
kini tepat jam 11 siang, setelah satu jam lebih mengemudi kini Alvin sampai di kantornya Radit.
Kevin langsung pergi menuju ruangan Radit, namun dia tidak melihat ada Radit di sana.
Kevin duduk di bangku sofa yang sudah disediakan di dalam ruang Radit sambil membaca koran
pada saat itu juga seseorang mengetuk pintu untuk mengantarkan file kemejanya Radit.
Kevin hanya menyuruh orang tersebut masuk dan dia fokus membaca koran.
" maaf Pak saya hanya mengantarkan berkas ini saja, karena ibu Sita tadi pagi menyuruh saya untuk mengantarkan ini ke ruangan bapak" kata wanita itu
" letakkan saja di meja itu" kata Kevin tanpa mengalihkan pandangannya dari koran.
kemudian dia langsung terkejut setelah dia sadar sepertinya dia mengenali suara itu.
dan pada saat itu juga wanita itu ingin pergi meninggalkan ruangan dan sudah membuka pintu.
" tunggu dulu" kata Kevin
kemudian perempuan itu berhenti dan membalikkan badannya.
" ada apa Pak apakah saya melak....." kata perempuan itu berhenti berbicara setelah dia melihat Kevin.
" Nadia......" kata Kevin
__ADS_1
" ka....kamu???" kata Nadia dan juga terkejut
" sedang apa kamu di sini?" kata Kevin
" maaf aku sedang bekerja,, aku sedang sibuk" kata Nadia ingin pergi meninggalkan
namun sebelum dia pergi Kevin menekan tombol remote yang ada di mejanya.
Nadia membuka pintu namun tidak bisa dibuka karena Kevin sudah terlebih dahulu mengucinya melalui remote tersebut.
" apa yang kamu lakukan,,, tolong buka pintunya. aku sedang bekerja dan tolong jangan ganggu aku" kata Nadia
Kevin langsung bangkit berdiri dan menghampiri Nadia. Kevin langsung memeluk tubuhnya Nadia.
" tolong jangan seperti ini, ini adalah kantor. aku bisa saja dipecat jika pak direktur mengetahui apa yang kamu lakukan kepadaku" kata Nadia berusaha melepaskan pelukan Kevin.
" bila perlu aku juga akan memecat direktur mu jika berani memecat mu "kata Kevin
namun usahanya Nadia tidak berhasil Karena Kevin memeluknya dengan kuat.
" apakah sebegitu marahnya kamu kepadaku? hingga kamu menghukumku dengan waktu yang begitu sangat lama" kata Kevin
" tolong jangan seperti ini... hubungan kita sudah berakhir, biarkanlah seperti sebelumnya kita hidup tanpa mengganggu satu sama lain" kata Nadia
" tapi aku tidak mau hubungan kita berakhir sampai disitu saja" kata Kevin
__ADS_1
" kamu adalah lelaki pembohong dan penipu" kata Nadia
" aku minta maaf soal itu, tapi kami melakukan itu tidak sengaja. aku mohon tolong dengarkan penjelasan kudulu" kata Kevin lalu melepaskan pelukannya dari Nadia
" Kevin.... kamu tahu kita berada di mana sekarang" kata Nadia
" aku tidak peduli itu" kata Kevin
" iya kamu tidak akan pernah perduli itu... karena kamu adalah orang sukses bukan seperti ku orang yang susah. aku sangat membutuhkan pekerjaanku ini, jadi tolong jangan berbuat masalah di dalam lingkungan pekerjaanku " kata Nadia
" aku tidak peduli jika kamu terkena masalah dengan pekerjaanmu. bahkan setelah kita menikah aku tidak akan membiarkanmu bekerja lagi" kata Kevin
" Kevin cukup..." kata Nadia
" Nadia aku mohon... tolong kasih aku kesempatan."
" apa kamu tahu betapa hancurnya aku selama 5 tahun lebih hidup tanpamu?"
" bahkan aku mencarimu kemana-mana tapi aku tidak menemukan mu"
" dan sekarang aku sudah menemukanmu, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi" kata Kevin
" dunia ini tidak bisa kamu kendalikan semaumu Kevin..... meskipun kamu orang terhebat dan terkaya di sini" kata Nadia
" aku tidak ingin mengendalikan dunia ini,, aku hanya menginginkan mu menjadi teman hidupku, apakah aku salah. kata Kevin
__ADS_1