil" kata Adrian
" tentu saja aku tidak melupakan itu. bagaimana mungkin aku lupa. persahabatan kalian memang sangatlah unik. dan aku sangat salut kepada kalian semua"
__ADS_1
" satunya mencuri istriku, dan satunya menyimpan istriku" kata Radit
" hahahaha...." tertawa semuanya
" istrimu yang meminta tolong kepada kami, sebagai sahabat mana mungkin kami tidak menolong sahabat kami dalam kesulitan" kata Dimas
" iya...iya .. itu sebabnya aku tidak memberikan kalian semua pelajaran" kata Radit
" oh ya bagaimana keadaan istrimu Wulan... aku sangat merindukannya, sampaikan salamku kepadanya" kata Nanda kepada Adrian
" Wulan tidak bisa hadir,,, karena dia menjemput anakku dari Australia, Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya" kata Adrian
" apakah anakmu perempuan?" kata Nanda
" iya,,, aku hanya mempunyai satu orang anak saja" kata Adrian
" bagaimana kalau kita menjodohkan anakmu dengan anakku. seperti yang dilakukan Dimas dan Rangga" kata Nanda
" bagus juga itu... aku akan coba membicarakan ini dengan putriku" kata Adrian
" kabari aku jika putrimu menyetujuinya" kata Nanda
" hahaha.... pas banget itu Rian,, dulu kamu kan mengejar Nanda, dan Nanda tidak bisa kamu dapat. jadi tidak ada salahnya juga jika kamu menjodohkan anakmu dengan anaknya Nanda biar kalian jadi besan" kata Bobi
" lihatlah dia.... setelah sekian lama tidak bertemu, dia masih seperti dulu sewaktu kita masih anak-anak" kata Dimas kepada Adrian
__ADS_1
" dia memang sudah seperti itu pada saat di dalam kandungan" kata Adrian
" oh ya bagaimana dengan keadaan si kembar?? " kata Dimas