
" Hm... membuka hati itu tidak segampang kita membalik kan tangan. Nanda" kata Adrian
" emang sesulit itu yah buat kamu?" kata Nanda.
Adrian masih juga mencintai Nanda tapi sejak mereka SMA dia tidak pernah mengatakan nya, kini sudah hampir 10 tahun berlalu perasaan nya masih tetap tidak berubah.
Nanda tidak tau perasaan Adrian padanya, karena Bobi memberitahukan nya lewat bercanda selama ini.
" kamu tahu Nanda.. pernikahan yang tidak didasari dengan cinta itu kebanyakan tidak berhasil. ada pun itu hanya satu dari seribu." kata Adrian
" kata siapa??? buktinya, aku menikah dengan Radit tanpa cinta, bahkan aku tak mengenal nya, nama nya saja aku tidak tau, aku taunya pas udah di gereja. tapi lihat lah, aku bahagia" kata Nanda
" mungkin kamu yang satu dari seribu itu" kata Adrian
" buktinya kak Arga,,, mereka juga bahagia" kata Nanda
" akh... mungkin itu hanya pendapatku aja kali yah...ngomong ngomong dimana suamimu?" kata Adrian
" dia sekarang ada dinas keluar negeri" kata Nanda
" kamu kenapa tidak ikut?" kata Adrian
" aku mengurus hotel ku" kata Nanda
" aku salut deh sama kamu nan,,," kata Adrian
__ADS_1
" kenapa???" kata Nanda bingung
" meskipun suami mu pengusaha yang sangat sukses,, terkenal, kata raya, tapi kamu tetap mau bekerja, kebanyakan para wanita pasti shopiing, arisan dan lain-lain lah" kata Adrian
" hotel ini amanah dari kakek dan juga ibuku, jadi aku harus menjaganya." kata Nanda
mereka terus mengobrol, hingga kedua anak kecil itu sudah bosan dan meminta pulang, akhirnya mereka pergi dari taman tersebut ke tempat mereka masing-masing.
kini Nanda dan Chika sudah sampai di kafe nya Arga.
" hai .....kak..." kata Nanda
" hai....kok baru nyampe kamu nan?" kata Yolan
" iya kak... tadi bawa Chika dulu ke taman" kata Nanda
" kak Arga mana kak" kata Nanda
" ada didalam... yuk masuk kedalam." kata Yolan mengajak Nanda masuk kedalam kafe.
Arga yang melihat Chika datang bersama Nanda dia langsung menghampiri mereka.
" hai nan.." kata Arga
" hai juga kak,,, oh ya... selamat buat kehamilan kakak ku" kata Nanda
__ADS_1
" terimakasih" kata Arga
" Chika gimana kita main sama om aja yuk..." kata Arga mengajak Chika
setelah Chika pergi Nanda mengobrol dengan Yolan.
" selamat yah kak buat kehamilan mu" kata Nanda
" terima kasih, Nan apa kamu tidak ingin mencoba berobat untuk rahim mu?" kata Yolan
" kami sudah coba kak,, tapi beberapa dokter mengatakan hal yang sama. katanya aku ada harapan masih bisa hamil, tapi itu hanya lima persen saja kemungkinan berhasil"
" jika pun itu berhasil, aku harus mengorbankan nyawa ku. itu sebabnya Radit tidak mau aku hamil" kata Nanda
"apa kamu yakin Radit akan terus seperti itu padamu?" kata Yolan
" aku tidak yakin sih kak,, tapi untuk sekarang dia belum mem permasalaKan nya , apa lagi semenjak ada Chika." kata Nanda
" tapi Chika itu berbeda Nan..." kata Yolan
" sudahlah kak..kakak tidak usah membahas ini" kata Nanda
" maafkan aku Nan.. aku seorang dokter, bahkan di Amerika aku di kagumi sebagai dokter yang hebat tapi lihat lah,,,, aku tidak bisa membantu mu" kata Yolan
" sudah lah kak....jangan salahkan dirimu, Tuhan sudah membuat jalan kita masing-masing di depan, tugas kita di suruh hanya menjalani jalan itu saja sesuai dengan arahnya" kata Nanda
__ADS_1
dan tiba-tiba Chika dan Arga datang kepada mereka, akhirnya mereka berhenti berbicara.