
" kemana dia pergi" kata Radit
" apa dia mengetahui ada GPS di sini?" kata Radit
Radit langsung pergi menemui Sarah, sesampainya di butiqnya Sarah, Radit tidak menemui ada sarah di sana.
" di mana bos mu" kata Radit kepada asisten Sarah
" Mbak Sarah, lagi pergi berbelanja membeli bahan tuan, ada yang bisa kami bantu tuan? " kata anak buahnya Sarah
" telepon bos mu sekarang juga suruh pulang" kata Radit memerintah
" ada apa tuan ? apakah pakaian kami ada masalah tuan? jika ada masalah, sebelumnya kami meminta maaf dan kami akan bertanggung jawab tuan" kata asisten Sarah
" saya tidak membutuhkan pakaianmu, saya bilang suruh bos anda ke sini, kalau tidak saya akan menghancurkan butiq ini sekarang juga" kata Radit
" baiklah tuan, tolong maafkan sikap saya" kata asisten Sarah
asisten Sarah langsung menelepon sarah dan menyuruhnya pulang, Sarah yang penasaran akhirnya dia pulang. dia melihat ternyata Radit yang datang.
" Radit.... ada apa kamu ke sini?" kata Sarah dengan wajah polosnya
" tidak usah basa-basi, di mana Nanda?" kata Radit
" aku tidak tahu Nanda ke mana tadi dia di sini, dia tadi minta uang pada aku untuk pulang ke rumahmu. dan dia membawa mobilnya juga" kata Sarah
" katakan padaku ke mana dia pergiii...." kata Radit dengan suara yang kuat
" apa maksudmu??? aku sudah bilang aku tidak tahu,,, tadi pagi dia di sini bahkan menginap di rumah ku tadi malam setelah itu, aku sudah tidak tahu. dia bilang dia mau pulang ke rumahmu. dan bahkan dia meminta uang cash kepada aku" tata Sarah
__ADS_1
" berapa uang cash yang diminta istriku dari mu?" kata Radit pada Sarah
" dia cuma minta 200 ribu doang katanya untuk jaga-jaga takut bensin habis" kata Sarah dengan polosnya.
Radit langsung mengambil dompetnya dari saku celananya dan mengambil duit 200 rb dari dalam dompetnya.
" ini uangnya aku ganti bila perlu ikut bunganya" kata Radit memberikan uang itu kepada Sarah
" apa ini?? " kata Sarah bingung
" uang mu yang dipakai istriku tadi pagi" kata Radit
" apa-apaan ini??? apa maksudmu? asal kamu tahu tuan Radit, aku lebih dulu mengenal Nanda darimu. bagiku dia sudah seperti saudara, jadi jangan anda coba-coba membuat jarak antara aku dan Nanda" kata Sarah
" cepat katakan di mana istriku! kalau tidak aku akan menghancurkan butiq mu ini" kata Radit
" hancurkan saja, jika pun kamu menghancurkannya dan bahkan membunuhku dan membunuh seluruh keluargaku , kamu tidak akan dapat apa-apa dariku. karena memang aku tidak tahu dimana Nanda. " kata Sarah
" Dia cuman bilang padaku, jika dia pergi aku hanya menyampaikan kepada keluarganya supaya tidak usah mencarinya ataupun khawatir. dia pergi hanya sebentar untuk menenangkan diri" kata Sarah
" lalu ke mana dia pergi?" kata Radit
"aku sudah bilang, aku tidak tahu, bahkan aku sempat bertanya kepadanya ke mana dia akan pergi. tapi dia bilang padaku tidak tahu, karena yang dia tahu kamu pasti akan menemukannya dengan menggunakan koneksi mu. hanya itu saja" kata Sarah dengan jujur
Radit yang melihat mata Sarah tidak ada kebohongan di sana akhirnya dia menyerah.
dia mengingat-ingat kembali, kemana saja Nanda pergi hari ini. dia mengingat Nanda pergi ke cafe matahari, Radit langsung pergi menuju cafe matahari.
sesampainya di sana dia langsung menemui manager cafe tersebut.
__ADS_1
" di mana manager mu suruh bertemu dengan saya sekarang juga" kata Radit kepada pelayan cafe matahari
" baik tuan, tuan duduk saja dulu saya akan memanggilkan bos saya" kata pelayan kafe tersebut
tidak lama kemudian bos cafe matahari datang menemui Radit.
" kehormatan besar bagiku tuan, tuan datang ke tempat ku ini " kata manager cafe
" aku mau minta tolong kepadamu?" kata Radit
" mau minta tolong apa tuan? tentu saja aku akan membantu tuan" kata manager cafe
" berikan aku rekaman CCTV mu pada hari ini" kata Radit
" silakan tuan mari ke ruang CCTV" kata manager cafe
sesampainya di sana Radit mencek ruang CCTV. dia menemukan Nanda namun tidak menemukan siapa-siapa bersama Nanda.
tentu saja ini adalah pekerjaan Dimas. perusahaan Dimas bergerak di bidang IT. Dimas sudah mencurigai ini sebelumnya, beruntung manager cafe ini adalah teman dekat Dimas sewaktu kuliah.
Dimas sangat mengerti di bidang IT, bagi dia untuk mengedit rekaman CCTV sangatlah gampang, dan tentu saja orang tidak bisa membedakan itu editan atau asli.
" di sini ini dia tidak bersama siapa pun, lalu kemana dia pergi" kata Radit
" ada apa tuan? apakah ada masalah?" kata manager cafe pura-pura tidak tahu.
" oh...tidak ada, aku minta maaf karena sudah mengganggu waktu mu" kata Radit
" tidak masalah tuan" kata manager cafe
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu terima kasih" kata Radit
" mari saya antar tuan" kata manager cafe.