Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 92


__ADS_3

" Bob.... lho tidak punya pacar kan?" kata Sarah pada Bobi


" gue bukan bucin kayak kalian" kata Bobi


" ini nih teman gue lagi nganggur" kata Sarah menunjuk Yanti pada Bobi


" boleh juga tuh Bob" kata Nanda


" lumayan menarik.... sexi lagi" kata Bobi melihat Yanti


" sorry lho bukan tipe gue" kata Yanti pada Bobi


" yah ditolak" kata Sarah


" hahahaha.... " tertawa semua teman-teman Nanda.


" kasihan belom apa-apa lho udah ditolak" kata Dimas


" ngk usah ngelak deh lho..." kata Bobi pada Dimas


" habis lho dari tadi ngejek kita mulu, rasakan kena sendiri lho kan" kata Adrian pada Bobi


seperti itulah suasana kalau Nanda berkumpul dengan teman-teman nya.


hari ini ada lah tiba waktunya nya operasi bagi Nanda. sudah dua jam Nanda didalam ruang operasi.


Radit dan marchel setia menunggu di luar


ruangan dengan sangat gelisah. mereka sesekali tidak lupa memanjat kan doa.


Yolan, Arga dan juga beberapa perawat sedang berjuang untuk menyelamat kan Nanda dari maut.


" masukkan selang nya" kata Yolan pada Arga


" selang nya sudah terpasang, aku akan menyedot darah itu" kata Arga


" hati-hati... jangan sampai menyentuh saraf otak nya" kata Yolan


" aku akan berhati-hati" kata Arga

__ADS_1


" apa kamu sudah menemukan nya" kata


Nanda


" ini sangat lah sulit" kata Arga


"pelan-pelan saja" kata Yolan


" detak jantung pasien menurun" kata seorang perawatan


" apa yang terjadi??" kata Yolan pada Arga


" darah nya pecah" kata Arga panik


" cepat lakukan penyedotan" kata Yolan dengan panik juga


"ini sangat lah sulit, akibat darah nya pecah dan aku tidak bisa melihat saraf otak, jika kita terburu-buru kita bisa tidak sengaja menyentuh saraf itu" kata Arga


tiiiiiiiiiiiiiiit


"pasien mengalami pendarahan dok" kata perawat


" cepat lah pergi ambil stok darah" kata Yolan yang sudah sangat panik


" cepat pompa darah nya" kata Hyun kepada para perawat


" keadaan pasien kritis dok...".kata salah satu perawat


" kalian lakukanlah sesuatu....apa tugas kalian... kalau sesuatu terjadi padanya kita semua yang menanggung akibatnya." kata Yolan yang sudah emosi dan sambil menangis.


semua perawat yang didalam juga sudah lah sangat panik. Radit dan marchel yang melihat perawat berlarian keluar masuk ruangan mereka sangat ketakutan.


" apa yang terjadi didalam" kata marchel pada perawat. namun perawat itu mengabaikan nya, tidak ada waktu untuk menjawab mereka


" Yolan hati-hati, darah nya jangan sampai mengenai otak Nanda" kata Arga pada Yolan


" aku tidak bisa Ga... keadaan ku tidak memungkinkan. tolong ambil alih operasi nya" kata Yolan pada Arga


" awas minggir lah biar aku yang ambil alih" kata Arga

__ADS_1


yolan tidak sanggup berada didalam ruangan operasi akhirnya dia memilih keluar. Radit dan Marchel melihat Yolan keluar dengan keadaan yang frustasi, dia sudah tidak punya harapan lagi.


" Hyun apa yang terjadi" kata Radit


"............." Yolan menggelengkan kepalanya


" apa maksud mu?" kata marchel


" aku tidak bisa menyelamatkan nya" kata Yolan menangis


"apa??? " kata Radit,


badan Radit langsung merosot didinding, dia terduduk lemas dilantai. Marchel juga merasa ada yang memukul badan nya. badan nya langsung melemah.


setelah satu setengah jam berlalu Arga keluar dari ruang operasi. dia melihat ketiga nya bagaikan patung bernyawa.


" operasi nya berhasil" kata Arga


" apa????? kamu jangan bercanda" kata Yolan pada Arga


" aku berhasil melakukan nya, darah itu sudah tersedot dan tidak mengenai otak nya Nanda"


" keadaan Nanda sudah jauh lebih baik, dia sudah bebas dari masa kritis. sebentar lagi perawat akan memindah kan Nanda keruangan nya" kata Arga


" syukurlah" kata ketiganya


" terima kasih dok" kata Radit


" saya permisi dulu" kata Arga pergi meninggalkan ketiganya


" tunggu" kata marchel


marchel langsung memeluk Arga, Arga kebingungan


" maaf saya tidak terbiasa di peluk sama sesama jenis" kata Arga


" aku masih normal, terima kasih banyak, bisa kah kita berteman?" kata marchel


" namaku Arga" kata Arga menjulurkan tangan nya

__ADS_1


" namaku marchel, aku kakaknya Nanda" kata marchel menyambut tangan Arga


" aku tau itu, kalau begitu aku pergi dulu" kata Arga tersenyum


__ADS_2