
sementara Alvin di bandara kini dia sudah bertemu dengan tamu undangan nya.
" hai nyonya Xin... selamat datang di Indonesia" kata Alvin
" terima kasih nak..." kata Xin Yufei
" ternyata nyonya begitu cantik,, sejak saya kecil sampai sekarang saya fans berat nyonya. impian terbesar saya adalah ingin bertemu langsung dengan nyonya. terima kasih karena nyonya menerima undanganku" kata Alvin
" kamu masih muda nak, dan kamu sangat berbakat. aku bangga kepada mu karena kamu mencintai seni."
" di zaman sekarang sudah sangat jarang anak muda yang menyukai seni" kata Xin Yufei
" selama ini saya pikir nyonya orangnya galak. tapi ternyata dugaan saya salah, nyonya Xin ternyata sangat ramah dan baik" kata Alvin
" hahaha.... kamu jangan menilai orang tanpa ada penyebabnya" kata Xin
" maafkan saya nyonya" kata Alvin
" panggil saja aku dengan sebutan ibu, tidak usah terlalu formal" kata Xin
" benarkah ibu Xin? Ternyata ibu sangat pasif berbahasa Indonesia" kata Alvin
" tentu saja ibu bisa berbahasa Indonesia, dulu ibu adalah warga negara Indonesia. namun ibu sudah menikah dengan warga negara China. itu sebabnya ibu berpindah menjadi warga negara China." kata Xin
" benarkah ibu Xin? lalu dimana keluarga ibu Xin" kata Alvin
" kedua orang tua ibu sudah sangat lama meninggal Nak. jadi ibu hanya anak tunggal" kata Xin
" suatu kehormatan besar bagi saya bisa bertemu dengan ibu Xin seniman internasional." kata Alvin
" hahahaha kamu jangan seperti itu nak... ibu juga dulunya sama sepertimu. sebelum ibu seperti ini ibu juga memulai semuanya dari awal dengan bakat ibu sendiri" kata Xin
__ADS_1
" saya sangat bangga pada ibu..... semoga karya ibu terus dikenal di dunia seni" kata Alvin
" kalau kamu mau jadi muridku, aku akan bersedia menjadi gurumu" kata Xin
" benarkah ibu Xin??? serasa bermimpi rasanya" kata Alvin
" tekatmu dalam seni begitu kuat nak, ibu bangga kepadamu" kata Xin
" terima kasih banyak Bu, mari kita berangkat ke Galery saya sudah mempersiapkan semuanya" kata Alvin
" siapa namamu nak?" kata Xin
" nama saya Alvin bu" kata Alvin menjulurkan tangannya
" apakah kamu sudah menikah?" kata Xin
"belum ada wanita yang mau diajak serius bu" kata Alvin
" mungkin untuk saat ini, itulah dulu yang terjadi pada Alvin Bu" kata Alvin
" nanti kamu yang menggantung para wanita itu" kata Xin
" saya hanya takut saja Bu jika aku terlalu terburu-buru" kata Alvin
" iya.. tapi setidaknya jangan terlalu lama perempuan bisa saja pergi jika kamu terus seperti itu" kata Xin
" kalau begitu nanti saya akan mencoba mengajaknya serius bu" kata Alvin
" nah begitu dong..." kata Xin
" apakah ibu mempunyai anak?" kata Alvin
__ADS_1
" iya, ibu mempunyai dua orang anak. 1 perempuan dan 1 laki-laki" kata Xin
" apakah keduanya sudah menikah Bu?" kata Alvin
"anak laki-laki ibu sudah menikah, lalu anak perempuan ibu-ibu tidak tahu nak" kata Xin
" kenapa ibu tidak tahu? apakah hubungan ibu dengannya tidak baik?" kata Alvin
" bukan tidak baik nak, tapi dia tidak mengenal ibu sama sekali , Karena pada saat lahir ibu sudah meninggalkannya. dan ibu pun tidak pernah bertemu dengannya setelah Dia berumur 3 tahun" kata Xin
" lalu dia tinggal bersama dengan siapa Bu? apakah ibu yang meninggalkannya" kata Alvin
" dia tinggal di tempat yang lebih pantas nak. ibu meninggalkannya karena ibu merasa bahwa ibu adalah ibu yang buruk baginya" kata Xin
" tapi apakah ibu tidak pernah mencoba mencarinya?" kata Alvin
" ibu sebenarnya ingin sekali bertemu dengannya dan memeluknya. tapi ibu takut kehadiran ibu membuat keluarganya terpukul. terlebih kepada kedua orangtuanya" kata Xin
" tapi bagaimanapun juga bu. ibu adalah ibu kandungnya yang melahirkannya, dia berhak tahu siapa ibuny yang sebenarnya" kata Alvin
" ibu tidak mau mengganggunya dan juga keluarganya nak. dan lagi pula ibu rasa dia tidak mau mengakui ibu sebagai ibunya" kata Xin
" masalah dia mau mengakui ibu sebagai ibu kandungnya itu belakangan. yang terpenting sekarang adalah dia harus tahu, siapa ibu yang sudah melahirkannya." kata Alvin
" maaf kan ibu nak, ibu terlalu banyak bicara. ibu menjadi menceritakan masalah pribadi ibu kepadamu" kata Xin
" tidak apa-apa bu" kata Alvin
" mari lupakan soal itu kita bahas yang lain saja" kata Xin
akhirnya Alvin mengalihkan pembicaraan mereka ke pembicaraan yang lain.
__ADS_1