Ternyata Dia Jodoh Ku

Ternyata Dia Jodoh Ku
EPISODE 169


__ADS_3

sementara Alvin di bandara kini dia sudah bertemu dengan tamu undangan nya.


" hai nyonya Xin... selamat datang di Indonesia" kata Alvin


" terima kasih nak..." kata Xin Yufei


" ternyata nyonya begitu cantik,, sejak saya kecil sampai sekarang saya fans berat nyonya. impian terbesar saya adalah ingin bertemu langsung dengan nyonya. terima kasih karena nyonya menerima undanganku" kata Alvin


" kamu masih muda nak, dan kamu sangat berbakat. aku bangga kepada mu karena kamu mencintai seni."


" di zaman sekarang sudah sangat jarang anak muda yang menyukai seni" kata Xin Yufei


" selama ini saya pikir nyonya orangnya galak. tapi ternyata dugaan saya salah, nyonya Xin ternyata sangat ramah dan baik" kata Alvin


" hahaha.... kamu jangan menilai orang tanpa ada penyebabnya" kata Xin


" maafkan saya nyonya" kata Alvin


" panggil saja aku dengan sebutan ibu, tidak usah terlalu formal" kata Xin


" benarkah ibu Xin? Ternyata ibu sangat pasif berbahasa Indonesia" kata Alvin


" tentu saja ibu bisa berbahasa Indonesia, dulu ibu adalah warga negara Indonesia. namun ibu sudah menikah dengan warga negara China. itu sebabnya ibu berpindah menjadi warga negara China." kata Xin


" benarkah ibu Xin? lalu dimana keluarga ibu Xin" kata Alvin


" kedua orang tua ibu sudah sangat lama meninggal Nak. jadi ibu hanya anak tunggal" kata Xin


" suatu kehormatan besar bagi saya bisa bertemu dengan ibu Xin seniman internasional." kata Alvin


" hahahaha kamu jangan seperti itu nak... ibu juga dulunya sama sepertimu. sebelum ibu seperti ini ibu juga memulai semuanya dari awal dengan bakat ibu sendiri" kata Xin

__ADS_1


" saya sangat bangga pada ibu..... semoga karya ibu terus dikenal di dunia seni" kata Alvin


" kalau kamu mau jadi muridku, aku akan bersedia menjadi gurumu" kata Xin


" benarkah ibu Xin??? serasa bermimpi rasanya" kata Alvin


" tekatmu dalam seni begitu kuat nak, ibu bangga kepadamu" kata Xin


" terima kasih banyak Bu, mari kita berangkat ke Galery saya sudah mempersiapkan semuanya" kata Alvin


" siapa namamu nak?" kata Xin


" nama saya Alvin bu" kata Alvin menjulurkan tangannya


" apakah kamu sudah menikah?" kata Xin


"belum ada wanita yang mau diajak serius bu" kata Alvin


" mungkin untuk saat ini, itulah dulu yang terjadi pada Alvin Bu" kata Alvin


" nanti kamu yang menggantung para wanita itu" kata Xin


" saya hanya takut saja Bu jika aku terlalu terburu-buru" kata Alvin


" iya.. tapi setidaknya jangan terlalu lama perempuan bisa saja pergi jika kamu terus seperti itu" kata Xin


" kalau begitu nanti saya akan mencoba mengajaknya serius bu" kata Alvin


" nah begitu dong..." kata Xin


" apakah ibu mempunyai anak?" kata Alvin

__ADS_1


" iya, ibu mempunyai dua orang anak. 1 perempuan dan 1 laki-laki" kata Xin


" apakah keduanya sudah menikah Bu?" kata Alvin


"anak laki-laki ibu sudah menikah, lalu anak perempuan ibu-ibu tidak tahu nak" kata Xin


" kenapa ibu tidak tahu? apakah hubungan ibu dengannya tidak baik?" kata Alvin


" bukan tidak baik nak, tapi dia tidak mengenal ibu sama sekali , Karena pada saat lahir ibu sudah meninggalkannya. dan ibu pun tidak pernah bertemu dengannya setelah Dia berumur 3 tahun" kata Xin


" lalu dia tinggal bersama dengan siapa Bu? apakah ibu yang meninggalkannya" kata Alvin


" dia tinggal di tempat yang lebih pantas nak. ibu meninggalkannya karena ibu merasa bahwa ibu adalah ibu yang buruk baginya" kata Xin


" tapi apakah ibu tidak pernah mencoba mencarinya?" kata Alvin


" ibu sebenarnya ingin sekali bertemu dengannya dan memeluknya. tapi ibu takut kehadiran ibu membuat keluarganya terpukul. terlebih kepada kedua orangtuanya" kata Xin


" tapi bagaimanapun juga bu. ibu adalah ibu kandungnya yang melahirkannya, dia berhak tahu siapa ibuny yang sebenarnya" kata Alvin


" ibu tidak mau mengganggunya dan juga keluarganya nak. dan lagi pula ibu rasa dia tidak mau mengakui ibu sebagai ibunya" kata Xin


" masalah dia mau mengakui ibu sebagai ibu kandungnya itu belakangan. yang terpenting sekarang adalah dia harus tahu, siapa ibu yang sudah melahirkannya." kata Alvin


" maaf kan ibu nak, ibu terlalu banyak bicara. ibu menjadi menceritakan masalah pribadi ibu kepadamu" kata Xin


" tidak apa-apa bu" kata Alvin


" mari lupakan soal itu kita bahas yang lain saja" kata Xin


akhirnya Alvin mengalihkan pembicaraan mereka ke pembicaraan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2