
nanda duduk di bangku nya dan disamping nya seorang laki-laki. dikelas nya perempuan sangat lah sedikit hanya lima orang saja karna jurusan mereka lebih dominan ke laki-laki.
dan setelah satu minggu ini nanda baru melihat laki-laki itu, karena memang dia tidak pernah ikut ospek selama seminggu ini.
dan selama jam pelajaran laki-laki itu hanya tidur, dia tidak mendengarkan guru sama sekali, tidak ada yang dilakukan laki-laki tersebut kecuali tidur.
nanda merasa tidak enak dan risih melihat teman sebangkunya nya itu.
" hai... apakah kamu baik-baik saja? kata nanda menggunakan bahasa korea.
namun laki-laki itu tidak menjawab dia sangat cuek dan tidak bergerak sama sekali. nanda menggoyangkan tubuh lelaki itu.
" apakah kamu sakit?
tetap tidak bergerak. nanda kesal akhirnya dia memukul kepala laki-laki itu.
plaaaakkk
" hei... apa yang kamu lakukan?kata pria itu
" owh.. masih bangun rupanya,, aku pikir kamu sudah mati"
" sembarangan aja kamu ngomong"
" kan dari tadi aku melihat mu hanya tertidur dan aku sudah memanggil mu berulang kali namum kamu tidak menjawab"
" lalu apa perdulimu?? kamu hanya mengganggu ku saja"
" hei... lihat lah dirimu,, tidakkah kamu memiliki rasa malu sedikit pun?"
" urus saja urusanmu dan jangan perdulikan aku"
" kalau begitu kamu pindah dari situ, kamu bisa saja membuatku tidak berkonsentrasi belajar"
__ADS_1
laki-laki itu langsung pergi meninggalkan nanda.
hari ini hanya ada satu jam pelajaran, nanda ingin pulang namun dia melihat pria tadi duduk di pohon bersandar.
" apakah kamu punya masalah?"
"........" laki-laki itu hanya menoleh sebentar dan kembali mengabaikan nanda.
"cerita lah padaku aku akan membantu mu"
" kamu tidak akan bisa membantu ku"
" bagaimana aku membantu mu kalau kamu tidak bercerita"
" sudah ku bilang kamu tidak akan bisa membantuku sekalipun aku cerita padamu."
" setidaknya dengan kamu bercerita beban di pikiran mu sedikit berkurang"
"bantu aku untuk membuat ibuku bercerai dengan ayah tiriku "
" kenapa kamu ingin sekali mereka bercerai, apakah ayah tirimu jahat kepada ibu mu?"
" tidak, ibuku ku sangat memcitai nya, mereka sama-sama mencitai"
" lalu apa yang jadi masalah dengan itu?"
" aku tidak menyukai nya, aku menderita"
" harusnya kamu bahagia melihat ibumu bahagia"
" kamu tidak tau betapa sedihnya aku, ibuku bercerai dengan ayahku demi menikahi laki-lakj itu."
" perceraian itu yang terbaik buat kedua orang tua mu, mereka sudah memikir kan itu, dan pasti bukan itu masalah ibumu menceraikan ayah mu, pasti ada alasan lain"
__ADS_1
" tau apa kamu tentang perceraian?? apakah kamu tau betapa hancurnya aku melihat kehancuran keluargaku.... bahkan ibuku menikah dengan ayah sahabatku sendiri... lihat lah betapa rendahnya mereka"
" itu tidak termasuk perbuatan yang rendah.. menikah dengan ayah sahabatmu berarti mendekatkan kamu dengan sahabatmu,, dulu kalian sahabat dan tentunya sekarang pasti saudara, bukan kah itu keuntungan bagimu mendapatkan keluarga baru?"
" sudah kuduga dari awal. kamu pasti tidak akan membantuku dan pasti kamu akan menyalahkan ku"
nanda tersenyum kecut.
" setidaknya kamu bersyukur walaupun mereka bercerai setidaknya kamu masih bisa tinggal dengan ibumu dan bertemu dengan ayahmu kapan kamu mau."
" apakah kamu sudah gila??? bahkan kamu bilang aku bersyukur??? kamu sepertinya ingin mengejek ku, tadinya aku berpikir bercerita padamu karna kamu bisa membantuku ternyata dugaan ku salah aku bercerita pada orang yang salah dan tidak mengerti sama sekali."
" kamu betcerita kepada orang yang tepat, kamu tau??? ibuku juga bercerai dengan ayahku pada saat aku berumur 5tahun."
" kamu berbohong,kamu ingin mengelabui ku"
" tidak.. aku tidak berbohong.. mereka berpisah dan sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan ayahku"
" sejak kamu berumur 5tahun?"
" iya... dan kamu tau??? ayah ku juga membawa 2orang kakak ku dan aku juga tidak pernah bertemu dengan mereka, selama ini aku hanya menyalahkan ibuku atas perceraian itu sama seperti yang kamu lakukan ini."
" tapi apakah kamu tau?? setelah ibuku meninggal, baru aku tau alasan perpisahan mereka, aku sangat menyesal atas itu bahkan aku tidak sempat mengucapkan maaf pada ibuku"kata nanda lagi
" maafkan aku "
" sebelum terlambat.. berbaik hati lah pada ibumu dan coba kamu cari tau alasan nya... "
" terima kadih telah menyadarkan aku, bisakah kita menjadi teman?"
" tentu bisa, bukan kah penderitaan kita sama?"
" namaku katuo"
__ADS_1
" namaku nanda"
nanda sangat merasa senang karna menurut nya baru kali ini dia menjadi orang yang berguna bagi orang lain. dari masalah yang dia hadapi menjadi pelajaran bagi temannya.