Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 114


__ADS_3

" apakah kamu mencintai perempuan lain? selain aku, Chika dan keluargamu." kata Nanda


" tidak,, kenapa kamu bertanya seperti itu?" kata Radit


" kamu tahu, butuh waktu lama bagi ku untuk jatuh cinta kepadamu" kata Nanda


" hemmmmm.... sangat lama sekali" kata Radit sambil tersenyum


" tapi kenapa kamu bersama wanita lain setelah aku jatuh cinta kepadamu" kata Nanda


" apa maksudmu,? aku tidak ada bersama wanita lain" kata Radit


" selama kamu di Prancis, siapa perempuan bersamamu?" kata Nanda


" apakah kamu sedang cemburu kepadaku sekarang sayang?" kata Radit


" cepat katakan....aku tidak bercanda Radit!" kata Nanda yang sudah emosi suaranya sangat kuat, bersyukur kamar mereka kedap suara kalau tidak Chika sudah bisa mendengarnya.


" aku hanya bersama Sonia di sana,, kami tidak sengaja bertemu, kebetulan dia ada urusan bisnis di sana juga" kata


Radit


" sedang apa kamu di taman bersamanya sepertinya kamu bahagia sekali dengannya" kata Nanda


" kamu tahu dari mana?" kata Radit


" kamu tidak perlu aku tahu dari mana" kata Nanda


" pada saat itu dia mengajakku pergi ke taman, Dia bercerita kepadaku tentang dirinya dengan calon tunangannya, hanya itu saja. lalu dia mengajakku menjadi teman." kata Radit


" kamu bohong... kamu bahkan menciumnya" kata Nanda


" tidak.....aku tidak menciumnya" kata Radit

__ADS_1


" kamu jangan berbohong Radit, kamu menciumnya" kata Nanda


" aku tidak ada menciumnya sayang...," kata Radit


" lalu apa ini," kata Nanda menunjukkan foto itu kepada Radit


" kamu ini salah paham, pada saat itu ada debu masuk ke dalam matanya Sonia, aku hanya mencoba untuk meniupnya saja" kata Radit


" lalu sedang apa kamu di cafe itu" kata Nanda


" apalagi ini" kata Radit


" katakan kepadaku,, apakah memang kamu betul-betul terpukul menerima kenyataan, bahwa aku tidak bisa memberikanmu anak." kata Nanda.


" kamu berkata apa? aku tidak pernah merasakan itu" kata Radit


" sudah Radit.... kamu berhenti berbohong padaku." kata Nanda


" dan aku tidak bisa egois, apapun katanya aku tidak ada hak untuk mempertahankan mu" kata Nanda


" tolong jangan berkata seperti itu" kata Radit


" Radit,,,, terima kasih buat cinta dan kasih sayang yang kau berikan kepadaku selama ini. aku akan mengingatnya" kata Nanda


" apa maksudmu" kata Radit


" mari kita berpisah,,,, dan menikahlah. kamu pasti menginginkan anak dari darah daging kamu sendiri." kata Nanda


" aku tidak membutuhkan itu, aku sudah mempunyai Chika." kata Radit


" kamu jangan salah, Chika bukan anak kamu, bukan darah daging kamu. Dia adalah anak orang lain sampai kapanpun dia akan tetap menjadi anak orang lain" kata Nanda


" tidak....itu tidak benar... Chika adalah anakku" kata Radit

__ADS_1


" kalau kamu tidak mau berpisah aku yang akan pergi meninggalkanmu" kata Nanda sambil mengumpulkan beberapa pakaiannya


" aku mohon Nanda jangan seperti ini,, tidak ingatkah kamu janji suci kita?" kata Radit badan Nanda sambil menangis


" lalu kamu kenapa menceritakan ini semua kepada orang lain. kamu berpura-pura bahagia di depanku sementara kamu di belakangku sangat menderita" kata Nanda


" aku sangat bahagia bersamamu" kata Radit


" cukup.... hentikan semua ini" kata Nanda sambil melemparkan beberapa baju yang di tangannya ke lantai lalu dia pergi meninggalkan Radit di kamarnya.


Nanda pergi bahkan tidak membawa apa-apa, hanya kunci mobil yang di bawa nya.


Radit menyusul Nanda namun tiba-tiba Chika keluar dari kamarnya.


" papa mau ke mana?" kata Chika


" ah.... sayang sedang apa kamu di sini" kata Radit


" Mama mau pergi kemana itu" kata Chika


" Mama mau pergi keluar sebentar sayang bertemu dengan temannya" kata Radit


" aku melihat Mama menangis,,, papa juga menangis" kata Chika


" akh.... tidak sayang.... papa tidak menangis. hanya saja mata papa sakit karena kena binatang kecil tadi" kata Radit


" lalu Mama kenapa menangis" kata Chika


" Mama tidak menangis sayang" kata Radit


" tidak,,,, aku melihat Mama menangis" kata Chika


" ayo kamu tidur papa bacakan dongeng untukmu" kata Radit membawa Chika masuk ke dalam kamar Chika.

__ADS_1


__ADS_2